<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151</id><updated>2012-01-26T18:38:49.023+07:00</updated><title type='text'>Sajadahku</title><subtitle type='html'>Jangan  bersedih , jangan lemah, jangan takut, jangan berhenti ,tetaplah pada jalan yang benar maka kita akan sampai pada tujuan yang sebenarnya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>209</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-4554181197411929263</id><published>2012-01-19T08:21:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T08:22:16.536+07:00</updated><title type='text'>Sadarlah...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D4w759myIm0/TxdwIN-sG9I/AAAAAAAACLA/WXX0peyD2HQ/s1600/Greedy2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://1.bp.blogspot.com/-D4w759myIm0/TxdwIN-sG9I/AAAAAAAACLA/WXX0peyD2HQ/s200/Greedy2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Can I meet you to day ? terdengar suara dari seberang. Saya tahu dia sedang berbicara lewat telp satelit diatas ketinggian 45,000 feet dari pesawat pribadinya. Saya tahu dia dalam keadaan tertekan. Demikian email yang saya terima minggu lalu. Transaksi yang dilakukan penuh ambisi akhirnya hancur berkeping keeping. Beberapa asset yang dikuasainya di Eropa ,harganya fall down. Padahal sebagian besar asset tersebut ditempatkan sebagai collateral untuk program pembiayaan pengambil-alihan project diberbagai Negara. Sudah bisa dipastikan hanya soal waktu project yang telah dikuasainya akan diambil alih bank karena value collateral tidak lagi sufficient untuk meng cover outstanding loan nya.. Yang menyedihkan adalah seluruh harta yang dia dapat dari kerja keras siang malam dan berpuluh tahun itu, akhirnya menguap ditelan angin badai moneter global. Mungkin bila saatnya tiba, tak ada lagi harta tersisa yang patut dia banggakan kecuali harta pribadinya yang tentu lambat laun akan habis karena dimakan ongkos yang mahal, seperti jet pribadi, kapal pesiar, apartement mewah dll.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketika bertemu dalam makan malam di Hong Kong financial club. Yang pertama kata keluar dari mulutnya adalah dia mengutuk dan menyesali kebodohan pemerintahan di Eropa yang mengakibatkan keadaan financial market tak lagi menjadi tempat nyaman untuk mengembangkan hartanya. Tiga tahu lalu , dia sulit ditemui karena dia sibuk melakukan investasi dimana mana. Ketika negeri saya begitu sulitnya mendapatkan dana membangun pembangkit listrik , dia malah sibuk mengambil alih perusahaan pembangkit listrik di Dubai. China, Brazil dan lain lain. Ketika orang begitu sulitnya membangun infrastruktur ekonomi, malah dia sibuk mengambil alih beberapa business infrastruktur dibeberapa Negara. Ada perusahaan Pertro Chemical raksasa yang terhadang kesulitan likuiditas dan diambang kebangkrutan, dia tampil sebagai penyelamat dengan melakukan restruktur permodalam berskala gigatik. Sepak terjangnya tak tertulis di koran , juga tak tersiar di media televise. Karena dia begitu cerdasnya mengelola portfolio investasinya lewat cross border country. Namun walau begitu banyak business portfolio nya, bagi dia itu tetap hanyalah permainan paper work. Intinya tetap money game.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kini dia kehilangan kekuatan. Masa depan terasa gelap dihadapannya. Dia mengkawatirkan nasip anak anaknya, istrinya dan tentu sederet benda kesenangannya, juga pride.. Saya hanya tersenyum mendengar keluhannya. Dia mungkin agak kesal dengan sikap saya yang tak nampak prihatin. Sebagai sahabat saya katakan kepada dia bahwa dia tak pantas berkeluh kesah karena kemana dia pergi masih menggunakan private jet. Disetiap Negara dia tinggal dirumah yang dibelinya sendiri. Itu tidak disadarinya. Dia hanya kawatir masa depan business nya akan hancur. Ada sesuatu yang &amp;nbsp;salah dari awal. Kata saya. Dia terkejut karena menyebut tentang kesalahan. Betapa tidak ? sedari awal dia hanya berpikir tentang uang. Segala daya dia lakukan untuk mendapatkan uang. Ini bagaikan narkoba yang selalu menuntut untuk lebih dan lebih. Sehingga bila awalnya uang adalah suatu kenikmatan namun pada akhirnya uang sudah menjadi racun dalam jiwanya. Sedikit saja ada masalah maka derita nestap menyelimuti dirinya. Dia kawatir hartanya akan menyusut. Kawatir tak ada lagi ruang untuk terus tumbuh dan berkembang. Pada saat itu dia tak henti menyalahkan siapapun termasuk menyalahkan pemerintah. Padahal selama ini dia menikmati kemewahan berkat regulasi pemerintah. Itupun dia tidak sadari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bagaimana dengan &amp;nbsp;kamu ? tanyanya. Saya tersenyum karena dia seakan ingin mengetahui tentang sikap saya ditengah krisis global saat ini. Mungkin dia mencibirkan saya yang tentu lebih sulit dari dia. Ya secara materi , saya bukanlah apa apa dibandingkan dia. Namun secara kejiwaan saya lebih siap menerima kenyataan. Bukankah nasip buruk itu ada ketika kita tidak mengakui ada nasip buruk. Dan nasip baik itu ada ketika kita sadar ada nasip buruk. Begitu kata saya. Dia nampak bingung. Kamu berfilsafat !. Itu tandanya kamu sudah tidak ada lagi kata kata untuk mengungkapkan realitas. Padahal kita hidup dalam realitas. Bangunlah, sahabat. Katanya. Bagi saya bukan soal realitas tapi memang begitulah sikap hidup saya. Bahwa saya tidak pernah menganggap kesenangan dunia sebagai tujuan. Bila kita mengejar kesenangan , harta, kepuasan , kita pasti akan kehilangan semua itu. Yakinlah. Saya bekerja keras dan terus bergerak tanpa kenal lelah. Bukan karena ingin seperti kamu., Kata saya tegas. Dalam banyak hal kita mungkin punya nature sama tapi dalam hal prinsip kita jauh berbeda. Apa itu.. Tanyanya. Yaitu kita memang butuh uang tapi itu bukan segala galanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Memang uang bukan segala galanya tapi segalanya tak bisa dilakukan tanpa uang. Ingat ini era uang yang bicara. Berhentilah berfilsafat, sahabat. Katanya dengan nada mengejek. Kalau begitu , inilah letak persoalan yang sedang melanda kamu, juga sebagian besar kaum seperti kamau. kata saya. Kamu terjebak dalam paranoia akibat keadaan yang tidak bersahabat. Karena kamu hanya yakin bahwa uang adalah segala galanya. Lantas apa yang akan terjadi dengan kamu bila nyatanya uang tidak ada lagi? Apakah kamu &amp;nbsp;akan bunuh diri. Mati? Begitu rendahnya derajat kamu sebagai manusia, yang hanya diukur sebatas lembaran kertas yang di create diatas konsesus politik Negara. Ternyata hidup kamu sangat renta. Hidup diatas created orang lain. Kamu bekerja keras untuk sesuatu yang hampa, mudah diangkat,mudah pula dijatuhkan seperti sekarang ini dan akhirnya meradang.. Kamu lebih lemah dibandingkan simiskin yang tinggal dirumah reot dan berbaju selembar. Berhentilah barang sejenak berpikir soal uang. Lupakan soal masa depan. Lihatlah hari ini dan syukuri sebagai berkah tak terhingga dimana kamu masih bisa bernafas dan menikmati mentari dengan gratis dari Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apa yang harus saya lakukan? Tanyanya. Kini dia mulai tercerahkan. Saya senang karena sahabat saya mulai berpikir rasional. Apa yang harus dilakukan adalah berbuatlah untuk membahagiakan orang lain dengan apa yang kini kamu &amp;nbsp;punyai. Pernahkah kamu berpikir bahwa minuman dan makanan yang terhidang didepan kita harganya sama dengan penghasilan satu bulan buruh di Indonesia ? Pernahkah kamu menyadari ongkos sekali jalan kamu melintasi benua sama dengan penghasilan petani dua kali musim. Pernah kamu menyadari ongkos memanjakan wanita wanitamu sama dengan biaya mahasiswa miskin sebanyak ratusan orang . Pernahkah itu semua terpikirkan. Sementara apa yang kamu belanjakan dari kerja keras itu tak lain hanyalah kesia siaan. Kesenangan yang menyesatkan. Tak ada nilai. Nyatanya ketika uang mulai menyusut, yang pertama kamu pikirkan orang orang terdekat kamu akan meninggalkan kamu. Padahal masih ada yang bisa kamu perbuat dengan sisa harta itu, yang tentu sangat bernilai bagi mereka yang duapa harta. Sedikit bagi kamu namun sangat berarti bagi mereka yang lapar dan tersisihkan oleh kerakurasan orang seperti kamu. Sadarlah…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-4554181197411929263?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/4554181197411929263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=4554181197411929263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4554181197411929263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4554181197411929263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2012/01/can-i-meet-you-to-day-terdengar-suara.html' title='Sadarlah...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D4w759myIm0/TxdwIN-sG9I/AAAAAAAACLA/WXX0peyD2HQ/s72-c/Greedy2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-5701934238741731797</id><published>2012-01-16T23:04:00.019+07:00</published><updated>2012-01-26T18:38:49.141+07:00</updated><title type='text'>The moon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1e46SyEbvwg/TxRKdxIKt6I/AAAAAAAACKw/nItWfSEMad4/s1600/moon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/-1e46SyEbvwg/TxRKdxIKt6I/AAAAAAAACKw/nItWfSEMad4/s200/moon.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Cause I've lost loved ones in my life.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Who never knew how much I loved them.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Now I live with the regret.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;That my true feelings for them never were revealed.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;So I made a promise to myself.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;To say each day how much she means to me.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;And avoid that circumstance.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Where there's no second chance to tell her how I feel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tahukah kamu bahwa bulan hanya nampak indah ketika malam. Cahayanya membiaskan warna perak berkilau pada langit. Terutama ketika dia tampil utuh bulat. Sang pujangga memandang kebulan, syair dan prosa tercipta. Sang pencinta akan mengurai bait bait cinta. Walau orang telah pergi kebulan dan telah pula menginjak bulan ternyata taka da yang luar biasa namun bulan tetaplah lambang cinta, lambang perasaan terdalam untuk mengungkapkan sepatah kata tentang cinta. Tentang makna dari sebuan kerinduan yang tak bertepi. Pernahkah kamu melihat bulan bulat mengkilat cahaya keperakan? &amp;nbsp;Mungkin pernah, yak an. Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan. Pada saat itu orang &amp;nbsp;Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bagi orang china ketika bulan penuh adalah saatnya untuk bertemu dan melabuhkan hatinya. Mengapa ? ada hikayatnya, pada suatu waktu, ada seorang putri terkurung di bulan. Namanya &lt;i&gt;Chang Erl&lt;/i&gt;. Kekasihnya, &lt;i&gt;Hou Yi&lt;/i&gt;, si pemanah ulung yang berhasil memadamkan sembilan matahari dengan anak-anak panahnya. Mereka hanya bisa bertemu sekali dalam setahun, bertemu pada saat bulan paling sempurna untuk rindu yang tidak pernah purna, tidak pernah punah. Orang-orang Cina menyebut saat itu sebagai zhong qiu ye wan. Konon, pada saat itu &lt;i&gt;Chang Erl&lt;/i&gt; akan menjatuhkan kembang bulan untuk sepasang sejoli. Begitulah ceritanya. Tak lebih berbicara tentang kekuatan cinta, Power of love.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi bagiku dan kamu , bagaikan bulan diatas sana dan aku dibumi ini. Jarak yang terlalu jauh untuk bersidekat kecuali hanya sekedar memandang dengan sejuta imaginasi tentang cinta. Seperti ungkapakan lagu &amp;nbsp;&lt;i&gt;Yue Liang Dai Biao Wo De Xin&lt;/i&gt; &amp;nbsp;( Sang bulan perwujudan hatiku ). Lagu itu pernah dipopulerkan oleh Teresa Tang. Lagu yang sangat dalam maknanya. Tentang sebuah cinta. Tentang harapan. Tentang sesuatu yang tak mudah dilupakan. Betapa tidak ? &lt;i&gt;Ni wen wo ai ni you duo shen&lt;/i&gt;&amp;nbsp;( kau bertanya padaku betapa dalam cintaku padamu? ) &amp;nbsp;&lt;i&gt;Wo ai ni you ji fen&lt;/i&gt;, (betapa aku benar benar mencitaimu). Namun bagaimana bila tanya itu tidak pernah sampai kepada wanita yang dicintainya ? entah apakah wanita itu sadar atau tidak bahwa seorang pria mencintainya. Kamu tidak akan pernah mengerti betapa aku tak henti menanti untuk sebuah kata yang sebetulnya tak sulit aku katakan. Namun ketika itu, tiga puluh &amp;nbsp;tahun yang lalu aku terlalu lemah untuk bersikap. Aku hanya bisa memandang mu dari jauh dan jauh. Karena aku dibumi dan kamu dibulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akhirnya sampai pada saatnya aku tak lagi bisa memandangmu dari jauh. Aku sadar jarak kita terlalu jauh. Tak elok bagi pria hidup dalam imaginasi. Memang aku butuh kekuatan itu , untuk sekedar meyakinkan bahwa aku bisa menjadi pemanah hebat. Namun aku bukan pemanah. Aku terlalu lemah. Aku pergi dengan perasaan hatiku dan kamu entahlah. Kucoba untuk melupakan semua kenangan terindah walau hanya sekedar bertatapan. Tahukah kamu bahwa perjalanan hidupku tak sepi dari kesulitan yang mendera dan &amp;nbsp;aku selalu bisa berdamai dengan kesulitan itu. Namun hal yang tersulit bagiku adalah melupakanmu. Aku sadar mungkin inilah yang disebut dengan bertepuk sebelah tangan. AKu berharap lebih dan kelebihan itu tak kumiliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Masih lekat dalam ingatanku betapa &amp;nbsp;berbunganya hatiku ketika kamu memintaku datang kerumahmu untuk membantumu menyelesaikan tugas dari sekolah. Hatiku berdetak kencang ketika berdekatan denganmu, berdua saja. Tak sanggup aku melirikmu kecuali hanya menatap lembaran kertas. Waktu berlalu begitu singkatnya dan akhirnya aku harus pulang setelah tugas dari sekolah usai dikerjakan. Setiap langkah pulang kerumah, terasa ringan. Hatiku berkata, ruang hatiku ada untukmu.There is always space for you in my heart. Semoga kamupun merasakan itu. Ya kan. Benarkah ? entahlah. Keesokan harinya aku hanya bisa mencuri pandang dari kejauhan. Kadang menatap punggungmu dari belakang. Kau tersenyum indah, tapi bukan untuk ku. Kamu tertawa dan bercengkrama tapi bukan bersama ku. Aku hanya bisa memandang dari kejauhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Berpuluh tahun setelah itu, setiap kali bertemu teman sekolah kita dulu, &amp;nbsp;ingin aku bertanya tentang mu tapi aku tak sanggup untuk bertanya. Padahal tak mengapalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;bila aku bertanya tentangmu. Sekedar memastikan kamu bahagia bersama pria yang kamu cintai dan tentu juga mencintaimu. Tapi itupun aku tak sanggup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mungkin aku sanggup mengarungi samudra, melintasi lima benua, membenamkan diri dalam dunia yang keras tak bersahabat ini, berada ditengah tengah orang yang rakus dan siap memangsa silemah. Namun aku terlalu lemah bersikap untuk sepatah kata tentang cinta, walau hanya sekedar kata terucap...aku tetap tidak sanggup. Waktu berlalu, tentu kamu tak lagi mengingatku. Mungkin kamu sudah sibuk dengan anak anakmu dan cucumu. Dan itu pasti. Aku sadar sesadarnya. Tapi aku tetap mengingatmu, selalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Entah kenapa menjelang musim dingin , diujung musin gugur ketika kaki menjejak café lounge executive Paninsula Beijing, terdengar lagu &amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=bv_cEeDlop0"&gt;Yue Liang Dai Biao Wo De Xin&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; begitu merasuk kedalam hatiku, wajahmu membayang. Ya, Dalam usia yang semakin menua, sampai kini aku hanya mampu mengingat , untuk ku tetap bisa tersenyum dengan perjalanan hidupku. Salahkah itu ? Oh cinta bukanlah dosa. Cinta adalah anugerah terindah dari Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy). Kesalahanku hanya satu, aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan perasaan hatiku, bahwa aku mencintaimu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Inilah takdirku.&amp;nbsp;Walau&amp;nbsp;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;jiao wo si nian dao ru jin&lt;/i&gt;. Mengapa ? akupun tidak tahu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kehidupan didunia ini serba fana dan tak ada satupun orang berhak memilikinya kecuali Allah. Karena Allah, &amp;nbsp;pesan cinta datang kepadaku dan karena Allah pula aku berdamai dengan kenyataan bahwa cinta tidak harus memiliki. Semua berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Tahukah kamu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-5701934238741731797?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/5701934238741731797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=5701934238741731797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/5701934238741731797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/5701934238741731797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2012/01/moon.html' title='The moon'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1e46SyEbvwg/TxRKdxIKt6I/AAAAAAAACKw/nItWfSEMad4/s72-c/moon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2864558593122797560</id><published>2012-01-11T19:38:00.001+07:00</published><updated>2012-01-11T19:44:07.262+07:00</updated><title type='text'>Kalah...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-79-V-0drZjE/Tw2CtPmNdlI/AAAAAAAACJY/YuA9wC_f0Jo/s1600/sholat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-79-V-0drZjE/Tw2CtPmNdlI/AAAAAAAACJY/YuA9wC_f0Jo/s200/sholat.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kedatangannya ke kota kelahirannya disambut dengan sangat antusias oleh penduduk desa. Setelah hampir 6 tahun tinggal dikota sebagai mahasiswa. Sukri kembali dengan ijazah keserjanaanya. Orang didesanya juga terkagum kagum bila mendengar Sukri bicara. Karena bahasanya sudah seperti pejabat dari pusat datang. Terlalu banyak istilah yang tidak mereka mengerti tapi itu justru membuat mereka kagum. Nampaknya sekarang gaya bahasa lebih dihargai daripada apa yang dikatakan. Sebagai kampong nelayan , kehidupan Desa tidaklah semeringah desa lain. Memang kehidupan nelayan di negeri ini dari dulu sampai sekarang memang diabaikan. Para petan patut bersyukur karena didukung oleh Departement Pertanian dengan dipimpin oleh Menteri Pertanian. Tapi tidak ada menteri Nelayan. Yang ada hanya menteri kelautan yang mengurus isi laut tanpa peduli dengan mereka yang hidup dari laut. Karena itulah , masyarkat desa sangat berharap agar Sukri dapat membantu pembangunan Desa atau setidaknya menyadiakan rumah sekolah madrasah untuk anak anak nelayang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Kita harus creative membangun desa Banyak cara untuk mendapatkan sumber dana. “ Mata Sukti menatap kesemua penduduk desa yang hadir dalam rapat desa. Mereka melongok Mungkin tidak mengeri apa yang dimaksud dengan creative. “ Di zaman yang serba maju ini , kita tidak akan dapat belas kasihan dari mereka yang mampu tanpa ada upaya menarik mereka membantu kita. Mungkin didesa kita ini tidak ada orang kaya yang bisa diandalkan sebagai donator membangun desa. Tapi banyak industri yang menjual barangnya untuk dibeli oleh masyarakat desa ini. “ Sukri nampak bersemangat dengan kata katanya. Masyarakat desa masih bengong. Mungkin belum tahu kemana arah pembicaraan Sukri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Kita akan adakan acara besar besaran didesa ini hingga memungkinkan mempunyai daya tarik bagi desa tetangga untuk datang. Dari kumpulan orang yang banyak ini maka kita dapat menawarkan proposal kepada perusahaan besar untuk menjadi sponsor. Mereka pasti mau menyumbang kegiatan kita karena penting bagi promosi produknya. Dana itu akan kita gunakan membangun sekolah madrasah.” Sukri berhenti bicara sampai pada kalimat ini. Matanya memandang kepada semua hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Bagaimana apakah setuju dengan rencana ini “ sepontan pertanyaan Sukri ini dijawab dengan tepuk tangan oleh para hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Rencana kegiatan kita apa ? “ Tanya sekretaris Desa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Itu yang harus kita bicara malam ini. Yang penting semua sudah setuju dengan gagasan ini. Nah, kegiatan itu haruslah memenuhi syarat dimana mampu mengundang massa, biaya yang murah dan mampu menarik sponsor untuk membayar program desa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ya setuju ….” Teriak serentak para hadirin. Sukri tersenyum sambil menatap Kepala Desa beserta para jajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Bagaimana bila kita mengadakan acara dangdutan. “usul kepala desa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tidak mungkin Pak. Karena anggarannya besar. Kita harus bikin panggung yang besar. Biaya keamanan yang tidak gratis. Sementara yang hadir hanya kalangan anak muda. TIdak semua penduduk desa suka hadir ditengah acara itu Ini tidak menarik bagi sponsor. Dan lagi penduduk desa ini sangat fanatic soal goyang dangdut” Sukri mematahkan usul kepada desa. Matanya masih menatap para hadirin. Dia tersenyum kemenangan ketika alasannya diterima oleh para hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Bagaimana dengan kegitan kesenian tradisional Tentu ini akan menarik penduduk desa beramai ramai datang “ Usulan disampaikan kembali oleh Pak Luran yang nampak belum mau kalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Siapa yang mau datang dalam acara ini. Paling paling orang tua uzur. Dan lagi mana ada sponsor yang mau membayar kegiatan kesenian tradisional. Jangan jangan malah kita tekor .” Sukri kembali mematahkan usulan Kepala Desa. Dia tetap tersenyum kemenangan ketika sanggahannya diterima oleh para hadirin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Lantas apa kegiatan yang akan kita adakan ? Kepala Desa sudah mulai bosan dengan argumentasi dari Sukri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Kita akan mengadakan Dakwah Akbar didesa ini dengan mengundang Dai terkemuka yang sering muncul di TV. “ Kemudian Sukri menyebut nama Dai kondang tersebut. Mereka yang hadir semua bertepuk tanda setuju. Sukri bangga dengan dirinya pada acara ini. Dia yakin kelak dalam pemilihan kepala desa berikutnya dia akan terpilih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Dengan kita mengundang Dai ini maka TV akan meliput acara ini dan sangat menguntungkan bagi pihak sponsor. Karena akan memperluas tayangan pesan sponsornya keseluruh negeri. Penduduk desa yang ada disekitar kita akan berduyun duyun datang kedesa kita. Desa ini akan dikunjungi banyak orang. Untuk mendatangkan pendapatan sampingan dari acara ini ,kita akan menjual lapak kaki lima yang ada dsekitar tempat acara kepada pedagang yang menjual barang dagangannya. “ Semua hadirin bertepuk tanda setuju secara aklamasi atas usulannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Kita sepakat semua untuk mendukung acara ini dengan menunjuk Sukri sebagai ketua panitia. Segala sesuatunya menjadi tanggung jawab sukri untuk acara ini sukses. “ Kepada desa memberikan kesimpulan rapat “ Apakah Setuju” Penduduk desa menjawab “ Setuju “ Kemudian palu diketuk dimeja. Rapat ditutup. Semua hadirin menyalami Sukri. Semua kagum dengan kehebatan Sukri.. Orang tuanya bangga. Semua penduduk desa yang mempunyai anak wanita berharap mendapatkan Sukri menjadi menantu. Sukri pulang kerumah dengan bangga. Tekadnya telah bulat untuk membuktikan kepada masyarakat desa bahwa dia adalah orang yang patut diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan gagasannya ini Sukri mulai terkenal. Dia mulai sibuk. Membuat proposal atas nama yayasan. Agar mudah menarik bagi sponsor untuk membantu. Juga memberikan kesan kepada sang Dai agar bersedia hadir dalam acara. Suratpun dikirim kealamat sang Dai dan dalam satu minggu Sukri mendapatkan jawaban bahwa Dai tersebut setuju untuk hadir. Untuk itu Sukri diminta datang kejakarta untuk membicarakan segala sesuatunya. Surat ini diperlihatkan kepada kepala desa dengan perasaan bangga. Terbukti bahwa idenya cemerlang. Buah kerjanya mulai menampakan hasil. Sebelum berangkat ke Jakarta Sukri sudah meminta kepada kepala desa untuk mengumunkan ini kepada penduduk desa tetatanga. Maka undanganpun disebar. Keadaan semakin ramai. Lapak kaki limapun sudah mulai dipasarkan. Proposal sponsorpun sudah mulai dikirim kepda beberapa perusahaan. Termasuk kepada industri yang memproduksi rokok. Walau dia tau bahwa rokok itu makruh dan tidak pantas sebagai penyandang dana untuk acara tablik akbar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sukri berangkat ke Jakarta diantar sampai terminal oleh seluruh pamong desa beserta tokok masyarakat desa. Sukri nampak lemas ketika keluar dari kediaman Dai tersebut. Matanya sayu menatap awan dilangit. Mungkin dia berharap langit lebih baik runtuh menimpanya. Secarik kertas didalam amplop ditanganya telah membuat dia kehilangan kendali ketika menyeberang jalan. Sukri membayangkan banyak hal yang menakutkan tentang masa depannya didesa. Juga takut akan rusak nama baiknya yang sudah terlanjur harum. Tiba tiba kendaraan truk trailer menghantam tubuh kerempengnya. Sukri terpental dan tak bergerak. Kepalanya hancur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Polisi datang dan membawa mayat sukri ke rumah sakit ,sambil menunggu keluarganya datang menjemput. Ketika keluarganya datang , Polisi memperlihatkan jasad Sukri yang ada dikamar mayat untuk dikenali oleh keluarganya. Setelah yakin pasti bahwa itu adalah mayat yang dikenal mereka maka Polisi menyerahkan isi dompet beserta satu amplop putih yang dilumuri darah kering kepada keluarganya. Amplop itu dibuka , orang tuanya menyerahkan surat tersebut kepada kepala desa. Yang nampak sangat terkejut dan menyadari bahwa inilah penyebab kematian Sukri. Sukri menabrakan diri kemobil. Begitu keyakinannya. Isi surat ini menjawab itu semua. “ Kami selaku manager dari pak Kiyai memastikan siap hadir dalam acara saudara dengan kondisi , ……………… “ Kepala Desa ,usai membaca surat tersebut berkomentar “wah ternyata lebih mahal daripada mengundang dangdutan dan lebih tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan jalan desa yang berlobang lobang ….sejauh 10 km dari pinggir jalan raya…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mayat Sukri diantar oleh seluruh penduduk desa ketempat peristirahatannya terakhir. Sukri akan selalu dikenang oleh penduduk desa sebagai orang yang mampu memberikan harapan kepada mayarakat walau harapan itu tidak menjadi kenyataan. Bagi kepala desa dengan menyimpan rahasia dari amplop itu adalah lebih baik daripada membocorkannya yang akan membuat masyarakat semakin putus asa. “ Sukri mampu menyelesaikan pendidikanya sampai keperguruan tinggi tapi tidak mampu menerima kenyataan hidup yang memang tidak ada lagi yang gratis dinegeri ini. Dia dikalahkan oleh dirinya sendiri karena ambisinya sendiri” Demikian kesimpulan kepala desa itu terhadap sosok seorang Sukri. Yang pasti bila Dai itu muncul di TV maka dia akan memalingkan wajahnya ketempat lain namun tetap senang mendengar kotbahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2864558593122797560?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2864558593122797560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2864558593122797560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2864558593122797560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2864558593122797560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2012/01/kalah.html' title='Kalah...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-79-V-0drZjE/Tw2CtPmNdlI/AAAAAAAACJY/YuA9wC_f0Jo/s72-c/sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-718016109252909432</id><published>2012-01-11T19:27:00.000+07:00</published><updated>2012-01-11T19:27:33.792+07:00</updated><title type='text'>Mencari Wanita ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dux90G5E5FQ/Tw2ACMl0DVI/AAAAAAAACJQ/WmxuwxNk75o/s1600/muslimah-pic.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-dux90G5E5FQ/Tw2ACMl0DVI/AAAAAAAACJQ/WmxuwxNk75o/s200/muslimah-pic.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Musim berganti dan tahun demi tahun terlewati. Wanita dalam hidupnya datang dan pergi begitu saja. Semudah meraih , semudah berlalu. Easy come , easy go. Kadang dia menganggap betapa berpihaknya keberuntungan dalam hidupnya bila semua apa yang dia mau dapat dengan mudah dia peroleh. Tapi semudah dia dapat semudah itupula menimbulkan kebosanan. Kering tanpa warna. Namun , kini masalahnya lain. Dia disudutkan oleh sang waktu. Lima jam lagi , dia harus bisa mendapatkan wanita untuk memastikan kehadirannya dalam suatu acara tidak dipermalukan. Satu persatu wanita yang selama ini dikencaninya , dihubunginya. Tapi tak ada satupun yang punya waktu untuk acara itu. Mereka semua sibuk. Tentu begitulah keadaan sebenarnya tentang wanita yang selama ini dia kenal.. Yang begitu mesra ketika mereka membutuhkan biaya tagihan atau lainnya.Semua mereka yang tercantik selalu manja. Selalu ingin diperhatikan dan dimaafkan. Walau kadang dia ingin marah. Namun akhirnya dia menyadari bahwa dia tidak lebih hanyalah pecundang dihadapan wanita wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bila sudah begini benarlah apa kata sahabat dekatnya “ Kau tidak pernah bisa memiliki mereka selagi kau menganggap mereka bisa kau beli dengan uang mu. Cobalah melihat wanita dari sisi lain. Setidaknya , dari apa yang ada dalam dirimu sendiri. Bukan karena apa yang terkemas dari penampilan mu. Mungkin dengan begini kau akan dapat merasakan arti sesungguhnya dari kehadiran wanita. “. temannyai ada benarnya. Tapi dia belum dapat menerima sepenuhnya. Karena semua wanita yang ditemuinya dalam hidup adalah mereka yang membutuhkan kualifikasi seperti apa yang dia miliki. Untuk itu temannya punya penilaian sendiri “ Keluarlah dari lingkunganmu. Karena dunia ini terlalu luas dan kehidupan bukan hanya ada dalam lingkunganmu. Masih ada dunia lain yang harus kamu kenal. Mungkin dari dunia ini kamu akan menemukan sesuatu yang lain. Sesuatu yang berbeda, yang akan membuat kamu lebih bijak menyikapi hidup. “Masalahnya sekarang dalam lima jam dia harus menentukan sikap untuk tetap dalam dunianya atau keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam kebingungan seiring berjalannya waktu detik demi detik, akhirnya dia memaksakan diri untuk keluar dari Hotelnya. Seorang diri berjalan menyusuri kota. Berjalan kaki dimalam hari. Sesuatu yang hampir tidak pernah dia lakukan..Pakaian yang dikenakanpun sangat sederhana. Tidak bermerek seperti yang selama ini dia gunakan. Dia ingin tampil seperti orang yang berjalan kaki dikota ini. Masalahnya kemana langkah akan diayunkan untuk mendapatkan seorang wanita ditengah kerumunan penduduk kota ini. Dia tidak mau berlama lama dalam pencarian. Uang ditangannya tentu dapat menolongnya. Disalah satu Mall , dia melihat ada wanita berjalan seorang diri. Berpakaian muslimah. Entah mengapa dia begitu tertarik dengan pancaran aura dibalik wajah wanita itu. Usia wanita itu ditaksirnya tidak lebih dari 25 tahun. Sangat anggun. Seperti ada magnit yang memaksanya terus mengikuti wanita itu berjalan. Ada pertarungan didalam dirinya untuk menyapa atau membiarkan wanita ini berlalu dari hadapannya. Sebagai bisnisman yang selalu tangguh menangkap setiap peluang maka keberanian untuk mengambil resiko mendorongnya untuk menyapa wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Maaf. Apakah anda dapat menolong saya “ tanyanya kepada wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tentu. Katakan “ jawab wanita itu dengan senyum.“ Saya membutuhkan wanita untuk menemani saya dalam suatu acara. Apakah anda dapat membantu saya “ Entah mengapa kata kata itu keluar dari mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Maksud anda ? “ wanita itu mengerutkan kening&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;.“ Maaf. Saya hanya ingin , kalau mungkin anda dapat membantu saya mendapatkan wanita. Hanya untuk acara malam ini. Itu saja. “ Dia sekarang nampak bodoh dihadapan wanita itu. Tidak nampak rasa percaya diri yang selama ini dia banggakan sebagai businessman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Acara apa ?” Wanita itu mulai menampakan sosok kepolosannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Teman baik saya mengundang saya untuk acara resepsi pernikahannya. Saya butuh wanita mendampingi saya. Itu saja. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Jam berapa ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ jam 7 “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Artinya empat jam lagi “ wanita itu melirik jam tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ ya. “‘&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Mengapa anda tidak membawa pacar atau istri anda “ Tanya wanita itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Saat ini tidak ada yang dapat saya ajak untuk menemani saya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Mengapa “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Karena memang tidak ada “Wanita itu terdiam. Namun matanya melirik kearahnya. Sepertinya sedang memperhatikan sosok dirinya yang nampak bodoh. Atau wanita ini tidak mempercayainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Maaf. Kalau anda tidak bisa membantu , ya tidak apa. Saya hanya berusaha ditengah keterasingan dikota ini.” Dia segera ingin mengakiri kebodohannya dihadapan wanita ini dan keluar dari percakapan adalah lebih baik daripada ditertawakan . Diapun segera berlalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Pak, eh Mas ...” terdengar suara wanita itu yang membuatnya menghentikan langkahnya. Dilihatnya wanita itu tersenyum. “ Saya punya teman yang mungkin tidak cantik dan tidak sepadan untuk mendampingi anda dalam acara itu. Dia sangat membutuhkan uang untuk kekasihnya. Mungkin anda dapat membantunya.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Berapa dia butuh uang. “ tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Berapa anda bisa membantunya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Saya tidak tahu. Katakan. Mungkin saya dapat membantunya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ walau dia tidak cantik. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tidak masalah. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Mungkin Rp. 500,000 cukup “ kata wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Baik. Saya akan bayar setelah usai acara. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tidak ada masalah. Itu akan saya bayar dulu. Yang penting anda setuju. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Terimakasih. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tapi ada lagi yang harus anda ketahui tentang teman saya ini “ Kata wanita itu yang membuat dia terkejut “ Dia sudah punya kekasih yang tidak mungkin dia khianati.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tidak ada masalah. Saya hanya ingin dia mendampingi saya untuk acara itu “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ada lagi “ kata wanita itu.:”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Sebutkan “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Umurnya tidak muda lagi. Tapi juga tidak terlalu tua untuk anda. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘ TIdak ada masalah. ““ Dan yang terakhir adalah dia lumpuh.. “ kata wanita itu yang membuat dia berpikir bahwa wanita ini sedang mempermainkannya “ Apakah anda setuju “ lanjut wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Baik. Bagaimana dia bisa datang dalam acara itu bila dia lumpuh. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Andalah yang akan menuntunnya. “ jawab wanita itu dengan senyum. “ Kalau anda setuju maka saya akan memberikan alamatnya. Jemputlah dia satu jam sebelum acara. Saya akan pastikan dia untuk siap siap menanti anda. Bagaimana ?“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia terdiam sambil menatap keanggunan wajah wanita ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Cepatlah ambil keputusan. Karena waktu anda tidak banyak” Kejar wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Baiklah, Saya setuju” Jawabnya tegas. Wanita itu menulis alamat dan menyerahkan kepadanya. Diapun berlalu.Yang terbayang olehnya adalah dia akan dipermalukan oleh teman temannya dalam acara itu. Karena membawa wanita invalid. Tapi pengalamannya dalam negosiasi bisnis memang mengajarkan banyak hal bahwa tidak selalu keputusan yang buruk akan menghasilkan yang buruk. Karena tidak ada manusia yang dapat menjamin masa depan. Bersikap dengan jelas adalah lebih baik daripada tidak sama sekali. Apalagi dia bersikap karena seorang wanita yang telah membuatnya terpesona.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Segera dia kembali kehotel untuk bersiap siap menjemput wanita yang akan mendampinginya dalam suatu acara resepsi.Tepat satu jam sebelum acara dimulai dia sudah berada didepan rumah wanita calon pendampingnya. Rumah itu tidak berada dikawasan mewah. Terlalu sederhana. Dia tetap datang dengan kesederhanaannya. Datang dengan angkutan umum dan berpeluh karena harus meradang panas ditengah himpitan banyak penumpang didalam bus. Dia sudah merencanakan untuk membawa wanita pendampingnya dengan taksi. Tadi sebelum dia berangkat menjemput, dia sempat menelphone sahabatnya. “ Temuilah wanita itu. Suka atau tidak suka , kamu telah mengambil keputusan yang benar. Itulah dunia lain yang harus kamu kenal.” Saran ini pulalah yang menguatkan niatnya untuk datang kealamat yang diberikan wanita yang tadi ditemuinya di Mall.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pintu terkuat dan nampak wanita setengah baya didepannya “ Anda yang ingin menjemput anak saya . ya. “ Wanita itu melirik keseluruh tubuhnya tapi tetap dengan pancaran wajah keibuanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Betul. Seseorang yang saya lupa menanyakan namanya telah memberikan alamat ini kepada saya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ ya. Silahkan masuk. “ wanita itu membawanya keruang tamu yang sederhana “ Duduklah, Sebentar lagi anak saya akan menemui anda. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia terkejut. Didepannya nampak wanita cantik telah berdiri. Dengan berbalut pakaian muslimah , maka lengkaplah keanggunan wanita ini. Tapi dia tenangkan pikirannya karena wanita yang ada didepannya bukan wanita yang akan dijemputnya. Dihadapannya kini adalah wanita yang tadi ditemuinya di Mall.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Saya menepati janji saya untuk menjemput wanita yang ada recomendasikan,” katanya yang tak berani menatap wanita itu berlama lama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Aku wanita yang akan mendampingi mu. “ Kata wanita itu dengan tenang dan tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tapi anda lumpuh “ katanya dalam kebingungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Benar. Saya hanya bisa melangkah bersama pria yang dapat menuntun saya kejalan yang benar.” Kembali wanita itu berbicara tentang sesuatu yang membuat dia tersudut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ apakah mungkin saya dapat menuntun anda “ tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Wanita itu tidak menjawab tapi langsung berdiri “ Apakah anda akan terus disini atau pergi ketempat acara teman anda”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tentu. Tentu dan itu bersama anda. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia menjawab sambil berdiri.“ ya..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kehadirannya bersama wanita ditengah acara dimana para sahabatnya hadir telah membuat dia merasa memiliki seisi dunia. Wanita ini memukau seluruh pria yang meliriknya. Ada kebanggaan sebagai pria karena didampingin wanita anggun. Dapat berbaur dengan berbagai kalangan namun tetap santun bersikap. Ketika acara usai, Dia mengantar wanita itu pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Semua yang hadir menghormati anda. “ kata wanita itu ,sambil meliriknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Karena sebagian dari mereka berharap sesuatu dari saya ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Apakah anda menyukai mereka ‘&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;’“ Saya tidak tahu. Mereka adalah kumpulan orang yang pandai berpura pura. Samahalnya dengan saya. Tolong jangan lihat saya dari apa yang mereka lihat terhadap saya.’’ Dia tertunduk dihadapan wanita itu. ‘’ Anda harus segera pulang karena saya tidak ingin kekasih anda marah. “ Kemudian dia menyerahkan cek ketangan wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Anda salah menulis cek.’’ Wanita itu kembali menyerahkan cek setelah menerimanya. “ Saya minta lima ratus ribu ‘’ Wanita itu mengingatkan jumlah yang harus diterimanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Oh maaf. Saya tidak tahu. Karena cek itu diantar oleh staff saya tadi, tanpa saya periksa terlebih dahulu’’ Katanya tergagap. Sebetulnya dia sudah berencana untuk menggoda wanita ini agar tertarik dengannya. Uang sebanyak itu berharap dapat membeli perhatian wanita ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Jumlahnya bukan Rp 500 ribu tapi Rp 500 juta ‘’ kata wanita itu mengerutkan kening’’begitu tidak berartinya jumlah uang bagi anda. Sehinga anda tidak bisa membedakan ribu dan juta “ sambung wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Maaf. Saya tidak memperhatikan cek itu. Tapi terimalah. “ Hanya itu yang dapat dia katakan karena menyadari bahwa wanita ini memang tidak mudah dibeli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Terimaksih. " Wanita itu menjawab dan memasukan cek itu kedalam tasnya. Dari balik wajah wanita itu nampak kesan ringan tanpa berlebihan ketika menerima uang sebanyak itu dan berkata , " Mari antar saya pulang karena kekasih saya sudah menunggu saya. " Wanita itu agak sungkan melangkah masuk kedalam mobil mewah yang sudah siap didepan gedung pertemuan itu. “ Silahkan masuk. .Kalau anda tidak berkenan, kita bisa naik taksi atau angkutan umum, atau terserah apa yang anda mau “ Dia berusaha membuat wanita itu nyaman dengan sikapnya. Tapi wanita itu hanya tersenyum dan masuk kedalam mobil. Tidak duduk dibalakang tapi didepan. Sama seperti tadi ketika pergi naik taksi. Dia hanya diam tanpa protes walau dia ingin sekali bersama wanita itu duduk berduaan dibelakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Dimana alamat kekasih anda. “ Tanyanya. Wanita memberikan alamat kepada supir. Dia hanya terdiam.Kendaraan berhenti tepat didepan sebuah gedung yang bertuliskan” panti asuhan.” Dia merasa aneh. Mungkinkah kekasih wanita ini pengurus dari panti asuhan. Kalau benar maka dia pantas cemburu. Tapi dia tetap tegar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Apakah saya boleh turun menemani anda kedalam atau saya harus menunggu didalam mobil “ tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Saya akan sangat senang bila anda mau masuk kedalam bersama saya” jawab wanita itu dengan senyum indahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Apakah kekasih anda tidak cemburu dengan kehadiran saya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Mari ” sahut wanita itu sambil keluar dari kendaraan tanpa berusaha menjawab pertanyaannya. Dia menuruti langkah wanita itu dari belakang. Namun wanita itu berusaha berjalan disampingnya tanpa merapat ketubuhnya. Kehadiran dia bersama wanita itu disambut oleh pengurus Panti Asuhan. Seorang ibu setengah baya. Yang langsung merangkul tubuh wanita itu dengan hangat. Yang kemudian menyalami dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Maaf , Bu. Saya tidak bisa berlama lama disini. Ini ada uang untuk anak anak yang minggu lalu saya janjikan. Maaf saya terlambat karena honor menulis saya belum juga turun dari redaksi.” Kata wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Uang ini terlalu banyak, anakku. “: Kata ibu itu sambil membaca cek yang diserahkan wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ya terimalah uang itu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Darimana kamu dapatkan uang sebanyak ini “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Dari seseorang hamba allah “ kata wanita itu sambil melirik kearahnya. Dia tersipu namun tetap diam tanpa komentar namun terselip kekaguman yang luar biasa. Karena wanita ini barusan saja melepaskan Rp. 500 juta dari genggamannya hanya untuk kebahagiaan penghuni panti. Sementara dia tahu betul bahwa wanita ini bukankah dari keluarga yang berlebih harta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Katakan pada seseorang itu. Kami dan anak anak yang ada di panti ini akan selalu mendoakan agar hamba allah itu diberkati hidupnya dan dimudahkan rezeki , juga jodohnya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Amin.. “ jawab wanita itu, Kemudian dipeluknya ibu itu sambil pamit untuk pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mereka melangkah keluar dari panti itu. Sementara dia masih bingung. Dimanakah kekasih yang dimaksud oleh wanita ini. Permainan apalagi yang dibuat wanita ini yang selalu membuat kejutan dan membuat dia bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“‘ Dimana kekasih mu ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Ditempat ini " kata wanita itu menunjuk kearah panti " dan ditempat dimana saja ada orang yang teraniaya, dikejar hutang, kelaparan dan terjajah, sakit, terkena musibah. Disitulah kekasih saya hadir. Kepadanyalah saya berhutang seumur hidup untuk berbakti kepadanya.’’ Kata wanita itu yang membuat dia bertambah bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ Katakan pada saya, siapakah yang telah membuat wanita secantik kamu bertekuk lutut’’ tanyanya. Wanita itu menatapnya sambil menoleh kebelakang. Sejurus kemudian dia kembali menghadap kedepan tanpa suara. Tidak ada jawaban keluar dari mulut wanita itu. Diapun tidak ingin memaksa. Ketika kendaraan sampai didepan rumah. Wanita itu keluar sambil berkata‘’ Terimakasih untuk segala galanya ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ apakah mungkin saya mendapatkan jawaban tentang siapa kekasih anda sebenarnya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘’ apakah itu perlu ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ya. Kalau anda tidak keberatan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Dialah Tuhan. Dialah yang selalu saya kejar cintanya. KepadaNyalah saya menggantungkan hidup dan mati saya. Hanya kepadanya saya berharap perlindungan’’ Kemudian wanita itu melangkah masuk kedalam rumah.Dia terdiam lama dan terus menatap rumah wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Pak, apakah kita bisa pulang sekarang “ Tanya supirnya yang membuat dia terkejut”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Pulang kemana??? “ tanyanya bingung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Kembali ke hotel bapak.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Tdak !.Antar saya kemesjid. “ katanya tegas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Supir itu melajukan kendaraannya ketempat dimana dia harus menyapa sang kekasih pemberi cinta yang sesungguhnya. Yang selama ini selalu terlupakan hingga membuat dia terjerat dalam kesendirian ditempat ramai dan kekeringan ditengah hujan lebat.“ Tuhan, beri aku kekuatan menerima kelemahanku. Beri aku kebijakan melawan nafsuku. Beri aku keikhlasan menerima apapun darimu. Hidupkanlah aku hanya karena ingin mengejar cintamu tanpa berharap sorga mu karena aku tidak sanggup menerima beratnya siksa neraka. “ Terdengar suaranya berdoa dalam isak tangis. Berharap dipenghujung tahun ini dia dapat mengakiri semua kebodohannya. Semoga ditahun depan adalah tahun tahun yang akan mengantarkannya kepada kemenangan seiring dengan lantunan “ Marilah sholat, Marilah sholat, Marilah menuju kemenangan... dan agar dia pantas untuk menjadi penuntun bagi wanita yang kelak akan mendampinginya menuju keridhoan Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-718016109252909432?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/718016109252909432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=718016109252909432' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/718016109252909432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/718016109252909432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2012/01/mencari-wanita.html' title='Mencari Wanita ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dux90G5E5FQ/Tw2ACMl0DVI/AAAAAAAACJQ/WmxuwxNk75o/s72-c/muslimah-pic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-3311243825142659254</id><published>2012-01-07T19:44:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T19:44:46.393+07:00</updated><title type='text'>Teramat luas...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lDihnNb-Hao/Twg925JccyI/AAAAAAAACIs/q64gzEzWfmc/s1600/nikmatAllah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-lDihnNb-Hao/Twg925JccyI/AAAAAAAACIs/q64gzEzWfmc/s200/nikmatAllah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pagi yang cerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Mas, hati hati ya “ Kata istrinya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ayah , jangan lupa ya pulangnya cepat ya. Oki mau belajar iqro” Kata si sulung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Ola , juga mau relajar Iqlo seperti aak “ Kata sibungsu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Rukman menatap mereka semua dengan senyum ceria. Diangkatnya sibungsu sambil mencium gemas. Namun sisulung tak ketinggalan memeluk kakinya. Semua itu disaksikan oleh istrinya dengan senyum. Pagi yang selalu ceria. Selalu ada senyum diantara mereka. Inilah yang membuat Rukman merasa kebahagiaan begitu sempurnanya diberikan Allah kepada nya. Istri yang soleh dan anak anak yang tumbuh sehat. Mereka adalah keluarga muda ditengah belantara kota jakarta yang ganas. Semua kebutuhan hidup tidak ada yang murah. Lingkungan yang keras. Membuat penduduknya sulit memberikan apapun walau itu sebuah senyuman. Disini semua orang saling curiga dan berprasangka buruk satu sama lain. Hanya karena ingin cari selamat dan aman untuk diri masing masing. Semua diukur dengan uang dan pamrih adalah keseharian penduduk kota. Tapi Rukman , tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Ayah pergi dulu ya ” Serunya sambil melangkah ringan keluar rumah ” Daaaah ” Serunya lagi. Disambut oleh istri dan anak anaknya ” Daaah..ayah...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sudah sepuluh tahun sejak dia terkena PHK, kehidupan sebagai supir taksi dilaluinya. Ini adalah pilihan profesi tanpa ada pilihan lain ditengah jutaan orang yang senasip dengannya. Tapi ini harus disyukuri karena dia masih diberi kepandaian untuk mencari nafkah bagi kelaurganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Didepan apartemen mewah dikawasan Slipi , dari kejauhan nampak tanda lampu didepan apartemen yang bertanda ” taksi In”. Dia bersegera membelokkan kendaraannya kedalam apartaement itu. Didepan loby apartement itu sudah berdiri seorang wanita dengan tas tavelling disampingnya. Tanpa banyak tanya , wanita itu langsung membuka pintu taksi dengan membiarkan tas travellingnya tetap diloby.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Itu tas dimasukin kebagasi , mas ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Baik , bu ” Rukman segera keluar dari kendaraannya dan memasukkan tas travelling wanita itu kedalam bagasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Ke bandara , mas”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Baik , bu..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Cepat ya, Saya harus kejar bording time, Dua jam lagi nih , keburu engga ..” Kata nyonya itu sambil melirik jam tangannya. Dipangkuan wanita itu nampak tas jinjing warna hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Insya Allah , bu ” jawabnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” jangan insya allah. Kamu harus yakin..” Kejar wanita itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Insya Allah..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Ah kamu, selalu insya allah. ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;”Emang kenapa , bu ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Insya Allah itu artinya kamu tidak yakin..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Saya yakin bu , tapi lebih yakin bila kita berdoa agar Allah memberkati perjalanan kita”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” ya terserah kamu lah..’ Kata wanita itu nampak kesal ” tapi cepat ya..! sambungnya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Rukman memacu kendaraannya dengan sigap menyusuri jalanan yang macet marayap dipagi hari. Namun dia tetap hati hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam 45 meniut , taksi yang dikendarainnya sampai juga di Bandara. Nampak wanita itu tersenyum puas namun nampak tergesa gesa. Ketika akan membayar taksi , telp selular wanita itu berdering. Sambil menerima telp , wanita itu membuka dompetnya dan membayar taksi sebesar Rp. 80000 dengan uang dua lembaran Rp. 50,000. wanita itu langsung membuka pintu taksi sambil mengibaskan tangannya kearah Rukman sebagai tanda Rukman boleh mengambil semua uang Rp. 100,000 itu tanpa harus dikembalikan sebesar Rp. 20,000. Rukman bersegera keluar dari taksi untuk membantu wanita itu mengeluarkan tas travellingnya dari dalam bagasi. Sementara wanita itu tampak asyik bericara lewat telephon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketika wanita itu berlalu menuju kedalam Bandara, penumpang lain pun langsung masuk kedalam taksinya. ” Pluit , pak..” Seru penumpang itu. Seorang pria setengah baya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Dik, ..Ini tas siapa ? ” Seru penumpang itu. Rukman langsung menoleh kebelakang dan melihat ada tas warna hitam disamping penumpang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Oh , ini tas milik penumpang saya tadi ,pak ” Katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Penumpang itu menyerahkan tas tersebut kepada Rukman. Dia menempatkan tas tersebut disampingnya. Sesampai mengantar penumpang itu , Rukman membuka tas terserbut. Dia hanpir melompat karena terkejut ketika melihat isi tas tersebut. Poerhiasan berlian dan emas. Rukman termenung. Seperti ada bisikan datang ” Ini rezeki dari Allah. Jualah dan nikmati untuk membahagiakan keluarga mu. ” Rukman mengangkat perhiasan itu seakan menimbang beratnya. Cukup berat. ” Tentu harganya mahal sekali ini kalau dijual” Bisiknya. Tapi ada juga bisikan lain “ Jangan ambil sesuatu yang bukan milikmu. Takutlah kepada Allah. “ Rukman tersentak. Dengan cepat dia masukin kembali perhiasan itu kedalam tas sambil megnhubungi via radio kepada kantor pusatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Saya menemukan barang milik penumpang. ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Dimana lokasi anda ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Pluit. "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;”Sebutkan ciri ciri barang yang anda temukan”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;”Tas warna hitam dan ditemukan awalnya di Bandara jam 7.45. ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Baik, pak. Kami akan informasikan kepada anda bila ada pihak yang menanyakannya. Tolong jaga barang itu. Kalau kembali dari tugas , anda dapat titipkan kepada petugas disini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Baik Pak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setelah itu hatinya lapang. Seakan dia terlepas dari gejolak hatinya untuk sesuatu yang selama ini ditakutinya. Mengambil yang bukan haknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sehabis makan siang, Rukman mendapat berita dari Radio agar dia meluncur kearah apartmenet dikawasan Slipi. Seseorang mengaku ketinggalan barangnya ditaksi memintanya datang. Sesampai didepan loby, nampak wanita yang tadi menumpang taksi nya sudah berdiri dengan berwajah cemas. Ketika dia keluar, wanita itu langsung menyambar tas yang ada ditangannya. Dengan terburu buru wanita itu membuka tasnya. Beberapa saat nampak wanita itu tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;‘ Berapa argo anda untuk sampai kesini “ tanya wanita itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Maaf, bu, saya tidak hidupkan argo ketika kemari” jawab Rukman. “ Ada apa bu ? sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ saya akan mengganti uang argo itu. “ Kata wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Tidak usah bu, Saya hanya ingin memastikan barang itu kembali kepada Ibu.” Kata Rukman sambil masuk kedalam taksinya. Wanita itu berlari kearahnya ” Mas, saya terpaksa membatalkan keberangkatan saya ke luar negeri hanya karena tas ini. Dan lagi isinya utuh. Terimalah ini uang pengganti argo ” Kata wanita itu sambil menyerahkan uang sebesar Rp. 50,000. Rukman menerima dengan senyum dan segera berlalu dari hadapan wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setelah sholat maghrib dia kembali kerumah kontrakannya. Didapatinya anak anaknya mash asyik nonton televisi 14 Inci. Mereka berhamburan kearahnya. ” Ayah ayah, pulang. ” Selalu sibungsu lebih dahulu minta digendong, diikuti oleh sisulung yang bergayut ditubuhnya. Istrinya tersenyum sambil menyiapkan makan malam untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Hanya ini Mas, yang dapat aku beli dipasar.” Kata istrinya ketika menghidangkan sayur asem bening, dua potong tempe dan sambel terasi. ” Uh.semua harga pada naik. Aku sendiri bingung, mas ” sambung istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Ya, inipun sudah lebih baik, kan. Yang penting hari ini harus disyukuri karena kita masih bisa makan., ya kan Bu ” Katanya sambil tersenyum dan memeluk pinggang istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Rukman pun menceritakan pengalamannya hari ini kepada istrinya. ” Hanya lima puluh ribu ?” Seru istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Ya , Bu ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Terlalu wanita itu. Tidak pandai berterima kasih. Padahal barang itu begitu berharganya bagi dia. ” Kata istrinya dengan suara ketus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;” Bu..” Seru Rukman sambil memegang bahu istrinya ” Lihat ayah ” katanya kembali ” Ketika kita berbuat amal kebaikan maka jangan pernah berpikir atau berharap balasan apapun. Ikhlaskan semua itu karena beribadah kepada Allah. Kita tidak pantas mendapatkan imblan atas semua amalan kita. Apalagi menuntut hak atas amalan kita. Karena nikmat allah yang telah kita terima begitu luasnya. Yakinlah..bu,..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;’ Mulia sekali hati Ayah. Itulah yang membuat aku aman dan nyaman hidup bersama ayah. ” Istrinya tersenyum indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sehabis makan, diapun mengajak anak anaknya untuk belajar iqro dan istrinya sibuk menjahit pakaian pesanan tetangga. Kehidupan bukanlah hal yang menakutkan dengan segala beban yang menghimpit, karena keyakinan kepada Allah yang tak pernah aniaya. Kecintaan Allah kepada orang yang bertaqwa &lt;i&gt;teramat luas&lt;/i&gt; seluas nikmatnya. Mengapa harus kawatir dengan hidup bila Allah ada didalam qalbu kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-3311243825142659254?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/3311243825142659254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=3311243825142659254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/3311243825142659254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/3311243825142659254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2012/01/teramat-luas.html' title='Teramat luas...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lDihnNb-Hao/Twg925JccyI/AAAAAAAACIs/q64gzEzWfmc/s72-c/nikmatAllah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-6198537767035004244</id><published>2011-12-30T12:59:00.001+07:00</published><updated>2011-12-30T13:03:23.256+07:00</updated><title type='text'>Aquarium</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ctgPFzfbyBc/Tv1TC-XmFpI/AAAAAAAACHQ/5omqE0CR9Dc/s1600/aquarium.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-ctgPFzfbyBc/Tv1TC-XmFpI/AAAAAAAACHQ/5omqE0CR9Dc/s200/aquarium.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tidak ada yang istimewa bila aku bercerita tentang suamiku. Dia seperti suami kebanyakan yang kutahu. Menurut yang kurasa selama &amp;nbsp;pergaulan dengan nya bahwa dia adalah suami yang bertanggung jawab, mencintai keluarga, walau kadang terkesan tidak setia. &amp;nbsp;Soal tanggung jawab maka secara materi aku bisa katakan dia termasuk suami yang segelintir. Maklum saja sebagai pengusaha dia bisa memberikan apa saja kebutuhanku. Pakaian bagus, rumah bagus dengan lingkungan terhormat, liburan keluar negeri, keanggotaan club berkelas, dan ATM yang selalu penuh. Namun dalam bentuk lain, suamiku sama dengan suami suami lainnya. Tak ada yang terlalu istimewa kecuali memang dia pekerja keras dan mencintai bisnisnya selain aku dan anak anaknya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kadang dengan segala kesibukannya , aku sempat mempertanyakan kesetiaannya namun dia menjawab &amp;nbsp;“Bahwa sebenarnya kesetiaan itu bukan diukur apakah seseorang berkhianat atau tidak, melainkan apakah ia kembali lagi atau tidak.” Kata-kata itu mungkin menghibur bagi wanita lain tapi tidak bagiku.Ini seperti ejekan yang menyakitkan. Apalagi ketika dia melanjutkan dengan kata kata ‘ Sebagaimana kematian adalah bagian dari kehidupan, demikian juga patah hati atau sakit hati adalah bagian yang sama dengan jatuh cinta. Kalau kamu pernah mengalami sakit hati, cintamu akan menjadi sempurna.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan tangkas aku membalas kata katanya. “Mungkin akan sempurna kalau aku patah hati dengan lelaki lain, misalnya. Bukan dengan suami sendiri” Ku ingin tahu apa reaksinya. Apakah dia tersinggung soal kata kataku ini. Dia hanya tersenyum. &amp;nbsp;“Sebetulnya sama saja. Hanya saja sebutan suamiku, menunjukkan kepemilikanmu, jadinya terasa lebih menyakitkan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Brengsek kan.!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketika awal berumah tangga adalah saat awal yang berat hidup bersama pria yang berstatus suami namun mempunya cinta selain aku. &amp;nbsp;Perhatiannya kepada bisnisnya melebihi segala galanya. Dunianya adalah bisnisnya. Oh, ada lagi rival ku selain bisnisnya, yaitu ibunya. Didunia ini hanya satu yang bisa menghentikan langkahnya untuk pergi rapat bisnis maha penting yaitu ibunya. Tak ada yang dia takuti selain Tuhan dan ibunya. Aku sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan suamiku bila ibunya meninggal dijemput Tuhan. Mungkin separuh atau sepertiga jiwanya juga ikut mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam hal lain , dia merasa bangga dengan keperkasaanya menerjang gelombang, merpemainkan aku diatas kelelahan berpacu dengan nafsu seksual. Awalnya aku puas tapi lama lama aku merasa dipermainkan oleh keperkasaanya. Sementara berjalannya waktu , aku semakin menua. Aku jenuh, hingga mulai takut bila dia mendekat untuk menyentuhku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Dalam pikiran lelaki, hubungan seks adalah bentuk cinta. Makin perkasa dia, membuktikan ia makin mencintai.” Kataya satu ketika. Bagiku itu tak lain menunjukkan keegoanya sebagai penakluk. Dia pikir apakah urusan tempat tidur disamakan dengan bisnisnya yang harus selalu tampil unggul. &amp;nbsp;Bagiku semua itu omong kosong. Hanya mitos. Wanita tidak menjadikan ukuran keperkasaan laki laki sebagai dasar menilai seorang laki laki. Bukan. Bagi wanita adalah sentuhan walau hanya sesaat namun dilakukan dengan penghargaan yang tinggi , itu lebih dari cukup. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kukatakan kepadanya bahwa akan ada waktunya nanti ketika daya seksual melemah atau habis, cinta memisahkan diri dengan nafsu seksual. Ketika itu cinta tak perlu dibuktikan dengan hubungan seksual. Nafsu seks bisa mati dan berhenti, tapi cinta bisa terus jalan sendiri. &amp;nbsp;Artinya kalau setelah daya seks melemah, tapi masih bisa betah bersama-sama, itu artinya masih cinta. Saat seperti akan datang dengan sendirinya, tak perlu dipaksa, sebagaimana usia. Tanpa kecuali semua bertambah tua, juga dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia tertawa terbahak bahak. Ya sudahlah, Dia dengan dirinya dan aku bagian dari dirinya, perhiasannya. Hamba sahayanya. Naif sekali. &amp;nbsp;Dan kini, ia jatuh cinta kepada piaran baru. Bukan wanita piaraan tapi ikan koki. Dibuatnya akurium indah menempel ditempat ddinding tempat tidur. Kemudian di dinding itu ada lukisan suasana alam dengan diaroma air mancur. Bukan hanya ditempat tidur , tapi juga di ruang makan. Juga di ruang tamu. Di teras belakang rumah juga. Dimanapun tempat dia acap duduk lebih dari 5 menit dirumah, dia sediakan akurium untuk ikan piarannya. Ini aneh. Karena sebelumnya dia tidak punya hobi memelihara binatang apalagi harus berepot diri dengan kesibukan sepele seperti memelihara ikan koki itu. Baginya kesibukan harus punya nilai uang. Tak ada uang tak usah repot. Titik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bagaimana kamu bisa jatuh cinta kepada ikan itu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Seperti yang selama ini terjadi,” katanya menjelaskan. “Aku melihat ikan &amp;nbsp;itu, tertarik, dan terjadi dramatisasi dalam seluruh kesadaranku. Karena aku membelinya untuk menghias rumahku dimana ada wanita yang juga kucintai tinggal &amp;nbsp;bersama denganku..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setiap pulang dari kantor , yang pertama ditanya adalah ikannya. Awalnya aku biasa saja. Tapi lama lama aku mulai bosan dan sekarang mulai ingin marah, protes. Apalagi setiap hari dia membuat pembatu rumah tangga dan tukang kebun tak bisa istirahat tenang. Jam berapapun dia datang, kadang malam, maka yang pertama dia bangunkan adalah pembatu dan tukang kebun. Mereka harus berdiri didekatnya sambil menunggu perintahnya. Kadang dia melihat ada kotoran, maka pembantu kebagian tugas untuk mengambil kotoran itu dari dalam Aqarium . Kadang &amp;nbsp;bila dia ingin air diganti maka harus diganti walau masih bening namun dia tidak peduli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Ikan itu tidak ada gunanya sama sekali. Abang hanya melihatnya sebentar dan kemudian pergi,” kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Salah, Bukan soal lama atau sebentar melihatnya tapi soal kesan.Aku melihat ada kesunyian disana diatas kebebasan yang membelenggu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Dan abang menikmati suasana seperti itu &amp;nbsp;?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Aku hanya senang memandang ikan itu. Aku senang. Karena ada makhluk lemah ditempatkan dalam wahana kebebasan yang terkurung namun aman terlindungi dari segala galanya. BIsa melihat dunia luar namun tak bisa menyentuhnya. Karena ada dinding tebal yang membatasi. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ jadi abang senang dengan suasana seperti itu walau hanya memandangnya sekejap saja. ? .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Kesenangan tak akan pernah bisa dikalahkan oleh waktu. Justru kesenangan menang dengan waktu. Walau hanya sejenak , kesenangan makin bermutu. Ingat itu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dan lagi menurutnya “ Aku merasakan bahwa ikan itu tidak pernah protes dengan kelemahannya. Ini sudah takdirnya dan dia berdamai dengan takdirnya. Walau dia terkurung namun dia mungkin lebih bahagia bila dia menyadari keterbatasannya..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Sama denganku.” kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Juga ibuku.” Jawabnya cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“ Apakah Abang akan memperlakukan aku sama dengan ikan itu. Atau mulai berpikir &amp;nbsp;menyediakan rumah baru sebagai akurium bagi istri barumu..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Mungkin.” Jawabnya. Dasar brengsek. Hatiku mulai kecut. Apalagi dia jawab dengan wajah dingin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Mungkin?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Mungkin, karena semua lelaki mempunyai bakat untuk itu. Tapi secara praktis tak akan menyenangkan. Di dunia, satu-satunya tata krama yang aneh dan disepakati di seluruh dunia adalah tata krama dalam lembaga perkawinan. Bayangkan, seseorang naik becak atau bis kota, ia naik dulu baru bayar kemudian, mungkin di tengah jalan, mungkin di tujuan. Seseorang yang naik kereta api atau naik pesawat terbang membayar di depan, tapi untuk satu atau dua perjalanan. Dalam perkawinan pembayaran dan ikatan berlangsung selamanya. Kontrak ikatan yang paling dungu, tapi dianggap aman bagi lelaki dan perempuan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Berarti abang &amp;nbsp;menyesali perkawinan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Satu-satunya yang kusesali dalam hidup ini adalah karena aku tak bisa menyesali apa yang terjadi. Aku bahkan tak mampu menyesali kenapa aku tak dilahirkan di AS &amp;nbsp;atau Eropa . Atau di tempat yang paling aku sukai, tempat yang ada sungainya dengan empat musim, lalu aku bisa bermain bola salju ketika salju turun. &amp;nbsp;Menyesal hasil dari pikiran, dari nalar. &amp;nbsp;Dan nalar bahkan tak bisa menjelaskan hal yang paling sederhana dan terjadi pada semua orang: “cinta”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketahuilah oleh kamu, “Lelaki mengenal cinta pertama melalui ibu, demikian juga bayi perempuan. Sampai kemudian merasa perlu kepada pacar atau kekasih, sampai dengan kepada istri. Semua terjadi dengan rasa aman, karena ia tak mungkin menerima cemburu dari ibunya. Atau cemburu yang aman-yang membiarkan kita mencintai orang lain. Seorang istri, juga seorang suami tak bisa benar-benar begitu. &amp;nbsp;Baru kemudian cinta aman berlanjut ketika mencintai binatang kesayangan, ketika mencintai tumbuhan, ketika kemudian mencintai barang. &amp;nbsp;Kamu mungkin berpikir cinta semakin menurun kadarnya, dari seorang ibu ke istri, ke binatang, dan ke barang. Mungkin itu ke kedewasaan, karena kemudian bisa saja jatuh cinta ke suatu yang tak ada.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku tak begitu yakin apa yang dikatakan, tapi bisa merasakan. Cinta yang harus terbagi padaku ketika ia menceritakan kemesraan ibunya, jauh berbeda dengan ku, kemudian dengan anak anaknya , &amp;nbsp;binatang atau barang barang kegemarannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Benarkah semata-mata karena rasa aman yang membedakan cinta?”tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Bisa begitu, bisa rasa-rasa yang lain. Sesungguhnya cinta hanya ada dalam pembesaran di pikiran, di perasaan. Cinta tak akan selesai dirumuskan dengan pemikiran.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Cinta aman bisa terus ke cucu, ke menantu, ke tanah, ke yang sudah tidak ada. Atau bahkan ke yang tak pernah ada. Atau ada, walau tak berguna. Seseorang hanya memiliki satu cinta. Seperti air sungai, bisa mengalir ke mana-mana, membelok ke selatan atau ke utara, tapi sebenarnya satu arus saja.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tiba-tiba aku sadar dan menjadi sangat jengkel. Dengan kalimatnya itu berarti perkawinan tak banyak maknanya, toh tak menghalangi cinta mengalir ke jurusan mana saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Ketika aku memutuskan untuk melamarmu menjadi istriku maka &amp;nbsp;itulah keberanian, itulah anugerah Allah. Keberanian, karena banyak cinta diutarakan tanpa keberanian menikahi resmi. Anugerah, karena itu hadiah besar. Semua itulah harga yang kita bayar untuk selamanya memiliki, merawat, memanjakan dan dimanjakan. Kita tak akan merasa aman, merasa memiliki, hanya dengan menyewa, membeli atau memandangi. Paham, kan. Aku bisa saja mengagumi keindahan ikan berenang didalam aquarium. Memandangi wanita cantik berbikini melenggok dipinggir kolam renang. &amp;nbsp;Menyewa escort jelita untuk acara business dinner dengan relasiku. Bisa.! Tapi aku tidak merasa memilikinya, apalagi mencitainya. Aku hanya bisa memandangnya. Dan kamu adalah miliku yang dianugerahkan Allah yang bukan hanya kupandangi tapi memang kamu miliku,cintaku.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dan akhirnya aku sadar bahwa aku harus bersyukur memiliki suamiku sebagai anugerah dari Allah walau aku kadang terkesan seperti ikan yang berenang didalam aquarium , ada kebebasan namun terhalang oleh dinding tebal dalam bentuk budaya dan agama yang mengharuskan aku selalu menjaga kehormatan suamiku dalam kondisi apapun. Menghindari fitnah ketika suamiku sedang tidak ada dirumah. Menjaga dan merawat semua miliknya dan menantinya ketika dia pulang , untukku dan juga mereka yang dicintainya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-6198537767035004244?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/6198537767035004244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=6198537767035004244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/6198537767035004244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/6198537767035004244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/12/aquarium.html' title='Aquarium'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ctgPFzfbyBc/Tv1TC-XmFpI/AAAAAAAACHQ/5omqE0CR9Dc/s72-c/aquarium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-7177623898544250461</id><published>2011-12-24T09:12:00.002+07:00</published><updated>2011-12-24T09:23:15.902+07:00</updated><title type='text'>Aku dan Kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“&lt;i&gt;Penjara ? itulah sepenggal kata yang membuat ku meriang setiap hari. Bukan hanya aku yang seperti itu. Semua mereka yang berdasi , berjas dengan label garuda didada merasakan hal yang sama. Setiap hari korsi yang diduduki terasa bara. Mobil yang dikendarai seperti pengab membuatku sulit bernafas. Wajah cantik istri dan wanita diluar tak bisa lagi kunikmati. Senyuman mereka nampak kering. Aku dan juga mungkin mereka yang ada disini , tidak lagi merasakan henbusan sejuk aroma kekuasaan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Baik ku kukatakan kepada mu. Mungkin kamu masih ingat bahwa orang menjadi terhormat, maka tempatnyapun terhormat. Ada AC yang selalu memberikan kesejukan Ada lampu yang tak pernah padam walau negeri ini sedang dilanda krisis energi. Ada uang saku yang selalu didapat setelah usai tanda tangan. Walau rakyat diluar sana harus antri berpeluh keringat untuk mendapatkan selembar uang seratus ribu. Ada semuanya. Inilah ladang pencarian yang lebih mengasikan. Tidak sama seperti ladang dikampung yang harus berbecek becek dengan kotoran kerbau. Sampai disini aku merasa puas karena setidaknya nasip ku lebih baik dibanding mereka yanga ada diluar sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi setelah satu demi satu sahabatku yang ada disini digiring kedalam penjara, akupun merasa tempat ini tidak lagi nyaman. Walau tahu ini adalah bagian dari “permainan sesaat “ untuk menciptakan rasa keadilan namun tetap saja “penjara” adalah mimpi buruk. Ini soal kehormatan dan harga diri. Bagaimana mungkin kami yang tegar dan plaboyan harus bicara tentang “penjara”. Padahal perangkat keadilan itu diciptakan bukan untuk kami, itu hanya untuk rakyat. Memang demi citra &amp;nbsp;nilai demokrasi maka perlu ada yang dikorbankan diatara kami. Hanya segelintir saja. Lantas siapa yang akan dikorbankan ? semua bisa dikorbankan karena semua sama bejatnya. Maka terjadi proses random untuk memilih siapa yang pantas dikorbankan sebagai konsumsi politik .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang ramai diluar sana melihat kami kadang berbeda pendapat dengan pemerintah. &amp;nbsp;Itu hanya sandiwara. &amp;nbsp;Ya benar kadang &amp;nbsp;kami berbeda pendapat sesuai bendera partai kami namun &amp;nbsp;soal pendapatan kami tak ingin berbeda. Ini sudah menjadi kesepakatan tak tertulis yang harus dipahami bila ingin status dan kekuasaan menghasilkan uang. Ada nilai dan ada kepentingan, juga tentu adapula uang yang berputar didepan mata. Nilai, kepentingan dan uang adalah tiga unsur yang harus kami sepakati untuk selalu sepakat. Karena waktu terlalu singkat bila harus memikirkan yang tak ada hubungannya dengan nilai, kepentingan dan uang. Bagi kami , semua mereka diluar sana hanyalah membosankan dan tak lebih pelengkap derita diatas &amp;nbsp;kesenangan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oh ya setelah ngalor ngidul, lupa kasih tahu kepada kamu. Siapakah aku dan kami itu ? Baiklah , Lembaga kami sangat panjang namanya, tapi kami lebih suka disingkat saja, Maka jadilah tiga hurup. Singkat. &amp;nbsp;Ya, nama yang singkat sesingkat akal dan wawasan kami yang tak pernah menembuh cakrawala dan melintasi relung hati anak bangsa yang menuntut keadilan. Kami hanya terlatih berkata kata dengan lakon penuh peduli untuk orang ramai percaya, untuk image. Hanya itu. Setelah itu kami akan lupa.Bagi &amp;nbsp;pekerjaan kami adalah lahan hidup mencari rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apakah ada lahan rezeki yang lebih baik dari posisi kami sekarang?. Terhormat dan berkantor ditempat terhormat pula. Fasilitas, ada label garuda didadaku. Adapula mobil mewah yang bebas dari tri in one. Adapula rumah mewah yang bebas dari bayar listrik dan telepon. Ada begitu banyak kebebasan. Tapi semua itu tidak didapat dengan gratis. Orang orang tolol diluar sana tidak pernah ikhlas memilih kami. Mereka juga adalah pedagang suara. Mereka memilih dan kami membayar. Kalau ada yang tidak mau dibayar itu tandanya sipandir yang tak bosan ditipu berkali kali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Mungkin kamu bosan mengingatkan kami tentang hidup sederhana..Sudahlah , jangan lagi bicara humanis. Kami sangat sibuk memburu uang. Kamu harus ingat aku butuh kekuasaan karena uang. Titik. Tak peduli. Karena semua butuh ongkos. Aktualisasi diriku tida murah. Ada istri yang boros , wanita piaran yang manja dan memeras setiap hari.Dan lagi kami harus aman dari masalah finanacial untuk hari ini dan esok. Maka tabungan dan deposito diluar negeri harus ada. Rumah mewah harus tesedia lebih dari satu. Semua itu harus dibungkus rapi agar secara hukum kami tidak terbukti sebagai pemilik walau orang ramai setiap hari mengetahui bahwa kamilah pemilik itu semua. Kami tidak peduli…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cqcy2_M_HtA/TvU02gYMZ7I/AAAAAAAACGQ/TPRPX02nJJ8/s1600/sunyi.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/-cqcy2_M_HtA/TvU02gYMZ7I/AAAAAAAACGQ/TPRPX02nJJ8/s200/sunyi.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hebatnya lagi semua itu tidak kudapat dengan menyangkul disawah seperti Somad teman ku dikampung. Tidak seperti Sukri temanku yang supir taksi. Tidak. Aku hanya orang yang menjual senyum dan berakting humanis agamais. Berbicara dengan lembut, selembut salju. Menatap dengan sejuk , sesejuk air pegunungan. Dengan itulah aku menjual janjiku diatas podium pesta demokrasi anak negeri. Hanya itu yang mungkin membuatku berlelah dalam kebosanan. Setelah itu , akupun mendapatkan status “orang terhormat” dilembaga “terhormat.” Maka uang akan datang dari segala sumber , baik dipanggil maupun yang datang sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kini, melihat teman yang menjadi pesakitan diurmah penjara, padahal sebelumnya sama dengan aku. Yang selalu mempermainkan sang waktu. Seketika ada sesuatu yang kosong tanpa makna yang datang menyeruak kedalam kalbuku. Ada sinar walau setitik cahaya. Tapi lebih dari cukup membuatku merasa harus berubah. Apalagi kelakuanku dan kami selalu membosankan. Bahkan oleh diriku sendiri kadang muak bila melihat wajahku didepan cermin. Ya , aku ingin berubah dan meninggalkan kekonyolan yang ada selama ini. Disini kami bagaikan berputar putar tanpa ujung . Tak ada perubahan walau setiap hari bicara tentang perubahan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku sadar hanya soal waktu semua akan berakhir. Berkali aku ingin berhenti tapi tidak mudah. Langkahku kini mulai terseok melewati hari yang selalu sama. Aku tetap &amp;nbsp;tidak mampu melangkah surut. Tetap tidak ada perubahan. Mungkin aku lelah, Aku ingin pulang kekampung untuk menemukan kembali jejak langkahku yang dulu. Untuk kupahami agar ku dapat menemukan peta hidupku. Aku dapat memaklumi bila orang orang disekitarku adalah pemain lakon sandiwara ulung. Mereka tidak paham apa dan bagaimana negeri ini kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;“Lalui sajalah hidup ini. Kita orang baik baik.Orang terhormat. Orang yang mengemban amanat penderitaan rakyat Mungkin kita terlalu banyak beban kerjaan” Demkian mereka menghiburku dengan kata kata. Tapi bagiku mereka adalah kumpulan wajah plastic. Tidak jauh dengan diriku sendiri. Yang selalu pandai berpura pura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Kamu harus melangkah maju , atau kamu mati. Nafkahmu adalah ini dan mereka diluar sana sudah nasipnya untuk dikorbankan. Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri. “ Itulah desingan suara yang selalu hadir didalam kesehariaanku ketika aku mulai berdialogh dengan nuraniku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku rindu kehidupan bagaikan burung berarak melesat membelah angkasa. Kawanan burung itu begitu akrabnya. Terbang sambil bercanda ria. Kesamaan baris membentuk lukisan indah dicakrawala. Ada suara teriakan atau nyanyian diantara mereka. Kemana mereka terbang ?. Setiap kali kutatap kawanan burung itu. Aku tersenyum " andaikan aku seperti mu … " kataku lirih. Sebetulnya ada keinginan untuk melihat barang sebentar kebelakang. Atau melihat kekiri, kekanan. Disana akan nampak banyak hal yang dapat menerangkan jalan setapak. Tapi untuk itupun aku enggan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Sebetulnya kamu tidak pernah bergerak"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Aku tersentak ketika suara itu datang lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Mengapa?? " teriakku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Karena peta perjalanan yang bersemayam didalam qalbu telah rusak. Kabur karena tersiram air Arak. Lusuh karena dibasahi oleh keringat pelacur yang kau senggamai. Luntur tintannya karena airmata jelata , fakir miskin , kaum duapha yang kau abaikan. Dan dia tidak lagi berbentuk Peta kecuali lembaran kertas tanpa makna , karena cinta dan kasih sayang telah hilang. ".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Mungkin kamu harus menahan langkahmu atau setidaknya menahan gairah nafsumu barang sehari saja. " lagi lagi ada melodi sumbang membisikkan ketelinga. Tapi darimana pula datangnya suara ini. " setidaknya ikutilah hakikat berpuasa yang diperintahkan oleh tuhanmu. " Dia tak bisa menahan suara itu lagi. “Bukankah puasa itu sudah dititahkan sejak Nenek moyang mu yang bernama Adam ketika masih bersemayam disorga. Tempat yang lebih dari apa yang kamu buru dalam langkahmu didunia. Ingatlah titah tuhanmu kepada Adam " dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah:35).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Zalim ! akupun berlari mengejar suara itu. " Mengapa harus dicap sebagai Zalim" teriakku dalam kesunyian. Semua tetap diam. Akupun tidak peduli. Kembali langkah terayun seperti hari hari sebelumnya. Dalam catatan yang tercecer, aku terkejut ketika secarik kertas bertuliskan " benamkanlah nafsumu maka kamupun dapat me recontruksi qalbumu. Maka , peta yang rusak dapat direkontruksi kembali. Hingga nampak jelas kemana arah langkah yang hendak kamu capai". Akupun mulai membaca. Ada asa untuk mencari atau lepas dari kesunyian. Lepas dari kesendirian ditengah keramaian. Itu juga rahasia mengapa sekawanan burung dapat ceria membelah angkasa. Ada kecemburuan yang menggelitik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Hii, burung …aku akan terbang dalam ceria. Menikmati kebebasan " teriakku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;”Maaf saja” kata orang yang tak jelas apa maksudnya berkata. “ Kamu tidak akan mendapatkan kebebasan. Kamu terpenjara dalam ruang yang gelap.Segelap malam tak berujung. Keindahan dan kemewahan yang ada disekitarmu , tak lebih hanyalah fotomorgana . Kamu akan selalu begitu dengan hari hari mu”. Akupun tersenyum kecut mendengar kata kata “penjara”. Lagi lagi hanya kalimat ini yang membuatku benar benar takut.. Tapi perasaan takut itu hablur manakala setiap hari ada saja orang yang datang membawa cerita dan uang. Mereka tak pernah lelah menawarkan janji dan upeti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;“Salahkah aku ? Mengapa kamu selalu datang berbisik dengan kata kata konyol itu. Semua ini mengasikan. Aku tidak pernah merasa dipenjara. Tapi , ya aku takut dipenjara. Kamu terlalu berfilsafat” . Orang itu tidak mau mendengarkan kata kataku.. Namun kepergian orang itu membuat ku benar benar terpenjara. Gila ! mengapa aku harus memeras otak memikirkan orang orang yang ada disekitarku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kucoba ingin sejenak melupakan segala bau busuk yang menyengat hidung .Tapi selalu saja datang bau ini ketika sekumpulan rakyat miskin &amp;nbsp;datang kepadanya menuntut keadilan atas tanahnya yang dikuasai oleh &amp;nbsp;Pengusaha kebun besar atau Penambang Besar. “ Hak apa ? bukankah kalian memang orang orang bodoh dan lemah. Bukankah sudah nasip kalian untuk menjadi pelengkap penderita kehidupan didunia ini. Mengapa terus menuntut yang bukan porsi kalian. Sudahlah, nikmati saja kemiskinan itu dan matilah sebagai orang miskin yang baik tanpa terus mengganggu ku”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Lagi terdengar suara bisikan...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;" Padahal Allah sangat cinta dengan mahluk ciptaannya. Tentu juga kepadamu. Ketahulah bahwa ...Tiga perkara yang jika terdapat salah satu daripadanya, berarti terdapat tanda munafiq sekalipun ia berpuasa, bersembahyang, menunaikan haji, umrah dan mengakui dirinya seorang Islam yaitu apabila bercakap ia berdusta, apabila berjanji ia memungkirinya dan apabila diamanahkan ia menggkhianatinya. Amanah membawa rezeki dan khianat membawa kefakiran"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Demikian suara itu tak pernah hilang. Suara ini semakin membuat ku terlempar lagi. Mencoba berkelit ketika harus memilih APBN yang aman tanpa subsidi dan membiarkan asing menguasai sumber daya alam demi pajak untuk membayar hutang dan belanja pejabat yang boros dan culas. Tak peduli kepada rakyat jelata yang miskin &amp;nbsp;diluar sana terkapar ? Kami harus menciptakan hukum dan UU agar bisa menipu rakyat lemah, agar &amp;nbsp;mereka menyingkir dari lahan leluhurnya demi Perkebunan Besar, demi Perusahaan Tambang Asing. Dengarkan baik baik, ini bukan soal benar atau salah, Bukan soal nurani atau akal sehat. Tapi soal pilihan ; harus ada yang dikorban untuk kekuasaan dan uang !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Maka senja dinegeri ini tanpa seluet. Apalagi melihat keceriaan anak anak yang berlari dipematang sawah menuju surau. Semua telah hilang kecuali harapan si buyung kecil yang bercita cita jadi bintang sinetron. Bukan menjadi guru mengaji atau dosen atau guru SD. Tangisan anak negeri tak lagi terdengar, kecuali harapan memelas seperti lentingan nyanyian sunyi Bob Dylan dalam &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=F5lQsLeVYtI"&gt;Blowing in the wind&lt;/a&gt;. Dari lorong cahaya yang membuatku dipaksa menatap untain jutaan warna dan akhirnya t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;erbentuk satu drama. “kamu adalah bagian dari lakon itu dalam satu efisode tentang kepongahan diatas sikap bodoh dan tuli” Suara itu akhirnya tidak pernah datang lagi setelah semuanya terlambat …&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-7177623898544250461?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/7177623898544250461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=7177623898544250461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7177623898544250461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7177623898544250461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/12/aku-dan-kami_24.html' title='Aku dan Kami'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cqcy2_M_HtA/TvU02gYMZ7I/AAAAAAAACGQ/TPRPX02nJJ8/s72-c/sunyi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-6061559431714355493</id><published>2011-12-21T06:34:00.007+07:00</published><updated>2011-12-21T10:39:56.545+07:00</updated><title type='text'>Jalan terjal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nqVwTKJZHPo/TvEbhNPLsHI/AAAAAAAACFU/djKlV8i-sXM/s1600/hiker-silhouettes-1-big.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/-nqVwTKJZHPo/TvEbhNPLsHI/AAAAAAAACFU/djKlV8i-sXM/s200/hiker-silhouettes-1-big.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ada teman yang empat tahun lalu saya temui dia hanyalah seorang Sales di Guangzhou. Tapi sekarang dia sudah jadi boss pabrik besar di China. Bagaimana secepat itu teman ini dapat sukses.? Dia cerita bahwa awalnya dia mengetahui ada informasi dari Internet tentang new produk. Produk ini dibuat dari bahan alami atau istilahnya friendly environments. Kegunaanya adalah untuk membersihkan toilet atau mencuci piring kotor atau membersihkan kramik kamar mandi. Hebatnya lagi, limbah dari produk ini ,kalau mengalir kesaluran pembuangan maka dapat membersihkan juga saluran tersebut dan sekaligus menghilangkan aroma busuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia melihat ini suatu peluang yang luar biasa kalau dapat dipasarkan di China. Kemudian , dia mengirim email ke perusahaan yang memproduksi tersebut yang berada di AS. Hampir sebulan , tidak ada response. Padahal dalam sebulan itu dia berkirim email lebih dari 100 kali. Apa pasal ? Karena dalam email itu dia menawarkan diri sebagai sole agent di china. Bayangkan? Teman ini hanyalah salesman ,yang tidak punya kantor sendiri , apalagi karyawan.Tapi dia jujur menyampaikan background dia kepada produsen barang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akhirnya ada juga response. Perusahaan itu bersedia menujuk dia sebagai agent asalkan dia dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. Syarat tersebut , tentu syarat yang normative. Artinya dia harus punya gudang, harus punya kantor, harus punya cabang, harus punya bukti kemampuan menjual sesuai target selama setahun. Secara logika, tidak mungkin teman ini mampu memenuhi syarat tersebut. Tapi yang logika bagi orang awam, tidak bagi dia. Dia beerjuang untuk dapat memenuhi syarat yang ditetapkan oleh produsen. Sebelum dia melangkah lebih jauh dia minta ada penjanjian sederhana (seperti MOU ) yang memberikan hak dia untuk memproses sesuai sarat yang ditentukan dan juga kewajiban produsen memenuhi janjinya apabila dia dapat memenuhi persyaratan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setelah MOU ditanda tangani. Dia mulai bergrilya mendatangi target pasar. Dia memilih meyakinkan pasar sebelum dia melengkapi persyaratan lainnya. Beberapa rumah sakit besar, Hotel dan apartement resort , dia datangi. Setiap hari sedikitnya ada sepuluh calon target pasar yang dikunjunginya. Menurutnya, dia mendatangi target market itu terpaksa menggunakan angkutan umum dan kadang berjalan kaki. Karena kendaraan pribadinya telah dijual untuk keperluan biaya sehari hari. Dsamping itu dia juga menggunakan business directory untuk mendapatkan alamat target pasarnya, dan mengirim brosur via email lebih dari enam ribu sasaran. Hasilnya dalam tiga bulan , dia bisa mendapatkan response lebih dari 500 target marketnya. Total permintaan tak disangka , lebih dari valume penjualan produsen AS selama setahun di lima negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hasil penjajakan pasar ini , dia laporkan kepada produsen di AS tapi tidak ditanggapi serius karena dia belum melampirkan kesiapan yang lainnya seperti kantor, izin perusahaan dan lain lain. Dia sadar jalan sebagai agent terlalu sempit baginya. Ada ruang yang lebih besar yaitu sebagai industriawan. Tetap inipun jalan terjal yang tak mudah. Maka dengan keyakinan pasar yang begitu besar, jalan sebagai industriawan dipilihnya. Walau dihadapan produsen AS dia tidak dianggap sebelah mata, terbukti tidak ada response apapun atas emailnya namun dia tidak mengecilkan diri dengan ragu untuk mengajukan proposal sebagai industriawan. Selanjutnya, &amp;nbsp;dia mengajukan proposal kerjasama untuk membuat produk tersebut di china. Lebih dari empat bulan, proposal itu tidak pernah digubris oleh produsen. Walau setiap hari dia selalu mengirim email tentang hal yang sama. Kadang sehari dia kirim 5 email. Menurutnya, tidak sedikitpun dia ragu akan diterima proposalnya. Dia yakin seyakinnya. Selagi belum ada jawaban maka peluang masih ada. Kalaupun ada jawaban penolakan maka dia masih punya cara untuk meyakinkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akhirnya , benarlah keyakinannya bersua dengan kenyataan. Pihak produsen , menyanggupi untuk bekerja sama tapi tidak ingin mengeluarkan uang sepeserpun untuk investasi. Dia juga diwajibkan untuk membayar technology fee berdasarkan volume penjualan , juga ditambah golden share sebesar 15%. Dia juga harus membayar transfer right untuk patent sebesar USD 1 juta dollar didepan. Lagi lagi, ini hampir tidak mungkin dapat dipenuhinya. Apalagi dengan keadaanya yang hampir bankrupt. Maklum lebih dari setahun dia hidup dari tabungan karena tidak lagi bekerja sebagai sales. Seluruh energy dan waktunya dicurahkan untuk ini. Dalam keadaan serba kurang , dia tetap yakin akan berhasil. Apalagi istrinya selalu mendukungnya dan tak sedikitpun meragukan obsesinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Waktu dilaluinya dengan berat dan jalan terseok seok. Semakin sulit semakin membara semangatnya. Menurutnya, andaikan semua mudah, tentu sukses akan menjadi milik semua orang. Hanya pejuang yang berhak memenangkan pertempuran &amp;nbsp;Demikian philosopy hidup yang diyakininya. Itulah sebabnya tidak ada istilah menyerah baginya. Ditengah sulit akan selalu ada cara untuk keluar dari kesulitan asalkan selalu bergerak dan bergerak , tidak menyerah dengan keadaan. Dia juga tidak mengemis dengan produsen untuk mengasihaninya agar melunakan kondisi. Baginya, kemitraan adalah keseimbangan. BIla dia ingin dihargai maka dia harus memastikan dirinya qualified untuk dijadikan mitra dan itu hanya satu jalan yaitu dia harus memenuhi syarat dari produsesn.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jalan yang ditempuh adalah mencari orang lain yang bisa dijadikan sinergi untuk meraih impiannya. Pertama tama yang dia datangi adalah Perusahaan Distributor besar, yang mengageni banyak produk import. Ada banyak distributor yang didatanginya. Akhirnya beberapa menyanggupi untuk mendukung rencananya membuat pabrik dan bersedia menjadi distributor. Masalah marketing teratasi. Masalah kedua , darimana modal untuk merealisasikan ini. Inilah yang paling utama. Tanpa modal , semua impian akan menjadi tetap impian. Dia tidak frustrasi. Tanpa izin perusahaan, tanpa kantor , tak mengurangi rasa pecaya dirinya untuk bertemu engan bank. Ya, hanya bank yang dia tahu sebagai sumber pembiayaan. Lain tempat tidak dia paham. Apalagi mengharapkan bantuan dari keluarga Itu tidak mungkin. Dia terlahir dari keluarga miskin, juga istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan bermodalkan proposal bisnis dan MOU dengan produsen di AS, dia berusaha meyakinkan bank untuk mendukungnya. Bukan hanya satu bank yang didatanganinya ,tapi beberapa bank. Jawaban bank semuanya sama bahwa dia harus punya track record sebagai businessman atau collateral, juga perizinan yang lengkap. Tanpa itu bank tidak bisa kasih dia modal. Tract record ,dia tidak ada. Collateral, apalagi, izin jangan tanya. katanya. Teman ini tetap tidak kecewa dengan penolakan itu. Karena dari penolakan itu dia mengetahui apa yang harus dilakukannya agar qualified mendapatkan pinjaman dari bank. Ya menurutnya, dia harus mencari mitra yang punya tract record sebagai debitur bank yang sehat. Tentu mereka orang yang sukses dan perusahaan yang hebat. Bila dia bermitra dengan orang itu maka perusahaannya akan memenuhi syarat untuk dibiayai oleh bank. Untuk biaya melengkapi izin usaha, dia menggadaikan apartementnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Selanjutnya dia mendatangi beberapa nasabah bank yang sudah punya track record. Proposal ini disampaikan kepada mereka. Dia tidak meminta modal dari mereka. Dia hanya minta nama mereka tercantum sebagai pemegang saham perusahaanya. Karena nasabah bank yang sudah punya track record adalah perusahaan besar , tentu tidak mudah mendatangi mereka apalagi meyakinkan petinggi perusahaan itu. Bahkan menurut ceritanya, untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan pimpinan perusahaan itu, dia pernah duduk seharian di sebuah restoran hanya karena menunggu pimpinan perusahaan itu datang kerestoran yang biasa dikunjungi. Tak sedikit yang lansung menolak rencana bisnisnya. Namun dia tak pernah lelah dan berputus asa. Dia terus berusaha .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akhirnya ada satu perusahaan yang tertarik untuk mendukungnya.Benarlah. Mereka tidak keluar uang hanya bersedia menempatkan namanya sebagai pemegang saham mayoritas. Mereka minta saham 60% namun dia punya opsi untuk membeli kembali saham itu dalam jangka waktu tertentu dengan harga 50% diatas harga nominal. Dia terima deal itu tanpa sedikitpun merasa dirugikan. ini wajar, menurutnya. Karena siapa yang akan percaya kepada pemula. Namun dia yakin , w&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;alau dia minoritas dia &amp;nbsp;akan menjadi pemenang karena dia sangat memahami bisnis ini dan tahu bahwa mitranya hanya mengejar rente saham.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setelah kemitraan terjadi maka proses pengajuan pinjaman ke bank dilaksanakan. Bankpun setuju memberikan kredit dengan kondisi semua saham dijadikan jaminan, termasuk personal guarantee dari pemegang saham mayoritas yang dikenal bank sebagai nasabah yang punya track record bagus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Maka, jadilah teman ini sebagai direktur perusahaan dengan investasi raksasa. Tiga tahu setelah perusahaannya beroperasi , produksinya sudah membanjir pasar dalam negeri China maupun kemanca negara. Hebatnya lagi , principalnya yang di AS memilih menutup pabriknya di AS dan memindahkan businessnya ke china. Melalui venture capital &amp;nbsp;dia mengajukan skema pembiayaan untuk menbeli kembali saham yang 60% tersebut dan kemudian menjualnya kembali kepada mitranya dari AS seharga 4 kali lipat. &amp;nbsp;Kini dia bermitra langsung dengan principal yang menguasai riset dan technology.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sukses sudah ditangannya. Apakah penampilannya berubah , seperti orang kaya baru ? tidak !.Justru dia semakin keras bekerja. Sehari dia berkeja hampir 18 jam. Hidup sederhana. Tidak membeli rumah mewah, Dia bahagia dengan tetap tinggal ditempat yanag lama. Kenapa ? dia masih punya obsesi ? “ saya ingin membuat imperium business , bukan hanya untuk saya dan keluarga tetapi juga untuk masyarakat china. Kami harus menguasai technology ini untuk kami kembangkan sendiri”. Tahun depan perusahaanya akan masuk ke Shenzhen Stock exchange dan Shanghai Stock Echange.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apa yang dilakukan oleh teman saya diatas adalah suatu semangat entrepreneurship. &amp;nbsp;Jeli membaca peluang, creative mencari solusi, tidak kenal lelah dan selalu bekerja keras , tidak takut menghadapi resiko ketidak pastian, selalu berpikir positif, tidak rendah diri, bersikap terbuka dan mau berkerjasama demi mencapai tujuan. Lebih daripada itu adalah niat baik untuk kepentingan semua pihak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ya, Keberhasilan tidak pernah datang dengan mudah. Semuanya harus diperjuangkan ditengah keterbatasan yang ada. Hidup adalah proses , yang semua orang harus melewatinya. Tanpa kecuali. Yang membuat orang lain kagum bukanlah hasil yang dicapai seseorang melainkan proses dibalik keberhasilan tersebut. Jangan pernah tergoda dengan istilah miracle atau short cut atau kekuatan doa miskin effort. Bila kita percaya kepada Allah maka kita juga harus percaya kepada hukum Allah, yaitu sunattulalh, bahwa semua harus dilalui dengan kerja keras, istiqamah dan sabar. Ini juga yang disunahkan oleh Rasul kepada kita semua yang beriman..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-6061559431714355493?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/6061559431714355493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=6061559431714355493' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/6061559431714355493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/6061559431714355493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/12/ada-teman-yang-empat-tahun-lalu-saya.html' title='Jalan terjal'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nqVwTKJZHPo/TvEbhNPLsHI/AAAAAAAACFU/djKlV8i-sXM/s72-c/hiker-silhouettes-1-big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-4513720676817048047</id><published>2011-12-13T22:17:00.002+07:00</published><updated>2011-12-13T22:36:12.039+07:00</updated><title type='text'>Ketika memberi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yXdIpcHFfuQ/Tudwz7tXjPI/AAAAAAAACD0/A2yC9SQ2tCs/s1600/giving_receiving2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yXdIpcHFfuQ/Tudwz7tXjPI/AAAAAAAACD0/A2yC9SQ2tCs/s200/giving_receiving2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685637092082158834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Senja telah memekat. Sebentar lagi akan menuju keperaduaanya. Lampu jalan sudah mulai menyala. Kehidupan kota tetap saja sibuk. Manusia semakin banyak begerombol di halte bus untuk menanti angkutan menuju pulang. Diantara yang bergerombol itu terdapat Rudi. Berkali kali bus berhenti di halte namun dia tetap tidak naik. Ada kegalauan yang membuatnya berat untuk melangkah pulang. Karena tadi siang tempat dia menggantungkan hidup untuk menafkahi anak dan istrinya digaruk oleh petugas ketertiban kota. Gerobak dan semua dagangannya yang tersisa hancur dilumat oleh buldoser. Rudi, hanya dapat menatap semua kejadian itu tanpa daya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dia tidak mengerti mengapa begitu sulitnya untuk dapat hidup di kota ini. Demi keindahan kota , pemerintah dengan enaknya menggusur orang orang kecil yang hanya sekedar menumpanga hidup dari uang recehan. Tapi begitulah keadaannya karena kota memang tidak lagi ramah untuk orang kecil seperti dia. Yang tersisa kini hanyalah uang receh yang ada ditangannya. Jumlahnya tidak cukup untuk membuka modal usaha berdagang tahu dan tempe goreng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam kebingungan itu , dia melihat seorang ibu muda terduduk dihalte yang juga sama dengan dia nampak bingung. Mungkin hanya dia yang memperhatikan wanita itu karena didalam pangkuan wanita itu ada seorang bayi yang terus menangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mbak, Maaf ..” katanya menyapa lembut. “ Anaknya sakit , ya “ Tanya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya tida tahu. Ini terus nangis dari tadi. “ jawab wanita itu sambil menatap bingung bayi yang ada dalam pelukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kemana tujuan ,mbak “ Tanyanya karena melihat ibu muda ini yang kadang melihat kearah kedatangan bus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya tidak tahu, Mas “ Wanita itu berkata dengan air mata berlinang. Hal ini menimbulkan empati bagi Rudi. Mungkin wanita ini sedang mempunya masalah atau anak didalam dekapannya bukanlah anak kandungnya. Mungkin anak hasil curian. Tapi dilihat pakaian wanita ini dan juga yang dikenakan oleh anaknya nampak bukanlah dari keluarga miskin. Sangat bersih. Tidak sama dengan penampilan dirinya yang kumuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas,… “ seru wanita itu yang hingga membuat lamunannya buyar “ apakah Mas dapat membantu saya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tentu. Tentu , katakanlah apa yang dapat saya bantu “ Rudi menatap wanita itu , yang kini airmatanya mulai jatuh kepipinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tolong kasih saya ongkos. Saya harus pulang kerumah orang tua saya dibandung. Saya lari dari rumah dengan terburu buru dan lupa membawa dompet. “ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Wanita ini hanya memakai daster tanpa perhiasan sama sekali. Rudi terdiam karena dikantongnya hanya ada uang sisa dagangannya tadi sebesar Rp. 200 ribu. Dia belum tahu apa rencana selanjutnya dengan uang sebanyak ini. Apalagi bila harus memikirkan dua anak dan istrinya. Sementara didepannya ada seorang wanita yang sangat membutuhkan pertolongannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas, Saya lari dari rumah karena suami tidak lagi mencintai saya. Setiap hari dia selalu Pulang malam. Kadang menjelang subuh. “ kata wanita itu kembali mengejutkannya. Rudi hanya terdiam karena tidak tahu apa yang harus dikatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas, ..” wanita kembali nampak berharap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya , mbak “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kenapa Mas diam saja?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya juga lagi bingung.? Jawabnya tak sengaja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kenapa? . Kalau Mas, tidak punya ya tidak apa apa. Biar saya nginap dijalan saja. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya ada uang tapi saya tidak tahu apakah cukup untuk ongkos Mbak ke Bandung” Rudi menyerahkan uang itu. Semua yang ada dikantongnya berpindah kepada wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas, ….” Seru wanita itu dengan menatap wajah Rudi dalam linangan air mata. “ Terimakasih banyak. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan ini. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mari , mbak saya antar ke stasiun? “ wanita itu mengangguk. Dengan menggunakan Bajai , Rudi mengantar wanita itu ke Stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mungkin saya dan suami mbak tidak jauh beda. “ kata Rudi ketika sampai di stasiun.” Saya selalu tidak punya waktu untuk keluarga karena saya harus berdagang dari pagi sampai malam. Hasilnyapun tidak lebih hanya untuk menyambung hidup hari hari dan bayar kontrakan rumah.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apakah istri Mas tidak pernah marah “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apa yang harus dimarahkan ? sudah nasip dia mempunyai suami seperti saya yang miskin. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Istri,Mas bahagia “ tanya wanita itu agak terheran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kami memang orang miskin namun saya dapat merasakan kebahagiaan istri saya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bagaimana Mas, dapat merasakannya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Dia selalu tersenyum ketika menyambut saya pulang dari dagang. Segelas air yang diasediakan melepaskan semua penat yang ada. Senyumnya menghias dirinya ketika berangkat tidur telah membuat saya merasa selalu bersyukur dengan segala yang saya miliki. Ketika bangun pagi, saya dapati istri saya tetap tersenyum menyiapkan sarapan pagi walau hanya sepotong ubi kayu dan segelas kopi. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tentu , Istri mas, kenal betul pribadi Mas “ jawab wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ya, karena dialah jodoh saya. Kami menyatukan hati kami karena hanya ingin beribadah kepada Allah. “ Kemudian wanita itu harus masuk kedalam stasiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rudi tidak tahu harus kemana sekarang. Kalau tadi dia masih punya uang ditangan untuk pulang tapi sekarang uang ditangan sudah berpindah kewanita itu. Dia teruskan langkahnya ke Mesjid Istiqlal. Untuk melaksanakan sholat isya berjamaah. Seusai sholat isya , diapun terkurung didalam masjid karena diluar hujan turun dengan sangat lebat seperti tumpah dari langit. Kadang disertai oleh petir dan angin kencang. Dia termenung diteras Masjid. Dia membayangkan nasip istri dan anak anaknya. Dia juga tidak tahu apa yang akan dia lakukan untuk besok. Tempat dia biasa berdagang sudah digusur. Uang ditangan untuk memulai usahapun tidak ada Sementara dia sendiri tahu betul bahwa istrinya tidak punya tabungan. Bagaimana mau nabung ? untuk makan saja dia harus berhemat agar dapat membiayai anak anaknya yang sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dari kejauhan dia melihat ada mobil yang berhenti diluar gerbang masjid. Mungkin teredam air yang memenuhi jalanan. Dari kejauhan nampak tangan melambai lambai keluar. Sepertinya pemilik kendaraan membutuhkan pertolongan. Dia perhatikan , ternyata didalam kendaraan itu adalah seorang wanita. Tanpa dikomando, secara naluriah dia menerobos hujan lebat dan menghampiri kendaraan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ada apa ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tolong mobil saya didorong. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Baiklah. “ Rudi menjawab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ditengah hujan lebat dan badan yang basah kuyup , Rudi berjuang untuk mendorong mobil sedan itu. Lambat namun pasti kendaraan itu melaju kearah tempat yang tidak terlalu tinggi genangan airnya. Selang beberapa waktu kemudian, mobil itu kembali dapat dihidupkan. Wanita itu langsung tancap gas tanpa mengucapkan terimakasih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rudi pun berlalu dan kembali ke Masjid. Sekarang bukan hanya bingung memikirkan untuk pulang. Diapun meradang menahan dingin karena bajunya basah kuyup. Juga perut yang sudah berteriak untuk diisi. Rudi, melangkah kedalam Masjid dan duduk diteras masjid. Diapun berzikir untuk menghilangkan rasa lapar. Dia ingat betul nasehat guru mengajinya dikampung. “ Ketika tiada tempat kamu mendapatkan pertolongan maka kembalikan semua persoalan itu kepada Allah. Hanya Allah lah tempat kamu kembali dan memohon perlindungan. “.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kebaikan demi kebaikan yang dia lakukan selama ini tidak pernah dia berharap lebih kecuali hanya untuk mencari ridho Allah. Ditengah zikir itu dia mendapatkan ketenangan dan tak terasa laparpun berlalu. Dia membayangkan istri tercintanya dirumah Wanita sholeha. Allah maha besar dan pengasih. Itu dia ketahui dengan tanpa ragu. Ketika empat tahun dalam perkawinan , mereka tidak juga mendapatkan keturunan. Ketika dia mendapat kabar bahwa adik istrinya mengalami kecelakaan bersama suaminya ketika pulang kampong yang meninggalkan dua anak sebagai yatim piatu. Maka Rudi menyadari bahwa inilah kasih Allah kepadanya yang tetap memberikan kesempatannya untuk mendidik anak manusia walau bukan anak kandungnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hujan sudah mulai reda. Diapun melangkah keluar dari Masjid menembus malam. Dia putuskan untuk berjalan kaki menuju pulang. Jarak rumahnya dari Masjid itu tidak lebih 5 kilometer. Tidak terlalu jauh baginya karena dikampung dia biasa menempuh perjalanan lebih dari itu. Seperti biasanya istrinya menyambut dengan ceria kedatangannya. Namun agak terkejut ketika melihatnya pulang dalam keadaan basah kuyup. Ketika dipembaringan dia menceritakan semua kejadian yang dialaminya sepanjang hari. Istrinya memeluknya dengan hangat. Kemudian segera berdiri menuju lemari pakaian. Sambil tersenyum istrinya menyerahkan amplop putih yang agak tebal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apa ini , “ katanya terkejut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bukalah ? Istrinya kembali kepembaringannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Wah, banyak sekali uangnya. Darimana kamu dapatkan uang ini ? serunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tadi , sejam yang lalu , Pak Komar datang kerumah kita dan mengantarkan uang ini "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Pak Komar ? siapa itu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Pak Haji yang punya rumah besar tepat dibelakang rumah kita” Katanya. Rudi mengetahu pasti rumah itu karena tembok pagar Rumah Pak Haji menempel dengan dinding rumah konrakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Oh ya.. Kenapa dia kasih kita uang ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Pak Haji cerita katanya Mas, tadi membantu anak perempuanya ketika mogok dijalan. Dia memberi uang ini sebagai Zakat karena sebetulnya setiap tahun dia selalu mengeluarkan zakat hartanya tapi selalu lupa membaginya kepada kita. Nah , sekarang kita kebagian. “ Kata istrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rudi memang tidak memperhatikan kendaraan itu. Karena hujan lebat mengaburkan pandangannya. Ternyata kendaraan yang mogok itu adalah milik putri Pak Haji Komar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Alhamdulilah” serunya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mereka berdua menghitung uang itu lembar demi lembar. Jumlahnya mencapai Rp. 2 juta rupiah. Lebih dari cukup untuk kembali membuka usahanya. Rudi pergi keluar kamar dan menemui kedua anaknya yang tertidur pulas dikamar sebelah. Dikecupnya kening ke dua gadis manis itu dan matanya tengadah keatas sambil berbisik “ Tuhan , karena kasih mu , engkau beri aku kekuatan. Karena kasihmu engkau beri aku kebijakan untuk selalu ikhlas. Karena rahmatmu engkau beri aku kesabaran. Tetapkanlah aku sebagai kelompok orang orang yang selalu bersyukur. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; “ Amin…” Istrinya menjawab dan memeluknya dari belakang… ~~&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sudah lebih dari tiga bulan dia memulai berdagang bakso keliling kampung. Tidak banyak hasil yang dapat diperolehnya dibanding bila dulu dia berdagang tempe koreng diperempatan pasar. Tapi tempat berdagangnya yang dulu telah menjadi tempat tertutup bagi pedagang kaki lima. Keliatannya memang hanya untuk memperindah Mall yang ada didepannya. Upayanya untuk mengais rezeki dibumi Allah ini tidak pernah surut. Setiap pagi , dia sudah siap dengan dagangannya untuk berkeliling kampung. Karena setiap hari menaggung rugi maka modal yang ada pun semakin susut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sampai akhirnya dia kehabisan modal. Sementara anaknya yang tertua sedang sakit tanpa ada kemampuannya untuk membawa kedokter. Ditengah malam , Rudi dan istrinya tersentak dari tidurnya karena Azmi berteriak teriak. Mereka keluar dari kamar dan mendapati Emi dalam keadaan kejang kejang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kita bawa kerumah sakit , Mas “ seru istrinya. Namun akhirnya mereka berpandangan satu sama lain “ Kita engga punya uang..” Istrinya menjawab sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Diapun terduduk. Kemudian di peluknya Emi “ Bangun sayang…bangun. Ini Ayah…” Emi hanya terdiam dengan muka pucat. Tanpa banyak pikir , diapun menggendong Emi dan berlari kerumah sakit terdekat dengan dibantu oleh tetangganya. Diruang gawat darurat , Emi hanya dibiarkan diruang pemeriksaan tanpa disentuh oleh dokter. Karena belum ada perintah dari bagian administrasi. Rudi hanya berdiri didepan bagian administrasi tanpa ada kemampuan untuk bicara. Karena petugas Rumah Sakit itu telah mengatakan dengan tegas “Tidak akan ada kebijaksanaan untuk anda atau bawa kembali anaknya kerumah sakit lainnya. “ Rudi pergi keluar ruang administrasi. TIdak tahu kemana akan pergi .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dikuridor rumah sakit , langkahnya dihentikan oleh suara seorang wanita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas,…” Rudi menatap wanita itu dan seperti dia mengenal tapi dia lupa dimana dia pernah bertemu. “ Mas, lupa ya sama saya ? sebulan lalu Mas pernah bantu saya untuk pulang ke bandung. Ingat engga? “ kata wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Oh ya…saya ingat..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ada apa kemari. Siapa yang sakit ? “ tanya wanita itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Anak saya ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Lah, sekarang Mas, mau kemana ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya tidak tahu. Anak saya tidak diterima dirumah sakit ini karena saya tidak punya uang” Rudi berkata dengan sangat lambat. Matanya menerawang ketempat lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Wanita itu mengeluarkan telp genggamnya. “ Mas , bisa temui aku di ruang Gawat darurat . Engga. .Ada yang harus Mas temui. Itu yang dulu aku cerita . Soal pria yang menolongku waktu pulang kebandung…” terdengar percakapan wanita itu lewat telephone genggamnya. Rudi melirik kearah wanita itu yang nampak tersenyum sambil menutup telpnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas, Mari kita keruang Administrasi. Suami saya dokter di rumah sakit ini. Kami akan menanggung semua biaya berobat anak Mas “ kata wanita itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rudi mengikuti langkah wanita itu keruang administrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ini kenalkan suami saya “ kata wanita itu ketika sampai diruang administrasi dimana sudah berdiri seorang pria dengan seragam dokter. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Sudah lama saya berharap dapat bertemu dengan anda. Sekarang Allah mempertemukan kita disini. Terimakasih atas bantuan anda kepada istri dan anak saya. “ kata dokter&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Sudah kewajiban kita untuk membantu mereka yang butuh pertolongan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bukan itu saja.Kata kata anda kepada istri saya telah menyadarkannya untuk ikhlas dan bersyukur dengan takdirnya sebagai istri seorang dokter yang memang tidak punya cukup waktu untuk keluarga. Kata kata anda sangat besar pengaruhnya terhadap sikap istri saya terhadap tugas kemanusiaan saya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Wanita itu dan suaminya membawa Emi keruang VIP dimana Emi akan mendapatkan pelayanan sempurna sampai kesembuhannya. Seminggu setelah itu , Emi dapat pulang kerumah. Suami wanita itu memberikan ruang dikantin rumah sakit untuk Rudi berdagang. Bukan itu saja , suami wanita itu juga memberinya modal untuk memulai usahanya kembali… Rudi menyadari bahwa bila kebaikan yang ditebar karena allah maka allah pulalah yang akan memberikan balasannya. Allah akan mengangkat derajat manusia yang dia mau dan begitupula menjatuhkan derajat seseorang yang dia mau. TIdak ada yang tidak mungkin bagi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karenanya bila kita mengejar dunia maka kita akan kehilangan akherat. Namun apabila kita mengejar akherat maka allah akan memberikan dunia dan akherat untuk kita. Bila kita berjalan pada jalan yang benar maka tentu kita akan sampai pada tujuan yang sebenarnya. Itulah keyakinan bagi Rudi yang melahirkan &lt;/span&gt;kebijakan dalam setiap perbuatannya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-4513720676817048047?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/4513720676817048047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=4513720676817048047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4513720676817048047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4513720676817048047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/12/ketika-memberi.html' title='Ketika memberi'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yXdIpcHFfuQ/Tudwz7tXjPI/AAAAAAAACD0/A2yC9SQ2tCs/s72-c/giving_receiving2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2207459484534450135</id><published>2011-12-03T12:04:00.013+07:00</published><updated>2011-12-05T23:32:50.972+07:00</updated><title type='text'>Terasing dikeramaian</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BGCR57OG1bA/TtmvFsC-vcI/AAAAAAAACC0/8-hPr2Omkfg/s1600/pemulung.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-BGCR57OG1bA/TtmvFsC-vcI/AAAAAAAACC0/8-hPr2Omkfg/s200/pemulung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681764917162458562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Matahari menantang garang di langit Jakarta yang berselimut karbon dioksida. Orang-orang bergegas bersimbah peluh diliputi lautan udara bermuatan asap knalpot. Motor berdesakan meliuk lincah ditengah celah kendaraan roda empat. Ketika lampu merah, mereka mendadak sontak berdesakan didepan garis bagai segerombolan domba yang terkejut oleh auman macan. Di sebuah jembatan penyeberangan tak beratap, nampak pria baya duduk ditengah jembatan itu. Ia menekurkan kepala yang dibungkus topi pandan kumal serta tubuh dibalut busana serba dekil. Dia duduk  di atas lembaran kardus. Di depannya sebuah kaleng peot, nyaris kosong dari uang receh logam pecahan terkecil yang masih berlaku. Nampaknya dia cukup sehat untuk pantas menjadi pengemis. Tak ada yang patut dikasihani hingga uang receh pantas untuknya. Hanya dia memang miskin. Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika matahari mulai tergelincir ke Barat, pria baya itu keluar dari arena mengemis dijembatan itu. Dia  turun dengan langkah pasti menuju lekukan sungai hitam di pinggir jalan. DIsitu sudah ada  gerobak dorong. Didalam grobak itu berisi beragam barang kumuh seperti dirinya. Dia berusaha mencari cari sesuatu. Akhirnya dia menemukan botol air mineral yang isinya masih tersisa setengah. Lalu dia meminumnya. Seekor anjing betina kurus berwarna hitam muncul mendekatinya, mengendus-endus dan menggoyang-goyangkan ekornya. Ia siap berangkat, mendorong gerobak kecilnya melawan arus kendaraan, di pinggir kanan jalan. Anjing kurus itu melompat ke atas gerobak, tidur bagai anak balita yang merasa tenteram dalam dekapan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dengan kereta dorong itu dia menyusuri jalan kota yang tetap sibuk oleh kendaraan mewah berjejal, yang mungkin didalamnya ada anggota DPR pejuang wong cilik namun selalu menutup rapat jendela kendaraanya dari pengemis jalanan, atau president yang sedang asyik  membaca laporan statistic bahwa orang miskin berkurang dari tahun ketahun. Kadang dia harus berjalan agak ketengah jalan karena dipinggir jalan berjejer mobil mewah diparkir tak jauh dari restoran mewah, walau jelas ada tanda dilarang parker. Bukan hanya dia yang tak bisa berjalan tertip dipinggir jalan tapi juga orang lainpun tak bisa berjalan aman di trotoar karena kadang trotoarpun dilintasi oleh motor yang ingin keluar dari kemacetan. Dia tetap mendorong gerobak sambil mencari-cari puntung rokok yang masih berapi di pinggir jalan itu, lalu mengisapnya dengan santai. Orang-orang menghindarinya sambil menutup hidung &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia  memarkir gerobak kecilnya di bawah pokok akasia tak jauh setelah membelok ke kanan tanpa membangunkan anjing betina hitam kurus yang terlelap di atas buntelan-buntelan dalam gerobak itu. Ia menepi ke pinggir sungai yang penuh sampah plastik, lalu kencing begitu saja. Ia tersentak kaget ketika mendengar anjingnya terkaing. Seorang bocah laki laki  yang memegang krincingan dari kumpulan tutup botol minuman telah melempari anjing itu. Lelaki itu berkacak pinggang, menatap bocah  ingusan itu dengan tajam. Bocah ingusan itu balas menantang sambil juga berkacak pinggang. Anjing betina hitam kurus itu mengendus-endus di belakang tuannya, seperti minta pembelaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia  kembali mendorong gerobak kecilnya dengan bunyi kricit- kricit roda besi kekurangan pelumas. Anjing betina kurus berwarna hitam itu kembali melompat ke atas gerobak, bergelung dalam posisi semula. Bayangan jalan layang tol dalam kota, melindunginya itu dari sengatan matahari. Sementara lalu lintas semakin padat, udara semakin berdebu. Dia  membelokkan gerobak kecilnya ke sebuah rumah makan yang sedang padat pengunjung. Seorang Satpam berwajah garang menghampirinya. Dia tidak peduli, terus saja mendorong hingga ke lapangan parkir yang penuh sesak kendaraan mewah. Sepasang orang muda yang baru saja parkir, kembali menutup pintu mobilnya sambil menutup hidung ketika lelaki itu menyorongkan gerobaknya ke dekat mobil sedan hitam itu. Seorang pelayan rumah makan itu berlari tergopoh- gopoh keluar, menyerahkan sekantong plastik makanan pada laki-laki itu sambil menghardik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Cepat pergi!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia menghentikan gerobak kecilnya di depan sebuah halte bus kota. Mengeluarkan beberapa koin untuk ditukarkan dengan beberapa batang rokok yang dijual oleh pedagang rokok di halte itu. Orang yang berada di halte itu nampak menutup hidungnya.  Halte itu senantiasa ramai karena tak jauh dari situ ada satu jalur pintu keluar jalan tol yang menukik dan selalu sesak oleh mobil-mobil yang hendak keluar. Dia meneruskan perjalanannya menuju kolong penurunan jalan layang tol itu. Meski berpagar besi, telah lama ada bagian yang sengaja dibolongi oleh penghuni-penghuni kolong jalan layang itu untuk dijadikan pintu masuk. Dia memilih duduk  di pojok yang agak gelap dan terlindung dari hujan dan panas. Ini wilayahnya, rumahnya untuk sementara. Tak ada yang bisa mengusiknya dari wilayah ini kecuali petugas Tramtip. Acap kali dia kena garuk dan selalu akhirnya dilepas untuk kembali ke wilayahnya, dibawah jembatan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia lalu membongkar isi gerobaknya, mengeluarkan lipatan kardus dan mengaturnya menjadi tikar. Anjing betina berwarna hitam kurus itu mengibas-ngibaskan ekornya ketika lelaki itu mengambil sebuah piring plastik dari dalam buntelan, lalu membagi makanan yang didapatnya dari rumah makan tadi. Keduanya makan dengan lahap tanpa menoleh kanan-kiri.  Bocah perempuan ingusan menyaksikan dari  jauh di bawah kolong jalan layang itu, memandangnya dengan rasa lapar. Bocah itu memberanikan diri mendekatinya. Anjing betina yang sedang asik makan didekatnya, ketika bocah wanit itu mendekat, segera menjauh dengan rasa takut sambil meninggalkan makanan yang tersisa untuk bocah yang lapar itu. Dia  tidak peduli, meneruskan makannya hingga licin tandas dari daun pisang dan kertas coklat pembungkus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia mengeluarkan sebuah botol air kemasan berisi air, meminumnya separuh. Tanpa bicara apa- apa, bocah perempuan ingusan itu menyambar botol itu dan meminumnya juga hingga tandas. Dia hanya memandang, sedikit terkejut, tapi tidak bicara apa-apa. Air mukanya tawar saja. Mengeluarkan rokok dan membakarnya sambil bersandar pada gerobak kecilnya. Tergeletak tidur setelah itu di atas bentangan kardus kumal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malam telah larut. Dlihatnya bocah perempuan itu nampak resah oleh  hujan yang mulai turun. Agak gerimis namun sebentar lagi kota ini akan diguyur hujan deras. Bocah itu masih tetap dalam posisinya yang tak begitu terlindungi dari hujan. Lambat namun pasti kepalanya mulai basah, tubuhnya juga basah. Bocah perempuan ingusan itu menetapnya seakan meminta izin untuk duduk bersebelah dengannya yang terlindungi dari hujan. Dia hanya tersenyum. Benarlah, bocah itu seakan membaca isyarat bersegera berlari mendekatinya. Duduk disebelahnya diatas karton yang tersisa. Disebelahnya lagi nampak anjing betina yang juga mulai lelah dan berusaha tidur. Mereka bertiga , tidur bersedekatan melawan dingin malam. Kemudian rasa kantuknya datang, dia terlelap namun sebelumnya dia merasakan tubuh bocah wanita itu berusaha merapat kepunggungnya, berusaha melawan dingin dari kehangatan tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bocah perempuan ingusan itu cepat terlelap dan bermimpi berperahu bersama anjing betina kurus berwarna hitam itu di sebuah danau yang sunyi. Deru mesin mobil yang melintasi jembatan beton di atas mereka justru menimbulkan rasa tenteram, rasa hidup di sebuah kota yang sibuk. Lelaki setengah umur itu juga sedang bermimpi tidur dengan seorang perempuan. Ketika ia membalikkan badannya, ia mendekap erat-erat tubuh bocah yang setengah basah itu dan melanjutkan mimpinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia terjaga dan berusaha untuk kembali tidur namun tak bisa. Dibelainya kepala bocah perempuan itu. Kolong penurunan jalan layang tol itu cukup padat penghuninya di malam hari. Beberapa anak jalanan yang sehari- hari mengamen di sepanjang jalan bawah, juga bermalam di situ. Ada lima anak jalanan laki-laki yang selalu menjahili bocah perempuan itu. Kadang dia lihat bocah itu menangis sambil menjerit jerit dan menatapnya seakan meminta perlindungan darinya tapi dia tak berdaya. Bocah itu bukanlah anaknya dan semua orang bebas berbuat apa saja disini, termasuk bila harus menelanjangi bocah perempuan yang tak berdaya itu, didepannya. Namun setelah itu sebisanya dia menenangkan bocah perempuan itu, dan meyakinkan bahwa dia peduli. Bocah perempuan itu terdiam dan merasa nyaman walau tetap tak pernah merasa aman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ditatapnya anjing betina yang terlelah disampingnya. Dibelainya kepala anjing itu. Dia penah marah besar kepada anjing betina itu walau tak sampai dia menendang. Pasalnya anjing itu terus menggong gong semalaman hingga memuat dia tak bisa tidur. Mungkin anjing itu kurang sehat atau lapar. Diantara pria kokoh yang juga penghuni bawah kolong jembatan ini berusaha mendiamkan anjing itu dengan lemparan batu. Dia tak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa membuat matanya melotot kepada anjing itu sambil membentak untuk diam. Entah mengapa anjing itu terdiam karena takut oleh lemparan batu para penghuni kolong jembatan itu. Anjing itu kembali mendekatinya, terdiam dan terlelap dalam kelelahan dan lapar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum subuh, pasukan tramtib itu datang lagi, lengkap dengan polisi dan beberapa truk dengan bak terbuka pengangkut gelandangan. Sebelum matahari muncul, kolong- kolong jembatan dan jalan layang harus bersih dari manusia-manusia kasta paling melata itu. Dia tahu sebentar lagi aka nada kunjungan tamu terhormat dari luar negeri yang akan dijamu oleh presidentnya di Istana. Mimpinya tersangkut bersama gerobaknya di atas bak truk. Begitu juga bocah perempuan itu.  Dia  menggapai-gapaikan tangannya, memohon agar petugas membiarkan anjing betina itu ikut bersamanya.. Tapi, sebuah pentungan kayu telah mendarat di kepala anjing kurus itu hingga terkaing-kaing, berlari ke seberang jalan dan hilang ditelan kegelapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Mampus lu, anjing kurapan!” sumpah petugas itu sambil melompat ke atas truk yang segera berangkat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bak truk terbuka itu nyaris penuh, termasuk tukang rokok di halte dekat situ. Dia  tampak geram. Matanya mencorong ke arah petugas yang memegang pentungan. Petugas itu pura-pura tidak melihat. Hujan telah berhenti. Iringan truk yang penuh manusia gelandangan kota yang dikawal mobil polisi bersenjata lengkap di depannya, menuju ke suatu tempat arah ke Utara, dan kemudian membelok ke kanan. Dari pengeras suara di puncak-puncak menara masjid terdengar azan subuh bersahut-sahutan, memanggil orang beriman untuk lebih baik sholat daripada tidur. Bulan semangka tipis masih menggantung di langit, kadang-kadang tertutup awan yang bergerak ke Barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lewat seminggu, sebagaimana biasanya, petugas Tramtip akan membiarkannya pergi. Kelak kembali dia akan digaruk bila tamu agung berkunjung lagi ke Ibukota. Mereka &lt;/span&gt; tidak peduli. &lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt;Mungkin Pemerintah  tidak punya cukup uang menampung mereka dengan makan dan tidur gratis atau tidak cukup pintar memikirkan nasip kaum miskins seperti dia..Padahal dana korup pejabat yang jumlahnya tak terbilang itu, bila ditebar secuil  akan lebih dari cukup untuk program kepedulian kepada mereka yang duapa. &lt;/span&gt;Diapun kembali ketempatnya, dibawah kolong jembatan layang. Kemudian, orang orang akan melihatnya berjalan sambil menarik gerobak rongsokan namun didalam gerobak itu  tak lagi nampak anjing betina yang tertidur lelah tapi bocah perempuan ingusan itu...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2207459484534450135?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2207459484534450135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2207459484534450135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2207459484534450135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2207459484534450135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/12/terasing-dikeramaian.html' title='Terasing dikeramaian'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BGCR57OG1bA/TtmvFsC-vcI/AAAAAAAACC0/8-hPr2Omkfg/s72-c/pemulung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-1495441256465767714</id><published>2011-11-20T04:56:00.031+07:00</published><updated>2011-11-20T22:23:34.921+07:00</updated><title type='text'>Keputusan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8kc5z91HVp8/TsgmqmhK-tI/AAAAAAAACAM/Ry4zbsz_mcM/s1600/muslimah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8kc5z91HVp8/TsgmqmhK-tI/AAAAAAAACAM/Ry4zbsz_mcM/s200/muslimah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676829843636550354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia bermuram sepagi ini. Tak sepeti biasanya dia yang senantiasa ceria. Apalagi bila aku ada disisinya.  Ada  apa ? Berkali kali kucoba untuk menghapus murungnya dengan kisah kisah humor namun tak juga surut wajahnya dari murung. Aku kehabisan akal. Kucoba dekatkan wajahku kewajahnya. Dia bersegera mencubit pipiku dengan tersenyum. AKu senang. Sepagi ini seharusnya kita isi dengan ceria. Menikmati keberduaan dirumah tanpa anak anak.  Tangannya bersegera memagut tanganku untuk pergi ke meja makan  “ Sarapann yuk. “. Dia seakan melupakan murungnya ketika mendampingiku makan. Sebisanya dia berlakon sebagaimana biasanya. Menjadi pendangar yang baik bila aku bercerita mengiringi setiap suapku. Aku tahu dia tidak paham dunia politik apalagi dunia ekonomi yang pelik. Namun dia berusaha sekali sekali menimpali sekedar meyakinkan aku bahwa dia mengerti apa yang aku katakan. Begitulah dia bersikap dan aku maklum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Usai sarapan pagi. Dia menggelar sajadah untuk sholat duha yang menjadi rutinitasnya sejak kali pertama dia menjadi istriku. Setelah itu , kami duduk diruang tengah. Dihadapanku nampak wanita menjelang usia 50 tahun , yang telah dengan setia mendampingiku dalam usia perkawinan 26 tahun. Dia tersenyum ketika kuperhatikan. “ Aku tak lagi muda. Lihatlah tubuhku sudah lembek, Tak lagi kencang seperti dulu ketika kita awal betemu. Sementara kamu masih nampak gagah” Itulah kata kata yang tak pernah henti dikatakannya bila kami berdua dan aku memperhatikannya. Bagiku dia belumlah menua. Dia masih sintal. Dan aku sikuku Bima, katanya. Kami masih bisa mengejar ombak tujuh gelombang hempasan tak terhingga. Diakhir semua ketika laut menenang, kami menikmati semuanya dengan senyum bahagia. Tak ada yang lemah, juga tak ada yang terlalu kuat. Irama ombak dan semangat kami masih bisa berpacu dengan harmonis untuk menikmati kebersamaan dalam rihdo Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika aku dirumah, tak pernah sedikitpun aku mendengar keluhannya tentang betapa lelahnya dia mengurus rumah tangga tanpa servant. Dia berusaha membuat aku nyaman dirumah dalam kebersamaan dengan anak anak. Walau dalam setahun aku tak lebih 4 bulan dirumah namun tak pernah dia sesali takdirnya bersuamikan aku sebagai pengusaha. Bila badai ekonomi datang, dialah orang pertama yang meyakinkanku untuk tenang dan tidak usah terlalu memikirkan anak anak dan dirinya. Sehingga aku bisa melewati goncangan dengan tenang pula sampai aku bisa keluar dari masalah. Begitulah gambaran singkat tentang aku dan dia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika sore datang, kami menikmati secangkir teh diuang tengah. Matanya menatap langit langit rumah dan kemudian pandangannya disapu keseluruh ruangan yang luas. Seakan dia berdialogh tentang kesepian dalam kesedirian yang dirasakannya bila aku tidak ada disampingnya. Kami dikarunia dua anak. Yang tertua, sudah sarjana dan sekarang sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengusaha. Yang nomor dua , putri kami yang sedang sibuk menyelesaikan kuliah di fakultas kedokteran. Keduanya sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Sewaktu anak anak masih kecil kecil, dia menikmati kesibukannya dirumah. Tak pernah merasa sepi bila aku bersibuk diri diluar rumah sebagai pengusaha. Kadang berhari hari aku sibuk diluar kota dan baru kembali dengan badan lelah. Kadang aku harus menempuh perjalanan jauh keluar negeri untuk urusan bisnis. Dia tetap ceria dengan kesibukannya dirumah. Mengantar anak jemput anak kesekolah, mengantar mereka pergi les, belanja ke Mall dan mengurus segala tetek bengek dirumah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun kini dalam usia menjelang lima puluh, setelah anak anak sibuk dengan dunia mereka diluar rumah. Tak ada lagi kesibukannya seperti dulu ketika mereka masih kecil kecil. Ketika pagi , setelah anak anak pergi keluar rumah, tinggalah dia seorang diri dirumah. Aku bisa merasakan betapa sepi hidupnya. Ketika malam datang, tentu dia merindukan aku. Tak ada lagi teman untuknya berkata kata. Bisu. Ruang tamu diam. Ruang makan berkabut. Kamar tidur berselimut sunyi. Suara televisi yang malam-malam terakhir ini menayangkan diskusi kosong tak pernah lagi membuatnya tertarik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Putri ingin kos . Karena dia terlalu capek bila harus pulang pergi setiap hari kekampus dan kerumah. “ Katanya dengan memecah keheningan dalam bersediam saling pandang. Dia nampak murung. Dia mengharapkan tanggapanku, tentu keputusanku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Ini sudah saatnya kamu tidak lagi dirumah, Ikut aku aja. Kemana aku pergi kamu sama aku. “ Kataku berusaha tersenyum untuk menghilangkan murung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Dulu abang janji usia 50 akan pension dari bisnis. Apakah janji itu masih berlaku” tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Insya Allah. “&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Kalau begitu , biarlah aku dirumah saja. Tunggu dua tahun lagi abang pension"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Tapi kan dua tahun itu cukup lama. Apalagi harus kesepian dirumah.” Kataku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dia tetap murung. “ Kenapa kamu engga ikut menemaniku keluar negeri. “ Sambungku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Kan dulu sebelum menikah kita sudah janji bahwa aku engga boleh ikut campur urusan bisnis Abang. Aku juga engga boleh ikut mendampingi Abang kemanapun pergi urusan bisnis. Ingat engga sih janjinya. “ Katanya sambil cemberut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Ya, ya tahu. Ingat. Tapi mari kita abaikan janji kita dulu.Kita rubah dengan janji baru. Gimana ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Engga mau. “ Katanya “ Kan abang yang ajarin harus konsisten dengan janji, yak an” Jawabnya tangkas. Aku kehilangan kata kata untuk membujuknya agar tak lagi murung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Ok, Jadi apa yang harus aku lakukan”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Larang putrid  kos. “ katanya dengan cepat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Kan alasannya jelas. Capek.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ BIar aku yang antar jemput kekampus .”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Ma, usia kamu tidak lagi muda. Setir kendaraan itu capek. Dan lagi sudah saatnya Putri belajar mandiri. Tak juga elok anak terus dibawah ketiakmu“ Kataku. Dulu pernah kusarankan membayar supir pribadi tapi dia tolak dengan alasan pemborosan. Pernah pula kusarankan agar Putri belajar setir mobil dan bawa mobil sendiri ke kampus. Tapi dia tolak dengan berbagai alas an, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Abang juga tidak muda lagi. Bisnis itu kan capek.Apalagi harus banyak perjalanan keluar kota dan keluar negeri. Aku aja ke Mekkah capeknya minta ampun. “ Jawabnya tangkas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kan mencari nafkah ibadah disisi Allah. Engga masalah capek”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Mengurus anak dan rumah juga ibadah. Aku ingin setiap keringatku , untuk anakku, untuk suamiku dihitung Allah sebagai ibadah”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kami terdiam sambil menikmati secangkih teh. Dia masih murung. Aku membayangkan dia akan bertambah kesepian bila putri ku izinkan kos. Dia ingin bersikap tapi tak pernah berani mengambil keputusan. Dalam banyak hal urusan rumah tangga dia manager yang hebat tapi mengambil keputusan soal strategis tetaplah dia bersandar kepadaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Insya Allah, dua tahun lagi putra kita akan menikah. Kita akan dipanggil kakek dan nenek. Pada saat itu abang sudah pensiun dari bisnis. Kita akan selalu bersama. Ya kan ? “ katanya memecah keheningan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Tentu”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Jadi gimana dengan Putri ?“ tanyanya  kembali kepada diskusi awal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Aku terdiam dan sulit mengambil keputusan. Ini kalinya aku begitu sulit bersikap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Bang, Tak elok anak gadis tinggal sendirian tanpa muhrimnya. Lain halnya bila dia tinggal dirumah kos dimana ada orang tua yang bertindak sebagai walinya. Itu bisa dibenarkan oleh agama. Dikota besar seperti Jakarta, amat jarang mendapatkan rumah kos yang lengkap dengan orang tua sebagai walinya. Umunya mereka hanya menyediakan kamar untuk disewakan. Kalaupun ada ibu kos nya namun itu hanya formalitas belaka. ” Demkian dia  menjelaskan agar aku bisa bersikap dengan bijak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Baiklah. Aku ada usul. Kita jual rumah ini dan kita ambil apartment yang dekat dengan kampus lia. Jadi kita tetap bisa bersama Lia dan lia tidak perlu capek pulang pergi kekampus.” Bagiku ini solusi terbaik dan tepat. Dua masalah , soal putri dan kesepiannya teratasi sekaligus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Apartement ? Yang paling banyak hanya dua kamar ? katanya sambil menggelengkan kepala. " Abang lupa. Ibuku sudah tua , ibumu juga. Kalau kita tinggal di Apartement, itu sama saja kita menolak bila suatu saat mereka ingin tinggal bersama kita.  Bagaimana perasaan  mereka ? Bakti kepada orang tua sangat mulia dihadapan Allah, juga menjaga perasaanya lebih penting lagi. Juga aku tidak mau bila hari pertama pernikahan anak kita kelak tidak dirumah kita.” Demikian pertimbangan. Aku tahu betul baginya kehidupan apartment bukanlah pilihan bagus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“ Aku tahu , Abang tidak ingin aku cape antar jemput putri . Aku juga tahu , Abang engga mau aku kesepian dirumah kalau abang sedang tidak dirumah. Aku tahu. Tapi sudah takdirku melewati ini semua dengan ikhlas. Allah tak mungkin mewajibkan kepada kita bila Allah tidak menyertakan pertolongannya. Tentu ada hikmah dibalik ini semua. Percayalah.” Katanya lagi. Membuat aku tersentak dan haru akan ketegaranmu menghadapi kenyataan walau usia semakin menua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kugenggam tangannya sambil berkata " Ya kita memang harus terus berkorban untuk buah hati kita, untuk orang terdekat kita. selalu sampai ajal menjemput. Mereka semua adalah cobaan bagi kita untuk semakin dekat kepada Allah. Semoga Allah selalu membuat kita tak terpisahkan dalam menghadapi peliknya kehidupan untuk beribadah kepada Allah." Kulihat airmata mengambang dipelupuk matanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kini barulah aku sadar mengapa dia murung. Kawatir aku salah mengambil keputusan. Karena dia kenal betul akan sikapku yang pragmatis. Sebagai businessman kadang aku lebih banyak mengandalkan logika berpikir dengan cepat. Kadang terlupakan hakikat yang harus menjadi petimbangan utama. Dia selalu hadir sebagai penyeimbang ketika aku harus mengambil keputusan. Ya setiap keputusan rumah tangga adalah tanggung jawabku dihadapan Allah dan dia mengingatkanku agar tidak lupa bersikap bijak. Ketika aku mengambil keputusan sesuai sarannya maka tak ada lagi murung diwajahnya. Dia kembali ceria yang berbungkus ikhlas karena Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-1495441256465767714?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/1495441256465767714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=1495441256465767714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/1495441256465767714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/1495441256465767714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/11/keputusan.html' title='Keputusan'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8kc5z91HVp8/TsgmqmhK-tI/AAAAAAAACAM/Ry4zbsz_mcM/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-8028035463977902513</id><published>2011-11-18T04:10:00.005+07:00</published><updated>2011-11-18T04:31:54.892+07:00</updated><title type='text'>Selalu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OMfQ9vpd590/TsV7hXJie6I/AAAAAAAAB_w/BzNOH1w5_6A/s1600/cinta-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OMfQ9vpd590/TsV7hXJie6I/AAAAAAAAB_w/BzNOH1w5_6A/s200/cinta-1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676078718450301858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;1983&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bel sekolah berdentang keras dan kamipun berlarian meninggalkan kelas. Siapa sih yang mau berlama lama dikelas menghadapi pelajaran matematika. Apalagi menghadapi guru yang killer dan membosankan. Dengan malas ku kayuh sepedaku menuju pulang bersama teman teman. Dari kejauhan nampak Burhan tersenyum kearahku. Teman temanku mentertawakanku “ Tuh..lihat pacarmu tersenyum padamu…” teriak teman teman kepada ku. “ Iiih Amit amit cabang bayi..” teriaku agak tersinggung. Dengan cepat kukayuh sepedaku untuk menjauhi Burhan. Aku kesal dengan dia. Karenanya membuat aku diperolok oleh teman teman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tapi sekonyong konyong sepedaku kehilangan daya. Ternyata rantainya lepas. Aku bingung karena tidak mengerti cara memperbaikinya. Semua temanku sudah jauh. Sementara yang kunampak adalah Burhan yang dari kejauhan berjalan kearahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ada masalah apa , Lia “ tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Rantainya Lepas…” jawabku sedikit ketus. Mataku mencoba mengarah ketempat lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mari , saya bantu perbaiki “ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanpa menunggu jawabanku , dia memperbaiki rantai sepedaku agar kembali ketempat semula hingga dapat kembali dipergunakan. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;Selama dia memperbaiki itu , aku memperhatikan bajunya yang nampak basah karena keringat. Pria ini menghabiskan waktu hamper 40 menit berjalan kaki untuk sampai dirumahnya. Ada sedikit kasihan terhadapnya tapi segera aku hilangkan dalam pikiranku. Tidak ada yang membuat aku tertarik dengan pria ini. Wajah dan penampilannya tidak sebanding bila harus berjalan berdampingan dengan ku. Apalagi dia dari keluarga miskin. Dan dia mempunyai penyakit kulit disekitar tangan dan kakinya. Kadang nampak bernanah. Layaknya permukaan bulan pada setiap bagian lengan dan kakinya. Bila berdampingan agak lama dengannya maka akan tercium aroma yang kurang sedap. Jadi wajarkan bila aku menolak untuk mendekatinya. Apalagi di kelas aku termasuk wanita tercantik dan keberadaannya adalah bahan olok terhadapku namun sebetulnya tema teman memperolok dia. Tapi dia tidak pernah marah atau tersinggung. Wajahnya selalu tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lia, ini sepedanya. Kamu sudah bisa pergunakan. “ katanya sambil tersenyum . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku hanya mengangguk dan berlalu tanpa mengucapkan terimakasih. Kulihat dari belakang dia agak berlari mengikuti ku. Aku segera menghentikan sepeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Sudah. Tidak usah ikuti aku. “ Teriak ku sambil mataku mengarah sekeliling kawatir ada teman temanku yang meliat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku hanya ingin memastikan kamu tidak apa apa dijalan. “ jawabnya sambil tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya .sudah..sudah…!” seruku sambil membelakanginya dan mengayuh sepedaku. Dia tidak lagi mengikutiku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1985&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di Ibu kota aku memulai kehidupan baru sebagai mahasiwi disalah satu universitas Swasta terkenal. Yang ku tau juga Burhan kuliah di Bandung. Dia dapat beasiswa untuk mengambil jurusan Politekhnik di PTN. Belakangan aku ketemu dia di dalam bus. Ada apa dengan kuliahnya. Kok dia jadi kondektur bus. Masih seperti dulu , dia tersenyum menyapaku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lia, Apakabar ? “ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku berusaha memalingkan wajah ketempat lain. Karena disebelahku ada pacarku yang nampak terkejut ketika dia menyapa sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Dengan sungkan kejabat tangannya. Sekarang tidak nampak lagi bekas kudis ditangannya. Nampak bersih. Tanpa kata kata dia hanya terdiam menatapku sambil tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika akan turun dari Bis, tasku terasa ada yang menarik. Aku melihat kebelakang ternyata copet. Aku berteriak setelah copet itu turun dari bus. Burhan menatap kearahku. Dia segera turun dari Bus dan berlari mengejar copet itu. Sementara pacarku hanya terpaku tanpa berbuat apa apa. Selang beberapa saat kulihat Burhan menjadi bulan bulanan dari beberapa preman. Ada yang menuduh justru dialah sebagai pencopet. Pacarku menariku untuk segera berlalu dari tempat kejadian itu. Karena tidak mau ambil resiko. Dari jauh nampak Burhan terkapar dijalanan. Ada perasaan bersalah tapi aku tidak bisa berbuat apa apa. Walau dia mempertaruhkan hidupnya hanya karena ingin melindungi miliku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seminggu kemudian aku bertemu kembali dengannya di Bus. Dia sudah nampak baikan. Bukas luka di wajahnya sudah tidak nampak. Dia tetap tersenyum kearahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apakabar Lia “ Sapanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;AKu hanya tersenyum sedikit dan mengalihkan perhatian ketempat lain. Sementara tanganku berusaha memagut lengan pacarku. Burhan hanya berlalu dihadapanku ketika akan menarik ongkos Bus. Namun pacarku segera memberikan uang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1990&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta asing. Kehidupan yang dulu kucita citakan sebagai professional kini sudah dalam genggamanku. Tapi kehidupan percintaanku kandas ditengah jalan. Sukses dalam karir tidak membuat aku sukses mendapatkan pria yang sesuai dengan apa yang kumau. Pada suatu ketika aku terjebak ditempat parker mobil disebuah pelataran perkantoran. Ditengah hujan lembat aku harus keluar dari kendaraanku sementara payung tidak ada. Seseorang yang datang menghampiriku dari dalam RUKO membawa payung. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apakabar, Lia “ Ternyata Burhan “ Ini , pakai payung untuk kamu” sambungnya sambil tersenyum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanpa kusadari payung itu kupakai sendiri sementara dia basah kuyup. Dia tetap tersenyum kearahku. Aku cepat berlalu darinya tanpa ucapan terimakasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Posisiku diperusahaan sudah diatas puncak. Karir ku melesat bagai panah. Tapi kehidupan percintaanku tetap kering. Tak terhitung kekecewaan datang silih berganti yang akirnya membuat ku lelah untuk memulai kembali. Usiaku sudah kepala 4 dan barulah terasa betapa sepi dan rentanya hidup ini tanpa ada pria yang dapat melindungi kita. Ini baru kurasakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apalagi perusahaan tempat ku bekerja mulai senen kemis karena kesulitan likuiditas. Maklum perbankan dalam negeri sudah terlalu banyak menghadapi masalah hingga tidak punya perhatian lagi memberikan kredit baru kepada nasabahnya. Perusahaan memberikan tugas kepadaku agar mencari mitra yang dapat memberikan dukungan financial bagi kelangsungan masa depan perusahaan. Sudah hamper enam bulan upaya promosi kebeberapa Negara untuk mendapatkan mitra , belum juga mendatangkan hasil. Aku sudah lelah dan hamper frustrasi. Melalui contact perusahaan yang ada di Hong Kong, aku direkomendasi untuk menjajaki kerjasama dengan investor , yang kemungkinan berminat untuk memberikan dukungan financial. Perundingan dengan team negosiasi dari pihak investor sangat melelahkan. Mereka tidak nampak tertarik dengan segala prospek yang kusampaikan dalam presentasi business.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ditengah kelalahan itu , aku disarankan oleh teamku untuk bertemu langsung dengan pimpinan dari pihak investor. Pertemuan diadakan di Hong Kong Financial Club yang merupakan Club paling bergengsi di Hong Kong. Hanya pebusiness kelas dunia yang dapat menjadi member di club ini. Kehadiran ku disini atas undangan dari pihak investor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lia , Apa kabar ? “ sapa yang tidak pernah aku lupa. Burhan berdiri dihadapanku dengan setelah jas mahal. Dia tersenyum. Wajahnya tidak nampak seperti pria berusia diatas 40. Dia nampak lebih muda dari usianya namun terkesan sangat berwibawa. Aku tertunduk tanpa bisa berkata apa apa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Senang ketemu kamu lagi, Lia “ Dia segera mengulurkan tangannya dan kusambut dengan ragu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lia, ! “ serunya “ Aku sudah mengambil keputusan bahwa perusahaan kami siap memberikan dukungan financial atas proposal yang kamu usulkan. “ katanya ketika memulai pembicaraan. Dia tersenyum menatapku. Tatapan yang membuat aku tidak berarti apa apa dihadapannya Tatapan yang selalu sama dan senyum yang selalu sama dari dulu sejak aku kenal dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apa syarat yang kamu usulkan “ tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tidak ada syarat kecuali saya setuju dengan kondisi yang kamu inginkan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa ? begitu mudahnya kamu bersikap dengan investasi yang begitu besarnya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Apakah kamu perlu penjelasan ini dari saya ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya , please…Karena aku sudah setengah tahun berupaya dan selalu gagal. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Izinkan aku untuk menjadi sahabatmu. “ Katanya dengan tersenyum “ Kalaupun tidak mungkin maka izinkan aku menjadi sahabat untuk selalu hadir melindungimu. “ sambungnya lirih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kamu sudah menikah , Bur ? Tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Belum” Katanya dengan tersenyum. Burhanl berdiri kearah jendela sambil menatap keindah panorama harbor Hong Kong. Aku mencoba berdiri mengikuti langkahnya. Kami berdiri sejajar sambil menatap kearah jendela.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku kala itu . Yang pasti aku seperti berjalan diatas awan dalam ketidak berdayaan didepan seorang pria yang bertahun tahun selalu mencurahkan perhatiannya terhadapku namun aku sendiri tidak pernah bisa berterimakasih padanya hanya karena ego dan takut kecantikanku tak bernilai dihadapan orang lain. Pria ini yang memelihara perasaan cintanya tanpa ada dendam dan akirnya tidak pernah mengharapkan apa apa kecuali kesediaanku untuk menerimanya sebagai sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Andaikan dulu aku dapat bersikaf baik dengannya tentu aku tidak harus mendera dalam banyak kekecewaan dari pria pria yang pernah mampir dalam hidupku. Tak terasa air mataku berlinang. Terbayang dulu ketika dia terkapar karena hanya ingin melindungiku dari tukang copet. Terbayang tubuhnya yang basah kuyup hanya karena memberikan paying untuk ku. Terbayang dia berlari lari mengikuti sepedaku hanya ingin memastikan tidak terjadi apapa dengan ku. Semua bayangan tentangnya menyesak didalam dadaku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Airmataku tumpah tanpa berani menatap wajah teduhnya.“ Lia …” serunya sambil menyerahkan sapu tangan kepadaku. Dia memang selalu tau bersikap dan care pada moment ya tepat. Selalu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-8028035463977902513?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/8028035463977902513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=8028035463977902513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/8028035463977902513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/8028035463977902513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/11/1983-bel-sekolah-berdentang-keras-dan.html' title='Selalu...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OMfQ9vpd590/TsV7hXJie6I/AAAAAAAAB_w/BzNOH1w5_6A/s72-c/cinta-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-7409314014769324529</id><published>2011-11-15T22:15:00.007+07:00</published><updated>2011-11-15T23:02:14.701+07:00</updated><title type='text'>Dana haram</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FWvckgCXm4o/TsKGTSWpQEI/AAAAAAAAB_E/YzVlcnUc9m0/s1600/haram.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FWvckgCXm4o/TsKGTSWpQEI/AAAAAAAAB_E/YzVlcnUc9m0/s200/haram.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675246146342699074" /&gt;&lt;/a&gt;2004&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hujan turun rintik rintik. Dari balik jendela mobilnya dia melihat awan gelap menyelimuti kota. Mungkin sebentar lagi hujan akan turun sangat deras. Jalanan sudah mulai macet. Karena semua orang ingin cepat sampai ditujuan. Setidaknya kemacetan ini didalangi oleh ratusan motor yang saling menyalip. Kota ini memang menampakan komunitas yang penuh dengan egoistis. Itu nampak sekali di jalan raya. Baru kali ini dia harus mengendarai sendiri mobilnya tanpa dibantu oleh supir. Pesan yang diterimanya memang mengharuskan dia datang sendiri tanpa ada satupun orang yang mendampinginya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Awalnya dia keberatan untuk datang karena tidak tahu pasti siapa yang harus ditemuinya. Namun pesan itu menyiratkan bahwa seseorang yang ingin menemuinya adalah orang yang tahu persis pekerjaan yang sedang dilakukannnya.Kendaraannya terhalang oleh kemacetan yang tepat didepan gedung yang hendak ditujunya. Dalam menunggu , terdengar suara dering telp genggamnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Apakah anda akan datang ‘’ terdengar suara diseberang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ ya . Saya sudah tepat didepan gedung yang anda tentukan. ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Baik. Saya tunggu. Anda sudah tahukan dimana posisi saya ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Tentu. ‘ Jawabnya. Kemudian telp terputus.Selang beberapa menit kemudian, dia berhasil melewati kemacetan dan langsung masuk pelataran menuju gedung parkir. Ditempat parkir yang luas itulah dia sudah dinantikan oleh seseorang. Telpnya kembali begetar ‘’ Saya tepat dibelakang anda. Tolong jangan dimatikan mesinnya. Saya akan segera masuk kedalam mobil anda “ Diliriknya kaca spion. Nampak kendaraan Kijang berhenti tepat dibelakangnya. Seorang turun dari kendaraan. Usianya diperkirakan tidak lebih empat puluh Pria itu menghampirinya. Tanpa komando dia membukakan pintu kendaraannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lebih baik kita bicara didalan kendaraan ini “ Kata pria itu yang terkesan misterius sambil masuk dan duduk disampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya tidak punya waktu untuk berlama lama. Tolong katakan apa yang ingin anda sampaikan “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya hanya ingin menyerahkan document ini. Saya harap dokumen ini dapat membantu usaha anda untuk mendapatkan kembali harta para koruptor kakap dinegeri ini. ‘’ kata pria itu sambil menyerahkan amplop besar warna kuning. Kemudian pria itu langsung keluar dan kembali kekendaraanya. Dia tidak peduli ketika pria itu pergi tanpa mengucapkan salam atau memperkenalkan namanya. Namun aplop yang ada ditangannya menimbulkan tanda Tanya besar. Ingin segera dia membuka amplop itu tapi dia urungkan. Dia lebih memilih untuk kembali kekantor untuk memeriksa dokumen itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berkali kali dibacanya dokumen itu. Lembar demi lembar ditelitinya. Semua membuat dia merinding dan membayangkan betapa hebatnya system layering yang dibuat oleh para koruptor negeri ini untuk menyembunyikan harta haramnya. Dokumen ini memberikan informasi cukup untuk dia menyelesaikan tugasnya. Tapi , dia tidak ingin informasi ini sampai ketangan para anggota team. Akalnya bekerja cepat untuk menjadikan informasi ini sebagai kekuatan untuk bargain position dihadapan bosnya. Dia menginginkan kekuasaan lebih sebagai orang satu satunya yang dipercaya oleh bossnya. Bila dia berhasil dengan tugas ini maka diapun akan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan yang dimiliki Bossnya. Artinya dialah pemegang kekuasaan yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Anda dapat melakukan apa saja yang anda bisa. Saya beri anda mandate dan selesaikan tugas ini dengan sebaik baiknya “ kata bossnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.“ saya pak. “ jawabnya dengan senyum kemenangan setelah berhasil meyakinkan Bosnya dengan stumpuk dokumen. “ Bagaimana dengan anggota team lainnya ? Sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Anda tidak perlu melibatkan mereka. Anda bekerja langsung dibawah saya “ jawab boss nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sudah lebih dua tahun upayanya memburu harta para koruptor diluar negeri ternyata belum juga menampakan hasil. Bahkan dia hampir terjebak dalam lubang hitam tanpa ujung. Keandaan ini telah menyita emosi dan energinya. Namun dia tetap bersemangat untuk membuktikan kebenaran dan keyakinannya dihadapan bosnya. Salah seorang yang dikenalnya sebagai banker kelas dunia di New York telah memintanya untuk menghubungi consultant keuangan di Hong Kong. Orang itu meyakinkannya bahwa consultant itu mampu menuntunnya keluar dari lubang hitam.Ketika awal berjumpa dengan consultant itu, dia hampir tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapannya adalah orang yang pantas ditemuinya. Karena penampilan dan gaya bicaranya tidak sesuai sebagai seorang consultant keuangan yang direkomendasi oleh banker kelas dunia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah consultant ini berkewarga negaraan Indonesia. Pria sederhana dan sangat santun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya direkomendasi untuk betemu dengan anda. “ Katanya mengawali pembicaraan disalah satu hotel berbintang. Pembicaraan ini dilakukan di ruangan penthouse. Sangat mewah dan memang dia sediakan agar aman dari pantauan pihak lain. Juga memberikan suasana santai untuk mendapatkan informasi yang dapat mendukungnya dalam menyelesaikan misi yanag diembannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya betul. Saya terima email dari sahabat saya di New York bahwa anda akan menemui saya. “ Kata pria itu sambil tersenyum ramah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apa yang dapat saya bantu? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apakah anda cinta bangsa anda ?“ Tanyanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.“ Mengapa anda menanyakan itu ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya ingin memastikan bahwa saya berhadapan dengan orang yang sejalan dengan misi saya. Karena selama ini saya hanya bertemu dengan orang orang yang selalu berbicara namun akhirnya meminta sesuatu dari saya. Bagi mereka tidak ada yang gratis. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya orang Indonesia. Anda bisa lihat darah saya. Tetap merah putih.” Jawab pria itu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Baiklah. “ katanya dengan tersenyum senang “ Saya percaya anda. Ini ada dokumen yang perlu anda baca. Tapi tolong jangan di copy. Cukup baca saja dihadapan saya. “ katanya sambil menyerahkan bebarapa dokumen. Pria itu membaca sekilas tanpa memperhatikan dengan seksama setiap informasi yang ada didalam dokumen tersebut. Seakan pria ini sangat menguasai persoalan yang dihadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dokumen ini tidak berarti apa apa untuk menyelesaikan misi anda” Kata pria itu. Membuat dia terkejut. Diucapkan dengan tenang tanpa ekspresi wajah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bukankah ini semua bukti yang menyebutkan aliran dana dari rekening koruptor kebeberapa SPC  yang sengaja ditunjuk sebagai vehicle . Juga ada data jenis investasi yang sudah digunakan dari hasil uang haram tersebut. Dokumen ini telah saya clarifikasi dengan bebarapa sumber yang patut dipercaya. Mereka semua emngatakan benar. “ Katanya . Tapi pria itu tetap tanpa reaksi apapun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ini ada surat dari beberapa banker di Eropa, singapore, hongkong , Amerika yang menyatakan kebenaran dokumen ini. “ katanya sambil menyerahkan salah satu dokumen yang ada didalam tasnya kepada pria itu. Namun pria itu kembali dengan sikap santainya. Tanpa membaca dengan seksama kecuali melihat dengan sekilas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bagi saya ini hanyalah tumpukan dokumen jurnalistik. “ Katanya dengan tegas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Maksud anda ? Tanyanya dengan tersinggung. Keliatannya pria yang ada dihadapannya telah membuat dia kesal. Atau setidaknya pria ini ingin mematahkan semangatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Untuk anda ketahui bahwa dokumen ini tidak ada satupun secara legal menyebutkan nama sang koruptor sebagai pemilik dana atau asset. Walau anda mengetahui aliran dana tersebut berasal dari para koruptor tapi kenyataanya secara hukum sekarang harta tersebut dimilik perusahaan  yang tidak ada hubungan sama sekali dengan korupsi di Indonesia. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tapi kita dapat melakukan upaya hukum untuk menarik dana tersebut. Beberapa pengadilan diluar negeri siap mendukung sepanjang peradilan di Indonesia menyatakan bahwa harta tersebut hak bangsa indonesia dan harus dikembalikan.” Katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dengan asumsi bahwa pengadilan international maupun dalam negeri memenangkan gugatakan anda lantas apakah ada jaminan bahwa harta itu akan dapat kembali ke Indonesia ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;.“ Tentu.! Kita akan minta surat paksa hukum bagi banker untuk menyerahkan dana tersebut kepemerintah RI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Bagaimana para banker tersebut mengembalikan dana tersebut ?“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ya kita akan buat berita acara hukum untuk memungkinkan Banker tersebut mengirim harta itu ke rekening departement keuangan di BI. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ yang mau dikirim apa ? Tanya pria itu sambil tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ ya, u a n g ‘’ jawabnya ketus. Dia sudah mulai kesal dengan pertanyaan bodoh dari pria ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Untuk anda ketahui bahwa uang itu awalnya tercatat di bank atas nama offshore company yang terdaftar di wilayah bebas pajak sepeti BVI, Grand Cayman Island dll. Namun pada waktu bersamaan dana itu sudah berganti baju dalam bentuk asset berkewalifikasi AAA. .” Kata pria sambil memimun tea yang ada dimeja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Lantas uang itu ada dimana ?‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Uang itu ada di clearstream and euroclear yang terhubung dnegan depository bank diberbagai bank di eropa. Ini adalah  lembaga swasta yang mengendalikan triliun dollar dana dari lebih 15000 pemegang rekening. Lembaga ini beranggotakan seluruh lembaga keuangan papan atas dunia. Walau mereka swasta namun keanggotaannya melebihi anggota yang tergabung dalam Bank international for settlement. Sehingga keberadaanya sangat berpengaruh tanpa tersentuh oleh legitimasi hukum yang dibuat oleh Negara. Selagi asset  ditempatkan dalam system ini maka dia akan tetap aman dari keputusan lembaga peradilan. “ Kata pria itu yang membuat dia melongo. Sekarang dia baru menyadari bahwa orang yang dihadapannya tidaklah serendah yang diduganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lantas bagimana dana itu dapat melalui lintas Negara bila keberadaanya mengabaikan hukum Negara.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mereka menggunakan teknologi informasi yang sangat rumit. Dalam era digital sekarang ini , memungkin system pertukaran data dan lalu lintas asset dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui mekanisme intenational private banking. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya tapi kan tetap harus melewati bank central sebagai pusat clearing “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mereka tidak perlu melewati bank central karena mereka punya system clearing sendiri secara independence dan dipercaya oleh semua anggota yang merupakan perbankan kelas dunia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tapi setidaknya , Intelligent financial yang dimiliki oleh organisasi dunia yang tergabung dalam anti money laundry akan mampu mendeteksi setiap langkah mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tidak mungkin dapat terlacak. Karena setiap instruksi transfer asset , mereka selalu menggunakan code sandi dan setelah transfer selesai dilaksanakan maka pemilik asset dapat melakukan penghapusan data secara otomotis melalui system private banking. “.Sekarang dia merasa sangat bodoh dihadapan pria itu. Hingga dia harus menyudahi dialogh ini dengan mengajukan pertanyaan yang berupa kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Baiklah. Saya sekarang dapat memahami penjelasan anda. Tapi tolong jawab pertanyaan saya terakhir. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Silahkan.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Berarti ada dua rekening. Satu rekening resmi di Bank atas nama offshore company bertindak sebagai SPC dan satu lagi rekening tidak resmi di clearstream atau lainnya  atas nama  asset management Betul ?“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Betul.” Kata pria itu yang kembali meminum tea seraya menatapnya dengan tersenyum. “ anda memang cerdas. Dapat memahami hal yang rumit dengan cepat.” sambung pria itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bukankah hanya rekening resmi saja yang bisa melakukan transfer tunai secara legal. Sementara yang cleatream dan lainnnya tidak bisa “ Dia mulai dengan kesimpulan yang seakan ingin menyudutkan pria itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Betul. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lantas untuk apa dana ditempatkan diclear stream dan lainnya bila tidak bisa digunakan tunai “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Pemilik yang sebenarnya tidak perlu repot untuk menjadikan asset yang ada d iclearstream. euroclear menjadi tunai. Dia tinggal perintah fund manager untuk melakukan pencairan asset itu melalui private placement atau melalui structure collateralize loan settlement. Ini layering namanya.  Hasilnya akan mereka gunakan untuk mendukung pembiayaan project. Setelah project dibiayai maka mereka akan melepas saham lewat bursa atau melakukan refinancing melalui REPO atau penerbitan bond. Bila sudah begini maka keberadaan aset itu sudah terdistribusi begitu luas sehingga hampir tidak mungkin ditarik. &lt;i&gt;Karena bila ditarik maka akan begitu banyak pihak yang akan menjadi korban&lt;/i&gt;. Sementara pemegang dana haram sudah aman dengan menikmati uang clean dari hasil refinancing sambil bersantai di Bermuda atau Nasau. Atau sedang sibuk menggunakan uang itu untuk mendukung seseorang menjadi kandidat president lewat pemilu demokratis.  “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia terdiam. Baru dia sadari bahwa dibalik terpilihnya pemimpin lewat sistem demokrasi yang perlu ongkos mahal itu ternyata adalah para koruptor juga. Lantas bagaimana jadinya dunia ini bila pada akhirnya pergantian rezim tidak merubah apapun karena tak bisa menghindari kebutuhan dana besar untuk kampanye dan tentu tak bisa menghindar dari perlunya koruptor sebagai fund provider.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bagaimana dengan pemerintah Amerika ?. Bukankah mereka memiliki bank central yang sangat berpengaruh didunia.? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Satu dari tiga mata uang amerika ditempatkan didalam clearstream, eurocelar. GNP amerika hanya 15% dari total asset yang ada di clearstream dan 10% dari total GNP British . Jadi terlalu besar clearstream, euroclear untuk dibandingkan dengan kekuatan negara manapun, apalagi Indonesia . Jadi berhentilah berharap lebih dan mulailah untuk realistis. “ Kata pria itu yang sekarang nampak serius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia mengantar pria itu sampai didepan loby. Selepas pria itu pergi dia terhenyak didalam kamar. Benarlah bahwa sudah saatnya dia berpikir realistis. Tidak ada gunanya mengejar harta yang sudah terlanjur masuk dalam lingkaran konspirasi kotor lembaga keuangan international. Dokumen yang ada ditangannya memang tidak lebih daripada catatan jurnalistik. Atau mungkin lebih cocok sebagai catatan gelap dari kebodohan anak bangsa ini yang telah menguras asset bangsa yang kemudian menyerahkannya kepada kelompok penyamun agar terhindar dari jeratan hukum Sebetulnya para koruptor itu tidak mendapatkan lebih kecuali memberikan darah segar bagi lembaga keuangan international untuk semakin perkasa mengendalikan keuangan global. Termasuk kepada bangsa ini yang terus mengemis dana pembangunan kepada pihak asing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika pulang ke Jakarta dia menyempatkan singgah untuk berjumpa dengan pejabat otoritas keuangan disalah satu Negara yang paling banyak dana haram para koruptor Indonesia ditempatkan. Pejabat itu berkata “ Dokument ini mengingatkan pemerintah anda agar bersungguh sungguh mengelola Negara untuk kepentingan rakyat. Sudah saatnya pemerintah berpikir untuk rakyat dan tidak lagi demi kepentingan golongan atau pribadi. Terlalu banyak penderitaan yang diakibatkan oleh kejahatan korupsi. Entah berapa generasi akan merasakan akibat dari perbuatan segelintir orang ini. “ Sebelum dia hendak mengakiri perjumpaan . Pejabat itu bertanya “ tahukah anda siapakah yang telah memberikan dokumen itu kepada anda ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ saya tidak tahu. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Orang itu adalah utusan saya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa ???“ Dia terkejut sangat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Karena tanggung jawab kemanusiaan. Mungkin dalam banyak hal secara pribadi saya tidak menyukai sikap Negara saya yang menjadi penampungan dana haram koruptor negeri anda tapi saya tetap bangga karena Negara saya tidak pernah melakukan kebodohan untuk membuat rakyatnya menderita, seperti halnya Negara anda. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kini dia merasa tersudut dengan egonya yang mengharapkan misinya dapat membuat dia berkuasa. Tapi dia juga menyadari bahwa sebagian besar para politikus yang berkuasa sekarang mengharapkan dana haram ini dapat kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk memperkuat kekuasaanya. Tidak untuk kepentingan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-7409314014769324529?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/7409314014769324529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=7409314014769324529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7409314014769324529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7409314014769324529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/11/dana-haram.html' title='Dana haram'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FWvckgCXm4o/TsKGTSWpQEI/AAAAAAAAB_E/YzVlcnUc9m0/s72-c/haram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-4051426228815616509</id><published>2011-11-05T23:37:00.002+07:00</published><updated>2011-11-05T23:41:02.785+07:00</updated><title type='text'>Karena perbedaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hKGrZdUbtAw/TrVmsJ_-1pI/AAAAAAAAB-E/2KlmKbiCd_4/s1600/berdoa.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hKGrZdUbtAw/TrVmsJ_-1pI/AAAAAAAAB-E/2KlmKbiCd_4/s200/berdoa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671552214527563410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku ingin bertemu dengan papa “ Kataku kepada mama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Kan mama sudah bilang , papa kamu sudah meninggal. ” jawab mama tapi matanya tidak bisa menatapku langsung. Mama berusaha memalingkan wajah ketempat lain dengan air mata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Ma, aku sudah dewasa. Tidak perlulah ditutupi terus tentang Papa. Dan lagi , dua bulan lagi aku akan menikah. Aku butuh Papa mendampingiku atau setidaknya aku dapat meminta restu kepada papa. Itu saja ” Kataku dengan lembut. Kusadari bahwa masalah ini sangat sensitip apalagi menyangkut soal papa. Dari dulu, setiap aku menanyakan tentang papa , mama selalu marah dan setelah itu menangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Mama engga ngerti kenapa sekarang kamu jadi lain. Ngotot sekali ingin ketemu Papa kamu. Mengapa kamu begitu peduli dengan papamu yang tidak pernah mau tahu dengan kamu. Sejak kamu lahir , papa kamu pergi meninggalkan mama. Itu harus kamu ngerti. ” Mama mulai menangis. Aku hanya terdiam. Kucoba untuk memeluk mama untuk meredam rasa sesak didadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Ma...terimalah ini "Kuserahkan amplop besar yang kudapat dari tante Mia. Didalam amplop itu berisi sebuah kebenaran yang selama ini tak dapat kutemukan tentang papa " Mama baca dan kemudian tentukan sikap mama. ” lanjutku seakan berbisik. ” Maafkan aku bila akhirnya aku harus berseberangan dengan mama soal papa. ” Kupeluk mama dan kutinggal mama seorang diri. Akupun kembali kesingapore.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku memang sejak lahir tidak pernah mengenal papa. Sejak kanak kanak aku tinggal berpindah pindah. Pernah 5 tahun tinggal dirumah Om di Malang. Istri om sangat baik sekali, namun setelah kelahiran putrinya, dia semakin kurang perhatiannya kepada ku. Makanya , om kirim aku lagi kerumah tante di Jakarta. Ini berlangsung sampai aku tamat SD. Karena Jakarta bukanlah tempat yang aman bagi ku, maka mama mengirimku kesingapore untuk tinggal dengan adik mama yang paling bungsu. Tante Mia. Dia sangat sayang padaku. Juga suaminya. Mereka tidak mempunyai anak , hingga akulah satu satunya yang dianggapnya sebagai anak mereka. Sampai akhirnya aku dapat menyelesaikan perguruan tinggi dan bekerja di Singapore.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sejak SMP, aku sudah mengerti sedikit tentang kehidupan. Cerita dari tante dan semua keluarga tentang papa , tidak ada yang baik dan akupun sudah terlanjur membenci papa. Apalagi keluarga mama adalah penganut agama kristiani yang taat sementara papa adalah muslim. Hanya saja tante Mia tidak pernah cerita negatif tentang papa. Beda dengan tante di Jakarta dan Om di Malang , yang selalu menanamkan benci kepada papa. Mungkin karena pendidikan tante paling tinggi diantara keluarga mama. Jadi lebih mengerti untuk bersikap bijak. Dari tante Mia dan suaminya aku mulai memahami kebijakan, terutama tentang agama. Tante tidak pernah memaksaku untuk menentukan agama yang tepat untuk ku. Baginya agama itu soal privasi yang tak perlu diperdebankan. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menggunakan agama itu sebagai jalan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tapi soal Papa. Aku larut dalam kebencian terhadap Papa. Apalagi kutahu , dua kali mama menikah dengan pria lain , selalu mengalami kegagalan walau itu dijodohkan oleh keluarga mama yang taat beragama. Selanjutnya mama bekerja keras dan hidup sendirian. Laki laki macam apa ini ? .Yang telah membiarkan wanita seperti mama dan aku hidup tanpa perlindungan dari seorang pria yang seharusnya bertanggung jawab disaat kami membutuhkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ada hembusan pencerahan dalam hidupku ketika aku mulai menjalin hubungan serius dengan seorang pria yang tidak seiman dengan ku. Dia seorang muslim yang taat. Pria itu sangat baik dan sopan. Dia tidak pernah menyentuhku selama kami pacaran. Selalu bisa mengerti perasaanku dan tidak pernah memaksaku untuk mengikuti agamanya. Tapi kepribadiannya membuat ku mulai luluh untuk memeluk agama Islam. Pacarku dengan sabar menjelaskan semua hal tal tentang Islam. Duh, indahnya ajaran agama ini. Dimana kesederhanaan adalah pakaian kesehariaan, Keikhlasan adalah kepribadian dalam bersikap dan bertindak. Lemah lembut terpancar untuk saling menjaga dan menghormati. Antara wanita dan pria saling menjaga atas dasar saling hormat untuk beribadah kepada Allah. Tak ada satupun untaian indah kepribadian ini dalam agamaku. Aku mencintai pacarku tapi lebih mencintai agamanya. Maka akupun semakin membulatkan tegad untuk menjadi muslimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tapi bagaimana bisa meyakinkan keluarga mama tentang niat ku untuk pindah agama, tentang hubunganku dengan orang tidak seiman. Inilah yang sulit. Apalagi mereka sangat trauma dengan kehidupan mama yang menikah dengan pria tidak seiman. Pernah ini ku sampaikan kepada om di Malang. Karena dia kakak tertua mama dalam keluarga besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Tidak Lin ! " Teriak Om " Semua orang tahu bahwa Om ini aktivis geraja dan juga mama kamu. Apa kata orang nanti bila mengetahui kamu menikah dengan pria tidak seiman. Bercerminlah dengan mama kamu yang menikah dengan pria tidak seiman. Akhirnya ditinggal pergi ketika mama kamu tidak mau mengikuti agamanya. Mereka kejam sekali, Lin. Mereka dapat menghalalkan apa saja demi agamanya. Carilah pria seiman dengan kamu..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Begitupula ketika hal ini kusampaikan kepada Tante di Jakarta. Jawabannya sangat tegas. ” Kalau kamu menikah dengan pria tidak seiman maka putus hubungan keluarga kita. ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku terhempas. Jangankan mau pindah agama , menikah dengan orang tak seiman saja sudah prahara bagi mereka. Semua menjadi kebencian ketika menyangkut perbedaan agama. Mengapa ini bisa terjadi.? Apakah agama memang mengajarkan peperangan karena perbedaan ? Aku rasa tidak. Hanya cara menyikapi dan merasa paling benar inilah yang membuat prasangka buruk terbentuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terkhir aku berbicara dengan tante Mia dan meminta pendapatnya tentang rancanaku untuk menikah dengan pria tidak seiman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tante menatapku dengan seksama” Menikahlah karena cinta dan siaplah berkorban untuk itu. Tante tidak bisa memberikan penilaian masalah perbedaan agama. ” Kata tante dengan lembut sambil membelai kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;" Benarkah , papa itu jahat tante ? Mengapa mereka membenci Islam hanya karena mereka tidak menyukai papa. Sejahat itukah Papa bagi keluarga kita. Pacarku sangat baik dan aku sangat mencintainya. Tidak ada satupun hal buruk seperti yang digambarkan om tentang Islam " Kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kemudian tante pergi kedalam kamar. Ketika keluar membawa sesuatu ditangannya. ” Terimalah ini ” kata tante sambil menyerahkannya kepada ku. ” Itu buku tabungan tante selama 12 tahun. Jumlahnya sama dengan semua kebutuah biaya kamu selama tinggal dan sekolah disingapore. Tapi tante tidak pernah ambil satu senpun. Kamu sudah tante anggap sebagai anak kandung tante. Sekarang itu menjadi milikmu.” kata tante dengan air mata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Dari mana tante dapatkan uang sebanyak ini” Kataku heran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Ini bukti transfer uangnya ” kata tante sambil membuka amplop besar. Begitu banyak lembaran kertas warna merah muda sebagai bukti transfer. Tertulis disitu nama pengirim – Rahmat Subarja –&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Siapa Rahmat Subarja itu ? ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;" Papa kamu. ..” kata tante dengan suara lambat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;" Jadi selama ini semua telah berbohong tentang papaku. Akte kelahiranpun falsu ? "aku terkejut dan sedikit marah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"Setiap bulan , selama dua belas tahun , dia tidak pernah lupa barang sekalipun mengirimi uang kepada tante untuk biaya hidup kamu. " Kata tante tanpa peduli kemarahanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Papa ?" aku terkejut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Ya. " Jawab tante. Kemudian tante memberikan satu lembar amplop putih kepada ku. Di dalamnya ada surat dan juga photo pria. ” Ini ada surat dari papamu. Dia berharap agar aku memberikan surat ini lepada mu pada saat yang tepat. Khususnya ketika kamu akan menikah. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku pandang photo itu. Nampak seorang pria gagah dan berwibawa dibalik senyum. Aku terhenyak memandang photo itu. Lama aku memperhatikan photo itu. Baru kemudian aku membaca surat itu . :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Anaku, Kamu adalah anakku. Buah hatiku. Secara agama dan sudah dibuktikan dalam ilmu pengetahuan bahwa ayah itu pembawa factor keturunan. Artinya pemilik syah anak secara batin maupun biologis adalah ayah. Tapi ibu berperan besar dalam proses terjadinya takdir hingga kamu terlahirkan kedunia ini. Ibu kamu pula yang telah mengorbann segala galanya untuk sesuatu yang bukan miliknya. Yang pasti keberadaan kamu karena bertemunya syariat kasih sayang diantara dua anak manusia untuk meyakini hakikat keberadaan sang pencipta yang maha pengasih lagi penyayang. Makanya tidak ada alasan apapun bagi Papa untuk membenci mamamu. Sangat berat hidup berpisah dengan seseorang yang kita cintai. Namun itu semua harus kita korbankan untuk cinta yang sesungguhnya dari pemberi cinta. Allah. Kami bertemu disaat kami tak bisa menjaga diri kami dan akirnya berpisah diluar kekuatan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kini , Pinta papa hanya satu :izinkan papa menikahkan mu dengan pria yang kamu cintai. Papa percaya dengan apapun pilihanmu. Anakku..Masa lalu kami bukan hal yang baik untuk dicontoh tapi bagaimanapun kamu tetaplah anak kami. Semoga Allah pula yang akan mempersatukan kita. Papa yakin bahwa bila kita cnta Allah maka kehendak Allah pula yang berlaku dan itu pasti yang terbaik untuk kita....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku terduduk dan mataku berat seakan ingin menumpahkan airmata. Namun kucoba tegar. Kutatap tante yang sedari tadi memperhatikanku. ” Ketika kamu datang kesingapore. Papamu mendatangi tante. Kebetulan tempat kerja om kamu punya hubungan business dengan papa kamu. Papamu minta agar masalah ini dirahasiakan dari siapapun. Termasuk kepada mama dan yang lainya. Papamu hanya ingin kamu bahagia dibawah naungan ibumu dan kami. Itu saja. ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Apakah papa sudah menikah lagi ? ” tanyaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” sampai sekarang dia belum menikah. Seminggu lalu , kami bertemu dengan dia di Hotel ketika dia mampir untuk ke Eropa. Dia masih sendiri"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Mengapa dari dulu , tante tidak pernah kenalkan papa dengan ku ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Hanya ketika kamu akan menkah maka rahasia ini boleh dibuka”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” tapi mengapa ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Tante tidak tahu. Tapi begitulah cara papa kamu bersikap. ” Aku terdiam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku membayangkan bahwa pria yang aku kenal sebagai papaku ini ternyata seorang pria sejati. Juga seorang yang ikhlas menerima takdirnya untuk tetap istiqamah dengan keimanannya walau cintanya terpasung dengan seseorang yang tidak seiman. Dia ikhlas untuk memendam rindu kepada manusia yang dicitainya demi cintanya kepada Allah. Ini yang sangat sulit bagi semua orang yang mangaku beriman. Apalagi tidak ada benci dari semua ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tanggung jawabnya karena Allah tak pernah dilalaikannya. Terbukti semua kebutuhanku dipenuhinya. Yang lebih lagi adalah keikhlasannya untuk tidak dikenal oleh anak kandungnya sendiri demi menjaga keadilan dan perasaan dari seorang ibu yang melahirkan anaknya. Kalaupun , dia ingin bertemu maka itupun karena printah Allah yang mengharuskan ayah menikahkan anak gadisnya. Jadi ,tidak ada alasan untuk membenci pria ini. Seperti yang selama ini dikatakan oleh keluarga mama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di Changi Airport, Singapore..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kami menikah tanpa restu orang tua. Ketika itu kami masih sangat muda. Papa mu berusia 19 tahun. Dia masih kuliah tingkat satu. Sementara mama masih duduk di SMA kelas 2. Enam bulan setelah menikah , kamupun lahir. Tidak ada yang salah tentang papa kamu. Namun , satu hal yang tidak pernah mempersatukan kami , yaitu agama. Kakek kamu memaksa mama untuk pergi meninggalkan papa ketika papamu minta agar mama memeluk agama Islam. Padahal sebelumnya diapun sudah diasingkan oleh keluarganya karena menikah dengan mama yang tidak seiman, ...” Kata mama dengan air mata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kugenggam tangan mama. Seakan ingin menguatkan batin mama. " Yang mama sedihkan adalah begitu keluarga kami sangat membencinya namun kecintaannya kepada mama tidak pernah surut dan tanggung jawabnya kepada mu tidak pernah hilang. " Sambung mama lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ada sesal yang tak bisa diungkapkan dengan mudah. Namun airmata mama sudah cukup menggambarkan semua itu.Kini aku hanya ingin memastikan bahwa aku mempunyai seorang papa yang akan mendampingiku dalam acara pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Disini, di Bandara kami berdua sedang menanti kedatangan pria yang kami sangat rindukan dan hilang dari kehidupan kami hanya karena ego dari sebuah perbedaan. Dengan semua yang kutahu belakangan tentang papa , maka lengkaplah kebanggaanku tentang papa ketika mama berkata : ” Sekarang mama sadar bahwa kemuliaan hatinya adalah cermin dari kemuliaan ajaran agama yang diyakininya. Mama sadar ,kita mengagungkan tentang cinta kasih sementara kita masih punya rasa benci. Kitalah sebetulnya jahat. Tidak ada yang salah dari agama papamu. Mamalah yang salah dari semua ini karena begitu saja larut bersama kebencian keluarga mama terhadap papamu... “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Demikian sebuah kejujuran terungkap setelah bertahun tahun , setelah kemarin mama menerima Aplop berisi semua tetang papa, akhirnya mamapun luluh untuk menerima kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dari speaker terdengar pengumuman kedatangan pesawat yang membawa papa kepada kami disini. Jantungku berdetak kencang. Mama berkali kali memegang ujung tali tasnya. "Mama tetap cantik kok. Aku yakin , papa tetap mencintai mama" Kataku menghibur mama yang nampak gugup untuk menemui pria yang pernah bersemayam dihatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selang kemudian mama nampak tersenyum kearah seorang pria yang berjalan menuju kuridor kedatangan.. Pria itu berusia empat puluhan namun nampak lebih muda dari umurnya. Gagah sekali dengan setelan jas. Aku sempat ragu untuk mendekatinya. Ketika kulihat mama berjabat tangan dengan ragu namun senyum menghias diwajahnya. Begitupula pria itu. Mama melirik kearahku....” Bang, itu Lina...” Pria itu mendekatiku dengan seksama. Matanya memancar keteduhan yang sangat dan ada terselip kerinduan , kelelahan. Dia memberikan isyarat untuk memelukku dan entah mengapa dengan begitu saja aku menghambur dalam pelukannya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;” Papa...lina kangen papa...” Kataku dengan air mata berurai. Aku tahu papapun ingin menangis namun papa tetap tegar dengan airmata mengambang dipelupuk matanya. Tak ada kata kata yang keluar dari papa. Dia perhatikan dengan seksama wajahku. Aku tahu papa sangat merindukanku. dan akhirnya dia melepaskan pagutanku ” Papa juga kangen, sayang...Maafkan papa ya..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku sempat membisikan kata kata ” Pa, aku mualaf sekarang. Aku ikut papa aja ya ” Air mata papa berlinang sambil menggerak bibir seperti sedang menyebut nama Allah. ” Mama juga ikut papa , kami berdua sekarang mualaf loh pa. Jadi papa wajib loh bantu mualaf agar terus dalam keimanannya. ” kataku lagi. Papa melirik kearah mama. Nampak mama menganguk dengan air mata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebulan sebelum calon suamiku melaksanakan ijab kabul , papa dan mama lebih dulu melakukan ikatan resmi sebagai suami istri di KUA, karena mama sudah menjadi seorang muslimah. Karena aku , hidayah Allah datang kepada mama. Karena aku , keluarga kami utuh kembali setelah 24tahun berpisah. Jadi kalaulah ada rezeki yang tak ternilai maka itu adalah hidayah Allah. Bila kita cinta pada Allah maka Allah pulalah yang akan menjaga kita dan Allah berbuat sesukanya diluar kemampuan rasionalitas kita, untuk kebaikan dan kebahagiaan kita ,demikian papa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-4051426228815616509?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/4051426228815616509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=4051426228815616509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4051426228815616509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/4051426228815616509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/11/karena-perbedaan.html' title='Karena perbedaan'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hKGrZdUbtAw/TrVmsJ_-1pI/AAAAAAAAB-E/2KlmKbiCd_4/s72-c/berdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2648176439320972142</id><published>2011-11-04T00:13:00.005+07:00</published><updated>2011-11-04T14:07:33.051+07:00</updated><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aX2thH8PRJ4/TrLMcYGdFYI/AAAAAAAAB9k/lqR3LJ7giyw/s1600/pulang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aX2thH8PRJ4/TrLMcYGdFYI/AAAAAAAAB9k/lqR3LJ7giyw/s200/pulang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670819668690802050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pulang. Semua orang pasti pulang. Sebagaimana takdir yang tak dapat ditolak. Maka pulang adalah jalan yang tak dapat dibelokan. Begitu yang mungkin dirasa oleh Salman ketika kakinya melangkah menyusuri pematang sawah. Dari jauh nampak samar rumah mungil dimana disana dulu dia dilahirkan. Walau ada keengganan untuk menapak jalan pulang namun takdir memaksanya pulang sebagai orang yang kalah dirantau. Kota sebagai peraduan menatap masa depan ternyata telah melemparnya kembali kedusun kecil ini..Maksud hati ingin memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Begitu kata orang terhadap dirinya. Pendidikan yang tak seberapa dan modal tak ada namun bercita cita merebut bulan. Maka jadilah dia dimakan usia tanpa satupun yang dapat dibanggakannya ketika pulang kekampung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Mande …” sapanya dari belakang orang tua yang sedang membungkuk membersihkan pekarangan rumahnya. Orang tua itu berbalik dan menatapnya dengan seksama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Laman,..kau kah itu , nak “ kata orang tua itu dengan agak terkejut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Salman langsung memeluk orang tua itu “ Ya, Mande. Aku pulang, mande.? “ Katanya yang kemudian membungkuk memeluk kaki orang tua itu “ Maafkan aku , Mak. Lama kepergianku tak pernah berkirim kabar ke Mande. Aku memang anak yang tak bisa berbakti kepada orang tua. Jangan aku disesali bila aku membiarkan Mande dalam lilitan derita dikampung. Nasipku yang memang tidak beruntung dikota. Beri maaflah aku , mande. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Orang tua itu lama terdiam membiarkan Salman dalam isakan tangisnya. Kemudian di pagutnya pundak Salman agar berdiri. Ditatapnya kembali dengan seksama wajah anak buah hatinya. Wanita tua itu tersenyum sambil mengusap air mata Salman “ Tak elok  anak bujang Mande menangis. Mande, sudah maafkan segala kesalahanmu bahkan setiap hari Mande  berdoa untuk keselamatan dan keberuntunganmu. Namun bila belum bersua apa yang kamu harap maka ikhlaslah karena Allah. Pasti ada hikmah dibalik kepulangan kamu kekampung ini.”Salman tak sanggup mendengar kata kata ibundanya. Kembali dipeluknya tubuh tua itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Sudahlah. “ kata Mandenya. “ Masuklah kedalam rumah. Istirahatlah dulu. Tentu kamu lelah sekali dalam perjalanan. Biar Mak siapkan makan untukmu “ kata mandenya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah tiga hari dikampung. Salman baru merasakan ada sesuatu yang sangat sulit digambarkan. Kampung ini telah menjelma menjadi kumpulan masyarakat yang murung. Keceriaan dan semangat gotong royong telah lama ditinggalkan. Sebagian rumah sudah banyak yang kosong karena ditinggalkan oleh penghuninya pergi merantau kekota. Kontaminasi kehidupan kota telah masuk kekampung ini. Baju kurung sebagai pakaian kehormatan kaum wanita telah digantikan dengan pakain celana panjang ,layaknya pria. Disetiap lapau yang terdengar tidak lagi lagu gurindam tapi telah digantikan oleh lagu berirama dangdut atau rap. Yang buruk dikota menggantikan budaya dikampung sementara yang baik , seperti uang tak jua menetes dikampung ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Orang kampong yang berhasil dikota , ketika pulang membawa semua pengaruh buruk kekampung ini. Mereka memamerkan semua yang mereka dapatkan dikota.. Namun keinginan untuk berbagi atau sekedar meneteskan pendapatannya , sangat jauh api dari panggang. “ demikian kata para tetua kampong yang ditemui oleh Salman di surau yang tidak lagi ramai dikunjungi orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keadaan kampong ini telah membuat Salman kehilangan arah dan semakin takut akan masa depannya. Dikota tak berguna dan dikampung terabaikan. Kemana badan akan dibawa. Kegundahan hatinya semakin menjadi jadi ketika Ibundanya menyempatkan diri untuk berbicara dengannya setelah sebelumnya Ibundanya hanya berdiam diri dan membiarkan Salman dengan dirinya sendiri selama berada dikampung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Man ! Seru Mande nya “ Apa rencanamu dikampung ini ? “ tanya Mande nya sambil asik menyulam diruang tengah sementara Salman duduk diruang tamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku ingin bertani , Mande. Sawah dan ladang kita cukuplah untuk masa depanku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Masadepan ? apa maksud kamu, nak &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku akan menyinsingkan lengan baju untuk bekerja keras mengolah sawah dan ladang kita , Mande” Kata Salman. Sawah yang selama ini diolah oleh orang lain karena Ibudanya tidak kuat mengolahnya. Juga ladang disewakan keorang lain untuk diolah. Dari hasil ini ibundanya hanya mendapatkan bagian sedikit untuk bertahan hidup dimasa tuanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ jadi, kamu ingin mengolah sendiri sawah dan ladang kita ? “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya Mande. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dan itulah masadepanmu ?“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ ya Mande.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ibundannya terdiam sesaat. Diletakkan alat penjahit renda diatas meja dan dihampirinya Salman yang sedang duduk diruang tamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Anakku ! “ Salman terkejut ketika tangan ibundanya mengusap kepalanya sambil berkata “ Tak ada lagi yang dapat kamu harapkan dikampung ini. Sawah yang diharap tak cukup layak dinantikan hasilnya. Karena lima bulan menanti panen dan hasilnya setelah dipotong biaya pajak air, pestisida, pupuk , dan lain lain tak bisa untuk bertahan hidup untuk lebih dari satu bulan. Selanjutnya kamu harus berhutang untuk makan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ tapi kan harga beras sekarang naik , Mande. Tentu gabahpun naik harganya. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Beras ? benar naik tapi tidak untuk gabah. Pemerintah dan tengkulak sudah bergandengan tangan membuat harga gabah kita tidak bisa naik.“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apa maksud , Mande. Pemerintah bergandengan tangan dengan tengkulak ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tengkulak menampung harga sesukannya karena kita sudah berhutang dengan mereka. Pemerintah mengizinkan beras dari luar negeri masuk untuk mengancam kita agar tidak menaikkan harga gabah.. Sementara pedagang dengan seenaknya menaikkan harga beras untuk kita semakin sulit mendapatkan makan.“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bagaimana dengan hasil kebun kita ?“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kebun Pala tak lagi bisa diharapkan hasilnya. Harganya tak pernah berubah sejak dulu. Padahal herga angkutan semakin mahal untuk membawanya kepasar. Jerih payah kamu untuk merawat kebun yang tak seberapa luasnya itu tak sebanding dengan hasilnya. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Salman terdiam. Dia tak mampu berkata lagi. Apa yang dikatakan oleh mande nya adalah benar dan sama seperti yang dia denganr disurau dari para tetua kampong.. Bahkan ada para tertua kampong yang sempat berkata :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tahukah kamu bahwa keadaan sekarang ini tidak lebih baik bila dibandingkan dengan zaman penjajahan belanda dulu. Bahkan zaman belanda dulu para petani masih bisa menikmati hasil panen untuk setahun walau harus membayar pajak ke kompeni. Saya tidak tahu apa arti kemerdekaan bila kita dipasung oleh cara pintar pemerintah mengatur haknya tanpa peduli memikirkan kewajibannya membela rakyat. Negeri ini sudah masuk dalam murka Allah karena membiarkan kaum lemah semakin lemah dan para cerdik pandai serta pemimpin tidak lagi berpihak untuk membela rakyat yang lemah. Mereke lebih memikirkan diri merreka masing masing. Sudah nasip kita , yang selalu hidup terjajah. Dulu dijajah belanda dan sekarang dijajah oleh bangsa sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cukuplah seminggu dikampung dan akhirnya Salman memutuskan untuk kembali pergi merantau. “ Pergilah anakku karena dikampung tak ada lagi yang bisa diharapkan. Mungkin hijrah bagi seorang pria adalah keharusan untuk menjemput masadepannya dan juga bagi anak cucumu kelak. Doa Mande akan selalu menyertaimu. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya, Mande. Aku berjanji bahwa bila kelak aku berhasil maka yang pertama aku lakukan adalah menjemput Mak dikampung untuk tinggal bersamaku dikota. “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Amin. Ya Allah.” Kata ibunya dengan airmata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Salman melangkah pasti meninggalkan kampong halamannya. Tentu kepergiannya kini berbeda dengan kepergiannya dulu yang masih berhati dua. Bila gagal maka ada kampong menanti. Tapi, kini dia tahu bahwa tak ada ruang untuk dia kembali tanpa sukses. No way return. Mungkin ini pulalah penyebab kota menjadi satu satunya harapan bagi siapa saja karena pemerintah memang memutar uang dikota. Tanpa ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat untuk mengatur pendistribusian uang dan jasa melintasi desa. Maka jadilah kota sebagai sorga yang sukses dan tentu kubangan bangkai bagi mereka yang gagal. Bagi Salman inilah pilihan hidupnya sebagai putra minang. &lt;i&gt;Merantaulah buyung daulu dikampung baguno alun&lt;/i&gt;. Semakin jauh langkah diayun, airmatanya berlinang terdengar sayup sayup rintihan lagu &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=9GsoiRIbIBw&amp;amp;feature=related"&gt;"Tinggalah kampuang&lt;/a&gt; "&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2648176439320972142?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2648176439320972142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2648176439320972142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2648176439320972142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2648176439320972142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/11/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aX2thH8PRJ4/TrLMcYGdFYI/AAAAAAAAB9k/lqR3LJ7giyw/s72-c/pulang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2383280345913137256</id><published>2011-10-24T12:57:00.004+07:00</published><updated>2011-10-24T13:06:45.802+07:00</updated><title type='text'>Kesempurnaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HFTKGg6dxjY/TqT-09Jc31I/AAAAAAAAB7Y/GH_lWeB6q9o/s1600/nval.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HFTKGg6dxjY/TqT-09Jc31I/AAAAAAAAB7Y/GH_lWeB6q9o/s200/nval.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666934416859782994" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disuatu tempat berkelas, berada di financial center Hong Kong. Ada sebuah café yang aku gemar belama lama duduk sambil memonitor transaksi pasar melalui laptop kesayanganku. Sore itu aku memesan redwine segelas , juga makanan kecil. Aku bukan pemabuk , redwine memang harus kuminum setiap hari untuk menjaga collestrol didalam tubuhku tetap stabil. Minum untuk sehat. Itu alasanku kepada teman teman. Mereka kadang hanya tersenyum bila sekali kali melihat aku jalan terhuyung setelah meninggalkan tempat itu. Ketika aku meneguk Redwine , mataku tertuju kepada wanita yang duduk tepat didepan mejaku. TIdak begitu jauh hanya 2 dua meja. Wanita berusia tidak lebih 30 tahun. Wajahnya cantik oval. Lebih mirip wanita Indonesia dengan rambut hitam dan mata bulat. Baju yang dikenakannya adalah blazer hitam. Sangat sesuai sebagai wanita karir yang berkelas. Ketika mata kami beradu pandang, dia memalingkan wajahnya. Aku tersenyum didalam hati , karena begitulah wanita yang terlalu pandai berpaling dari sikapnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Didepannya ada tas warna hitam. Tas yang biasa untuk menyimpan document sebagai standard para executive disini. Juga ada majalah Fortune tergeletak dimejanya. Dia tidak menyentuh majalah itu. Namun tangannya asik menulis diatas meja. Seakan menghitung angka karena kadang kepalanya terdongak keatas. Pertanda dia sedang berpikir. Barangkali. Tak berapa lama , wanita itu berdiri meninggalkan meja dengan tas dan majalah yang tergeletak begitu saja. Kemana wanita ini pergi ? mengapa dia membiarkan tasnya tertinggal. Mungkinkah dia pergi ke toilet ? Aku hanya diam , menanti harap agar dia kembali. Benarlah, tidak lebih limat menit dia kembali melangkah menuju mejanya. Langkahnya sangat anggun dan tubuhnya nampak seksi. Sangat sempurna. Ketika dia melewati mejaku , aku mencium aroma perfume lembut. Entah kenapa mata kami kembali beradu pandang. Aku mengangguk dan tersenyum. Dia membalasnya dengan simpatik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Saya pikir anda sudah pergi dan lupa dengan tas anda ‘’ kataku dalam bahasa indonesia. Mata dan perasaan ku mengatakan hal yang sama bahwa dia adalah wanita indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Sorry. Idont understand what you say ‘’ katanya dalam kebingungan namun senyumnya tetap membayang. Maka tahulah bahwa mata dan perasaanku tidak tepat. “ I am from Nepal ” sambungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh sorry. I guess you are from Indonesia. ‘’ kataku . Seketika tanganku tergerak , mengulurkan tangan untuk berjabat tangan , dia menanggapinya dengan hangat. Kamipun berkenalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ saya pikir tadi anda mau pulang “ Kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ belum. Saya masih senang disini. “ Mata bulatnya nampak semakin indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Anda nampak asik nulis tadi. Nulis apa? ‘’ Tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Anda juga asik dengan laptop mu. Ngetik apaan ? Dia balik tanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ ya , Saya hanya monitor harga dibursa London dan sebentar lagi Wallsteet buka , makanya saya suka berlama lama disini....’’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Anda pialang ? “ Sergahnya dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ engga juga. Anda ? “ Aku mengangkat bahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Konsultant “ Jawabnya dengan tegas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bidang apa ?“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Finance “ jawabnya dengan raut anggun berwibawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kemudian pelayan cafe datang menghampiri wanita itu ‘’ maaf , apakah pesanan anda saya antar ke meja anda ? “ wanita itu terdiam sambil menatapku “ bagaimana kalau anda gabung dengan meja saya “ aku menawarkan diri. Dia tersenyum dan mengangguk “ Ya , sudah tarok disini saja “ katanya kepada pelayan. Kemudian dia berjalan kearah mejanya untuk mengabil barang barannya dan kembali kemejaku dengan tersenyum,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya memperhatikan anda dari tadi “ kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya juga “ Jawabanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ saya melihat anda menulis sesuatu dengan sangat serius “ Kataku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;« Saya melihat anda memelototi screen komputer dengan serius « Katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ dan anda ke toilet “ Kataku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ anda berdiri sambil memperhatikan langkah saya ‘’. Katanya tangkas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ anda tersenyum kearah saya.’’ Kataku tidak kalah tanggap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ anda mengangguk dan mengajak saya bergabung dengan meja anda“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Katanya enteng. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;Kamipun akhirnya tertawa. Dia cantik sekali kalau tertawa. Suasana menjadi lebih santai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ceritakan padaku apa yang kamu cari dalam hidup ini “ Kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku mencari laki laki sejati."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kamipun tertawa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Serius ? Kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ ya serius. Aku mencari pria sejati untuk mendampingi hidupku. ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Apa kriterianya ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Hem...." matanya menerawang seakan sedang membayangkan sesuatu yang diidamkannya. " Seorang laki-laki sejati. Seseorang yang dapat melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan Bila aku menemukannya maka aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malu-malu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi suamiku , kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku tercengang ‘’ terlalu ideal dan hampir tidak mungkin anda dapatkan pria seperti itu didunia ini. Kalau anda berharap maka harapan itu akan berakhir dengan kesia siaan. Lihat disekeliling kamu. Yang kamu ketahui tentu laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati yang tersedia dan siap untuk kamu miliki. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya gombal, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu. “ Kataku yang membuat dia tercengang. ‘’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Mengapa anda katakan ini. Bukankah kamu juga seorang laki laki ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Aku hanya ingin memberikan batasan untuk kamu ketahui tentang harapan dan kenyataan. Agar kamu tidak kecewa.. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu harus kamu mengerti. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kalau begitu , kamu meminta saya realistis. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ ya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ lantas bagaimana saya harus bersikap. Usia saya tidak muda lagi..” Sekarang dia mulai tergiring dengan emosinya. Ada kecemasan diwajahnya. Namun aku berusaha untuk tetap tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Jangan tempatkan criteria dan harapan ketika kamu memilih pria. Raihlah ketulusan cinta seorang pria dimana kamu dapat merasa nyaman untuk menempatkan cintamu. Setelah itu berjuanglah untuk menjadi belahan jiwanya. Ditanganmulah kelak pria itu akan menjadi apa. Dia akan menjadi beban atau pelindungmu ? kamulah yang membentuknya. Siapapun wanita , akan mampu membentuk pria menjadi laki laki sejati. Kenalilah kekuranganmu dan temukan pelengkapnya pada pria pilihanmu. Kenalilah kelebihanmu dan lengkapilan kekurangan pria pilihanmu.Jadi berhentilah mencari yang sempurna tapi berusahalah menciptakan sendiri kesempurnaan itu. Bukankah hidup adalah perjuangan dan proses itu harus kamu lalui agar kelak kamu mendapatkan kebijakan dan menghargai setiap hasil yang di peroleh.Maka hidupmu akan lebih berarti ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kamu benar. Kamu telah menyadarkan saya. Ini kali pertama saya mendapatkan nasehat terbaik dalam hidup saya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh ya? Saya hanya sekedar menyampaikan suatu fakta. Memang kenyataan tidak selalu enak didengar tapi begitulah ..” Kemudian wajanya nampak serius. dan berkata “ Benarlah adanya bahwa seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati!” Katanya yang seakan membenarkan kata kataku barusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ternyata kamu lebih memahami daripada saya. “ kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Pengalaman saya mengajarkan itu semua. Saya lelah mencari dan saatnya sekarang saya harus menciptakan laki laki sejati bagi diri saya sendiri. Siapapun dia , asal dia mencintai saya dan saya mencintainya maka selanjutnya saya akan berjuang menjadikannya sesuai apa yang sesuai untuk saya. Mungkin inilah kesempurnaan yang sesungguhnya."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hari mulai berangkat malam. Suasana cafe semakin ramai. Tua dan muda mulai berdatangan. Group band yang mengiringi penyanyi dari philipina melantunkan lagu begitu apiknya. Kami melihat ada sepasang, pria setengah tua dan wanita muda masuk kedalam cafe. Bergandengan dengan mesra. Tanpa memilih tempat duduk ,langsung duduk dtempat yang kosong menghadap kepintu masuk.. Mereka bercengkrama. Kemudian , masuk seorang wanita setengah tua yang langsung menghampiri pasangan itu. Kami melihat pria itu berteriak kepada wanita yang barusan datang. Kemudian wanita setengah tua itu berlari keluar dengan mengusap airmata dengan sapu tangannya. Kulihat dia tersenyum dan kemudian entah mengapa kamipun akhirnya tertawa. Kemudian dia terkejut ketika telp selularnya bergetar. Ada keraguan diwajahnya untuk menerima telp tersebut. " Ya..Baik. Kamu boleh jemput saya sekarang. " Kata wanita itu dengan senyum penuh keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ada apa ? " Entah mengapa kuberanikan untuk bertanya padahal bukan urusanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Berkat kamu , berkat pertemuan malam ini. Saya telah mengambil keputusan. Sebentar lagi ada pria yang akan menjemput saya dan inilah awal walau tidak mudah namun saya akan berjuang menciptakan laki laki sejati bagi diri saya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2383280345913137256?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2383280345913137256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2383280345913137256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2383280345913137256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2383280345913137256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/10/kesempurnaan.html' title='Kesempurnaan'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HFTKGg6dxjY/TqT-09Jc31I/AAAAAAAAB7Y/GH_lWeB6q9o/s72-c/nval.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2239371707183586607</id><published>2011-10-22T22:07:00.002+07:00</published><updated>2011-10-22T22:10:39.107+07:00</updated><title type='text'>Kembalinya cinta yang hilang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5taEqfesmLE/TqLc4k0n__I/AAAAAAAAB64/fkTOPLLJM5g/s1600/cinta.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5taEqfesmLE/TqLc4k0n__I/AAAAAAAAB64/fkTOPLLJM5g/s200/cinta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666334145700691954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Angin bertiup dengan lembut menerobos kedalam kamarnya. Pohon mangga yang terdapat tepat didepan kamarnya bergerak lembut. Satu satu daun gugur berjatuhan dan kadang masuk kedalam kamarnya. Dia tidak terkejut ketika sepasang kaki indah melintas didepan kamarnya, yang kemudian menyorongkan kepalanya kearah jendela. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;“ Aku bawakan makanan kesukaan mu. “ wanita itu menaikan tangannya tinggi tinggi sambil melihatkan rantang ditangannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;.“ Kenapa harus repot.. “ Jawabnya. Wanita itu tidak memperdulikannya. Terus berputar kearah pintu kamar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apakah ada kemajuan skripsi mu “ Wanita itu memegang pundaknya dari belakang dengan memperhatikan lembaran kertas yang tergeletak diatas meja. Dia hanya menggaruk kepala. Wanita itu kembali melakukan kebiasaanya. Mengambil pakaian kotor untuk dicuci dan sekalian membersihkan kamarnya yang berantakan. Biasanya keesokan sorenya wanita itu akan datang lagi dengan membawa pakaiannya yang sudah bersih.“ Aku harus segera pergi. Takut terlambat masuk kerja “ Wanita itu berlalu dengan membawa pakaian kotornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dia hanya terhenyak. Sudah lebih dua tahun dia terus berbohong mencintai wanita itu hanya karena dia tidak ingin mengecewakan harapan wanita itu. Wanita yang terlalu polos dengan cintanya. Sehingga kadang dia merasa telah membuat wanita itu hidup dalam angan angan yang sengaja dia ciptakan. Tapi sampai kapan keadaan ini dia harus pertahankan.Cinta itu memang tidak mudah diraih. Begitu pula dengan kehadiran wanita itu dalam hidupnya. Dia tidak pernah dapat mencintai wanita itu namun dia dapat bersikap sempurna hingga nampak dia benar benar mencintai. Mungkin karena memang dia sangat membutuhkan wanita itu untuk menopang kehidupannya yang memang butuh biaya. Hingga setiap hari wanita itu terus bekerja keras untuk memberikan dukungan menyelesaikan kuliahnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apakah tidak lebih baik kita menikah saja. Kamu dapat terus dengan kuliahmu tanpa harus dibebani dengan biaya hidup. Gajiku cukup untuk kita hidup berdua. “ Kata wanita itu satu ketika.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku tidak bisa mendahului kakak perempuanku. “ Demikian dia beralasan untuk sengaja menunda. Wanita itu tetap sabar menanti saatnya tiba. Ketika Kakak perempuannya menikah wanita itu kembali datang dengan harapannya. “ bukankah sudah saatnya kitapun menikah. “ Dan diapun kembali dengan alasan lain “ Aku harus menunggu sampai kuliahku selesai. “ Kembali wanita itu harus menunggu. Ketika kuliahnyapun selesai , wanita itu menampakan keceriaan yang luar biasa. “ Orang tuaku sudah siap menanti lamaranmu “ Diapun datang dengan alasan “ Aku harus dapat kerjaan dulu. Aku tidak mau membebanimu bila kelak kita berumah tangga. ““ Aku hanya ingin impian ku dapat terkabulkan segera. Hidup bersama pria yang aku cintai. “ Kata wanita itu. Harapan yang terlalu sederhana tapi menjadi sulit baginya. Bagaimana mungkin.? Baginya lebih baik hidup sehari dengan orang yang dicintainya daripada hidup seribu tahun dengan wanita yang tidak pernah dicintainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Satu saat dia harus berkata dengan jujur. Maka diapun tanpa beban untuk mengatakan “ Aku tidak mencitai mu. Lebih baik kamu berharap pada pria yang benar benar mencitaimu. Itu lebih baik “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tidak adakah arti bagi mu hubungan kita selama ini? “ Wanita itu menampakan wajah keterkejutannya dengan airmata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Itu sangat berarti sekali. Aku justru disadarkan betapa kamu sangat bernilai dihadapanku. Makanya aku tidak pernah berusaha untuk menyentuhmu.” Katanya dengan berat menatap sendu wajah wanita dihadapannya “ Maafka aku. Aku telah menemukan wanita yang aku cintai dan Kami akan segera menikah” sambungnya yang membuat wanita itu jatuh berkeping keeping.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apakah diapun mencintaimu sama seperti aku ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kami saling mencitai. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Secepat itukah ?“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ya. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Wanita itu tertunduk sambil mengusap airmata dan kemudian berdiri keluar dari kamarnya. Di luar angin bertiup lembut dan daun keringpun nampak jatuh berguguran. “ Nasipku , tidak lebih sama dengan daun itu. Yang akhirnya gugur dimakan waktu. Tapi aku tetap bersyukur karena kamu telah memberi waktu untuk ku mencintaimu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Delapan tahun dia baru merasakan hidup sebagai pecundang. Walau kedudukannya sebagai direktur perusahaan namun semua kendali perusahaan dipegang oleh istrinya. Dihadapan mertua dan keluarga istrinya , dia tidak lebih sebagai boneka yang harus dijaga namun dapat dengan mudah diabaikan. Baru kini dia merasa perlunya kehormatan sebagai laki laki. Tapi apakah dia mampu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku menikah dengan mu karena kamu punya kepintaran dan pekerja keras. Jadi jangan pernah berharap lebih dari ku. “ Kata istrinya ketika dia meminta agar tinggal dirumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Orang tuaku memintaku untuk menjalankan perusahaan ini dengan benar.Dan kamu harus membantu usaha keluarga ini agar dapat diteruskan dengan anak anak kita kelak “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bukankah kamu istriku ? Serunya “ dan kamu harus mendengar ku. Sampai sekarang kita belum punya anak. Karena kamu selalu sibuk. Sampai kapan ? “ katanya.“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Kita tidak punya apa apa selain memang harus hidup dibawah pengawasan Ayah. Kita sudah beruntung dapat menikmati kelebihan harta ini tanpa harus menderita seperti orang lain. Soal anak , memang aku belum siap melahirkan .Jadi berhentilah bersikap kekanakan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selalu dia kehilangan jalan untuk menjadi seorang laki laki. Satu saat dia kembali ada keberanian bersikap dihadapan istri dan mertuanya.“ Saya harus keluar dari perusahaan ini. Saya sudah tidak tahan menjadi boneka diperusahaan maupun dirumah tangga. Saya ingin dihargai seperti layaknya direktur diperusahaan dan kepala keluarga dirumah.” Katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Oh, Itu yang kamu mau.? “ Jawab mertuanya. “ Baik, Kamu boleh keluar dari perusahaan ini dan silahkan kembali kerumah sebagai kepala keluarga yang kamu mau “ Lanjut mertuanya sambil menatap kearah istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bagaimana dengan kamu “ Katanya kepada istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Kalau abang berhenti dari perusahaan ini maka abang tidak ada tempat dirumah. “ Jawab istrinya dengan dingin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bukankah kamu mencitaiku ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Abang, sudah tahu apa yang harus abang lakukan. Banyak pintu keluar untuk abang bebas pergi dari sini. “ Istrinya tidak menjawab tentang cinta tapi memintanya pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Baik. Saya perg!!i “ Dia mengambil tasnya dari pergi meninggalkan istri dan mertuanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Tolong jangan ada satupun yang boleh abang bawa. Karena semua bukan milik abang. Kecuali barang yang abang bawa sewaktu abang datang kerumah saya “ Teriak istrinya ketika dia melangkahkan kakinya keluar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Delapan tahun perkawinan yang sia sia. Memanglah perkawinan yang salah karena diawali dengan niat yang salah. Karena dia hanya melihat dari kecantikan wanita dan kekayaannya. Bahkan dalam banyak hal dia memang tidak pernah membuat keputusan yang benar. Delapan tahun bagai menumpang tawa ditempat ramai namun akhirnya menangis dalam kesendirian tanpa ada yang mau peduli.Bayangannya kini kembali kepada ketika dia pergi meninggalkan tempat dimana dia menyelesaikan kuliahnya. Bayangan tentang seorang wanita yang begitu setia berkorban dan akhirnya dia tinggalkan begitu saja hanya karena dia tidak mencintai wanita itu. Tapi dengan keadaannya kini maka dia sangat merindukan wanita itu. Ternyata bagi laki laki yang sangat dibutuhkan adalah cinta dari seorang wanita yang ikhlas berkorban..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ketika dia datang kerumah yang dulu pernah dia tempati , hatinya bergetar dirudung rasa bersalah. Ingat akan seorang wanita yang selama dua tahun sabar dan setia menantikan cintanya. Kamarnya masih seperti dulu. Hanya kini sudah ditempati oleh seorang mahasiswa yang baru setahun kost. Ibu kost nya menyambut hangat kedatangannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mbok, Sri masih tinggal diujung gang ini “ tanyanya kepada Ibu kost.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Masih. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Apakah dia sudah menikah “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Yang Mbok tahu , dia belum menikah.” Ibu kost menatapnya dengan tersenyum “ sebetulnya dulu si mbok ingin mengingatkan kamu agar tidak berhubungan dengan Sri. Dia itu bekerja sebagai wanita panggilan “. Dia terkejut. Mengapa dia tidak pernah tahu ? Mungkin karena selama dua tahun hubungannya hanyalah bertepuk sebelah tangan dan dia memang tidak peduli dengan segala kegiatan wanita itu. Yang dia tahu , wanita itu selalu datang menyelesaikan masalahnya bila mengetahui dia membutuhkan uang untuk keperluan kuliahnya. Kini lengkaplah sesalnya terhadap seorang wanita yang telah menjual tubuhnya hanya karena satu harapan untuk pria yang dicintainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Bukankahn dia bekerja di Salon “ Katanya mencoba meyakinkan diri bahwa informasi itu tidak benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Itu hanya kedok saja. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Sampai sekarang ?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Sejak kamu pergi dia tidak lagi bekerja di salon. Dia menjadi TKW di Saudi. Dua tahun lalu dia kembali dan sekarang buka warung nasi di Pasar. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ohhh “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Oh ya ,kamu sudah menikah ? sudah berapa anaknya “ tanya Ibu Kostnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Saya belum punya anak , Mbok. Delapan tahun menikah dan akhirnya kami bercerai”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Oh…yang sabar ya..Nak. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ya , Mbok “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pasar yang dulu biasa dilewatinya bila pergi kekampus masih seperti dulu. Kumuh dengan sampah yang bertebaran dimana mana. Disamping pasar itu terdapat terminal angkutan dalam kota. Dia melangkahkan kaki melintasi terminal dan masuk kedalam pasar. Dari kejauhan dia melihat warung tenda yang menjual nasi dan didalamnya nampak wanita yang dulu sangat mencitainya. Dia memilih menunggu wanita itu menutup warungnya agar dia dapat dengan bebas berbicara. Ketika sore datang, Wanita itu pergi meninggalkan warungnya dan menuju keterminal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Sri …” serunya. Wanita itu terkejut menatapnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Mas Bram ya “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ ya, Aku , Sri. “ Jawabnya “ apakah kamu baik baik saja “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Baik Mas. “ Wanita itu hanya diam sambil menundukan wajah. Dia sudah berjilbab. Beda dengan dulu penampilan yang selalu bersolek layaknya wanita salon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;.“ Sri, apakah kamu masih mencintaiku “ katanya ragu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku sangat mencintai Mas dan itu tidak akan pernah hilang didalam hatiku. Tapi kepergian Mas , menyadarkan ku bahwa aku memang bersalah. Sikap Mas yang tidak mencintaiku adalah awal aku mendapatkan hidayah dari Allah bahwa cinta Allahlah yang harus kujemput lebih dulu agar aku dapat dicintai oleh manusia.. Pengorbananku terhadap sesuatu yang aku cintai tidak akan ada artinya bila aku berpaling atas cintaku kepada Allah.. Aku tidak pernah menyesali sikap Mas. Dalam taubah ku, aku selalu berharap agar Allah mengampuni segala dosaku. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Pengorbananmu adalah ujud dari keikhlasan dan keyakinanmu dengan kekuatan cinta yang kamu miliki. Cinta adalah anugrah dari Allah. Perjalanan waktu telah mengantarkan mu kepada jalan untuk meraih cinta yang sesungguhnya.” Katanya tapi wanita itu terus tertunduk “ Kamu berhak untuk mendapatkan kembali cintamu yang hilang setelah Allah menerima taubahmu “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Maksud , Mas ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku ingin melamarmu ..” Katanya dan kini dilihatnya wanita itu menatapnya dengan ari mata berlinang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Benarkah itu ? “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Ya , Sri “ Wanita itu nampak ceria namun kemudian mundur kebelakang ‘ Bagaimana dengan istri Mas ? “ Katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“ Aku sudah bercerai. Dia tidak pernah mencitaiku. “ jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Senja semakin pekat dan dari jauh terdengar suara azan mengumandang. Mereka berdua berjalan menuju Masjid untuk melaksanakan sholat maghrib. Tentu mereka bahagia dengan bertautnya kembali cinta namun kebahagiaan itu datang ketika mereka mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari pemberi cinta. Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2239371707183586607?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2239371707183586607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2239371707183586607' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2239371707183586607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2239371707183586607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/10/kembalinya-cinta-yang-hilang.html' title='Kembalinya cinta yang hilang'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5taEqfesmLE/TqLc4k0n__I/AAAAAAAAB64/fkTOPLLJM5g/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-7234437757565690925</id><published>2011-10-21T07:38:00.006+07:00</published><updated>2011-10-22T12:14:55.733+07:00</updated><title type='text'>Tolong Isal, Ma...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cdHvKITJMtI/TqDAMlJke5I/AAAAAAAAB6U/sdYd9q6TIi8/s1600/pemimpin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-cdHvKITJMtI/TqDAMlJke5I/AAAAAAAAB6U/sdYd9q6TIi8/s200/pemimpin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665739653595298706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" KIta tidak boleh menghujat orang lain dengan kesalahannnya. Karena bukan tidak mungkin Allah telah mengampuni orang itu .." demikian anakku menanggapi semua cacian masyarakat terhadap Pak Harto. Dia tidak mau berpolemik. Tapi aku tahu betul siapa Pak Harto bagi dia. Juga bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika itu usianya barulah 13 tahun dan duduk dikelas 3 SMP. Kuberi nama dia, Faisal dan panggilan sayangku pada dia adalah Isal. Walau kami miskin , namun anakku tidak pernah minder bergaul dengan teman temannya. Sehabis pulang sekolah , dia berdagang teh botol diterminal sampai malam. Ini dilakukannya untuk meringankan bebanku. Allah menganugrahkan tiga orang anak kepada kami. Isal adalah anak tertua dan dua orang adiknya adalah perempuan. Masih SD. . Sementara suamiku , bekerja sebagai kuli bangunan. Dan aku ikut membantu meringankan beban suami dengan berdagang kue dipasar. Dari SD sampai SMP , anakku selalu dapat rangking disekolah. Dia cerdas dan berbudi pekerti. Teman temannya semua menyukai dia. Sebagai anak laki laki tertua, kami menaruh harapan besar kepada Isal. Apalagi , dua adiknya perempuan, tentu mereka semua butuh perlindungannya kelak bila dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun, disuatu hari aku hampir tak percaya ketika mendengar kabar buruk tentang Isal. Temannya mengabarkan dia ada dikantor Polisi.Isalku , berbuat criminal , kah.? Tidak ! Tidak mungkin , Isal melakukan perbuat keji tersebut.” Aku meraung. Tanpa memperdulikan daganganku dijalanan. Aku berlari kekantor polisi bersama temannya. Betapa hancur hatiku ketika melihat buah hatiku. Wajahnya lebam dan darah mengalir dari hidungnya. Ku peluk ia erat erat ketika dikeluarkan polisi dari sel tahanan. “ Mengapa , nak,. Kamu mencuri ? “ tanyaku dengan lembut. Kucoba jaga perasaan anakku. Bagaimanapun dia butuh perlindunganku. Ditatapnya wajahku yang berlinang air mata“ Isal , tidak mencuri Ma, Tidak ,Ma. Orang itu kehilangan pena ketika berbelanja dengan Isal. Dia menuduh Isal yang mencuri. Isal menolak tapi orang itu terus menuduh dan memukuli Isal.” Katanya dengan terbata bata. “ Isal , tidak mencuri ma..Mama percayakan dengan Isal “ Katanya lagi. Kembali kupeluk dia erat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kutatap polisi yang ada disamping kami. Polisi itu berwajah sinis dan segera menarik Isal kedalam Sel. Aku berteriak menyebut nama Isal ketika digiring kembali kedalam Sel tahanan “ Mama, tolong isal , ma. Isal takut disini..” katanya dengan setengah menahan tangis. " Ya , Nak. Mama akan tolong kamu..." Dunia terasa ambruk menghantam diriku. Ketika melihat buah hatiku masuk dalam dunia yang tak pernah terbayangkan dalam hidup kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari polisi aku mendapat tahu bahwa Isal ketahuan mencuri Pulpen mahal oleh anak sekolah yang sedang membeli teh botolnya. Terjadi perkelahian antara Isal dengan anak yang menuduhnya. Anak itu , terjerembab jatuh.. Kepalanya luka terkena ujung tembok terminal.” Anak ibu mencuri dan dia sudah mengakui semua perbuatannya. “ Kata polisi itu sambil memperlihatkan Berita Acara Pemeriksaan yang ditanda tangani oleh Isal. “ Dia akan mendekam dalam penjara setidaknya 2 tahun. “ kata polisi itu lagi. Seperti petir menyambar ketika mendengar penjara. Anakku terpidana? Tidak ! Tidak mungkin.! Kucoba menghamba kepada polisi agar mempercayai alasanku bahwa anakku tidak mungkin mencuri. Betul kami miskin tapi kami tidak pernah mengemis , apalagi mencuri.. Tapi polisi itu tidak peduli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam kelelahan, aku melangkah keluar dari kantor Polisi. Kakiku berat untuk meninggalkan kantor polisi itu. Aku membayangkan Isal didalam sana bersama terpidana lainnya. Oh tuhan, apa yang dapat kulakukan untuk melindungi anakku. “ Desah nafasku tersengal sengal membayangka hal buruk yang akan terjadi terhadap Isal di dalam penjara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ada apa , Bu ? Terdengar suara pria menyapaku dari belakang ketika aku hendak keluar dari gerbang kantor polisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Anak saya ditahan disini “ kataku dengan airmata masih berlinang. Pria itu tersenyum ramah sambil berkata. “ Ini kartu nama saya. Ibu silahkan datang kekantor saya ,kapan saja. Mungkin saya dapat membantu ibu. “ Tertulis dikartu nama itu , Lembaga Bantuan Hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Lebih baik sekarang saya ikut kekantor bapak. “ kataku. Pria itu dengan ramah memintaku menunggu dipelataran parker. Karena dia masih ada urusan dengan polisi. Tak berapa lama, pria itu keluar dan menuju ketempat kendaraan yang diparkir. Dia mengajakku untuk ikut bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya tadi kebetulan sempat bertanya tentang kasus anak ibu kepada Polisi. Dia bilang kasusnya sederhana dan tidak ada sebetulnya bukti apapun yang memberatkan tuduhan anak ibu mencuri. Tapi masalahnya menjadi lain karena anak yang berkelahi dan yang menuduh anak ibu mencuri itu adalah putra dari seorang hakim. Polisi tidak bisa berbuat apa apa kecuali mengikuti kemauan sang hakim itu. “ Kata pria itu ketika didalam kendaraan menuju kantornya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa harus menjebloskan anak saya kepenjara.? Mengapa ? “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Itulah masalahnya. Ini soal kekuasaan. Mungkin hakim itu tidak menerima anaknya terluka karena perkelahian itu. Egonya dan kehormatannya terganggu karena anaknya dilecehkan oleh anak ibu , pedagang teh botol jalanan. “ Kata pria itu lagi dengan suara berat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apa yang dapat saya lakukan untuk melindungi anak saya “ Kataku setengah putus harapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kami akan membantu untuk membela anak ibu dipengadilan. Tapi ibu harus bayar biaya itu."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Saya orang miskin , Pak. Dari mana kami dapatkan uang " Kataku menghiba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Kalau begitu tidak ada yang dapat ibu lakukan , kecuali berdoalah kepada Allah. Mintalah perlindungan kepada Allah. Ibu berhadapan dengan pemilik palu keadilan. Itulah masalahnya. “ Kata pria itu. Walau sarannya baik namun terkesan mengejek kemiskinannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku mulai memikirkan suamiku. Aku menginginkan dia ada disampaingku dalam situasi sulit ini. Namun bagaimana aku dapat menghubunginya? . Dia sedang berada di luar kota. Ikut sebagai kuli kontrak membangun jembatan. Aku sendirian dan anaku masih didalam sel dalam ketakutan. Tuhan , beri aku kesempatan untuk melindungi anakku. Engkau beri amanah kepada ku seorang anak manusia dan kini aku gagal untuk melindunginya dari kezoliman manusia. Engkau yang memberi dan engkau pulalah yang akan menjaga. Itulah doaku dalam perjalanan pulang kerumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Entah mengapa , pikiranku tertuju kerumah president. Ya aku harus kerumah president. Hanya dialah penguasa dinegeri ini yang dapat melindungi anakku dari kezoliman. Tapi apakah mungkin , president dapat menerimaku ? Langkahku terus menuju jalan cendana. Semua orang dijakarta tahu percis dimana rumah presidentnya namun semua juga tahu tidak mudah untuk bertemu dengan president. Tapi aku harus bertemu. Apapun hasilnya.. Ini soal anakku. Ada bisikan halus yang terus menguatkan langkahku untuk tidak berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hari telah berangkat sore. Langkah ku terhenti tepat didepan rumah president. Nampak penjaga rumah itu mendekatiku dengan wajah garang penuh selidik. “ Pergi dari sini” Bentak Penjaga itu sebelum aku berkata apapun. Aku mencoba membalut wajahku dengan senyum ramah sambil berkata “ Saya rakyat kecil pak. Saya tidak minta sedekah. Saya hanya mau bertemu dengan Pak Harto. Tolonglah pak..”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bapak tidak ada. Sudah…pergi sana.” Bentak penjaga itu lagi. Terasa kabut gelap didapanku. Walau penjaga itu menembakku. Aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan president. Ini sudah tekadku. Tak berapa lama , salah satu penjaga yang ada dipos penjagaan mendekatiku “ Ibu, silahkan masuk. Saya barusan dapat telp dari dalam. Mari saya antar bu. “kata penjaga itu dengan sangat ramah. Aku terkejut. Jantungku berdebar debar ketika melangkah masuk kedalam rumah. Nampak diruang tamu seorang pria dengan senyum khasnya menatapku. Wajah yang selama ini hanya kelihat ditelevisi dan kini ada didepan mataku. President Negeri ku. Soeharto. Segera aku berlutut dengan terbata bata ingin mengungkapkan semua kesedihanku tentan Isal. Tapi, Pak Harto segera memegang bahuku dan membimbingku ketempat duduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tadi saya lihat dari lantai dua, ibu bersikeras untuk betemu dengan saya. Ada apa ? “ katanya. Tapi aku masih terkesima dengan keadaan ini. “ Tenang , bu. “ Katanya lagi dengan tersenyum , seakan menangkap kegugupanku. Sambil menarik nafas dalam dalam, akhirnya aku menceritakan semua yang menimpa anakku. “ Tolong lah kami Pak. Dia anak saya laki laki satu satunya. Kami miskin tapi kami tidak pernah meminta apalagi mencuri. Dia harapan kami untuk kelak dimasa tua kami. “ kataku dengan airmata berlinang. President nampak tersenyum sambil memanggil salah seorang petugas. Kelihatannya dia berbicara sebentar dan meliriku sambil menanyakan kepastian alamat kantor polisi dimana Isal ditahan. “ Nah,sekarang ibu bisa pulang. Anak ibu sudah ada dirumah ketika ibu sampai. “ katanya. Mendengar itu, aku langsung mendekat dan ingin memeluknya. Tapi president dengan senyum khasnya memegang pundakku sambil menyalamiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Benarlah, ketika aku sampai dirumah. Isal sudah ada pula didalam rumah. Kupeluk dia erat erat, seakan memastikan bahwa dia akan selalu aman dalam dekapanku. Seminggu kemudian , ada petugas datang kerumahku. Mereka mendata Isal dan sekaligus memastikan bahwa Isal akan mendapatkan beasiswa sampai dia tamat universitas. Aku terharu. Ingin rasanya aku berlari kerumah presidentku untuk mengucapkan terimakasih. Tapi kuredam itu semua dengan sujud syukur akan kebesaran Allah yang telah dengan mudahnya memberikan pertolongan diluar rasionalias manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;20 tahun telah berlalu sejak peristiwa itu. Isal kini sudah jadi sarjana Hukum dan berprofesi sebagai pengacara. Aku bangga dengan anakku dan bila kutahu keteguhan anakku membela mereka yang teraniaya , ingatanku tak pernah hilang dengan seorang yang begitu mulia hatinya ..Pak Harto. Ditengah kecaman orang banyak terhadap Pak Harto, bagiku dia tetaplah seorang bapak dan pemimpin, yang bagaimanapun dia pernah berbuat untuk rakyat yang dicintainya. Dibalik begitu banyak kesalahannya, menurut orang , namun setitik kebaikannya akan selalu abadi dihatiku , yang tak henti kudoakan semoga kebaikannya diterima disisi Allah dan kesalahannya diampuni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-7234437757565690925?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/7234437757565690925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=7234437757565690925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7234437757565690925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7234437757565690925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/10/tolong-isal-ma.html' title='Tolong Isal, Ma...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cdHvKITJMtI/TqDAMlJke5I/AAAAAAAAB6U/sdYd9q6TIi8/s72-c/pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-2555171534380462339</id><published>2011-10-11T14:29:00.022+07:00</published><updated>2011-10-12T21:59:03.593+07:00</updated><title type='text'>Terimakasih</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bmP-CJ1VO4c/TpVWzSZ1lJI/AAAAAAAAB5c/hH7aJyry1q4/s1600/mebijing.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bmP-CJ1VO4c/TpVWzSZ1lJI/AAAAAAAAB5c/hH7aJyry1q4/s200/mebijing.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662527545601791122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Beijing , musim gugur datang. Dalam perjalanan dari bandara menuju Paninsula Beijing Hotel, nampak bendera china dengan lima bintang berkibar dimana mana. Juga tak ketinggalan spanduk besar berisi propaganda ala komunis. Maklum ini bertepatan hari kemerdekaan China. Didalam kendaraan , teman berkali kali mengingatkan jadwal yang harus kuperhatikan selama kunjungan ke Beijing ini. Aku hanya mengangguk namun mungkin baginya aku terkesan tidak peduli. Bagiku teman ini terlalu perpeksionis. Satu kali diingatkan lebih dari cukup bagi pria. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesampai di Hotel, setelah ganti pakaian, aku turun ke Loby hotel untuk bertemu dengan relasi yang sudah dijadwalkan. Pertemuan itu cukup singkat. Sehingga aku bisa bersegera kembali ke kamar untuk sholat maghrib. Ketika tepat dipintu lift, nampak serombongan pria dan wanita berpakaian rapi keluar dari lift. Aku menyurut kebelakang memberi ruang leluasa bagi mereka. Terdengar suara wanita memanggiku dari arah samping. “ Brother, are you… ? setengah berlari menghampiriku. Seorang wanita yang tak kukenal. Namun dia memanggil namaku dengan jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ada apa ke Beijing ? tanyanya dalam bahasa inggeris yang sempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya biasalah. Ada urusan” jawabku singkat. Namun dia tak henti memandangku. Dengan lancar dia mencoba mengingatkanku peristiwa kali pertama bertemu dengannya. Itu enam tahun lalu. Dia menyebut tempat hotel dimana kami bertemu. Dia juga menyebutkan dia membantuku sebagai guide pergi Great Wall.  Segera aku ingat. Karena kunjungan ke great wall hanya sekali seumur hidupku walau tak terbilang aku berkunjung ke Beijing. Tentu aku sekarang ingat siapa wanita ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ya. Kamu Ling , kan " kataku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Benar. " Wajahnya nampak ceria.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;" Gimana apakah cita citamu terkabulkan untuk bekerja di Bank" Aku tahu soal ini karena dia pernah bercerita impiannya untuk merubah nasip keluarganya dikampung melalui pendidikan nya. Walau budaya china merendahkan wanita namun dia berkeyakinan bahwa wanita bisa berbuat lebih baik atau setara dengan pria. Semangatnya untuk &lt;i&gt;struggling dan survival &lt;/i&gt; ditengah keterbatasan. Itulah yang selalu kuingat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya. Aku sekarang bekerja&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di bank. " Katanya dengan raut wajah berhias senyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh bagus. Saya senang mendengarnya..” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teman temannya terdengar berkali kali memanggilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku harus segera pergi ke ruang sebelah sana ” Katanya sambil menunjuk kesuatu ruangan.. Kutahu itu adalah ruang seminar. “ Jam 8 seminar usai. INi sesi terakhir. Boleh aku traktir kamu makan malam. “Sambungnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berat untuk menerima ajakannnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;karena teringat jadwal yang ketat malam iini. Namun pancaran wajahnya yang penuh harap juga sulit bagiku untuk menolak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Baiklah” Jawabku singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Thanks , brother”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tapi ..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘ Apa ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kamu ikut dalam acara jadwal makan malam bersama relasi saya, Gimana ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Baik. Saya setuju. “ wajahnya nampak ceria. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia segera berlalu. Aku kembali kekamar untu sholat maghrib karena sebentar lagi aku harus menghadiri rapat bisnis bersama team dari New York untuk persiapan pertemuan besok pagi. Seusai sholat , aku mencoba mengingat peristiwa enam tahun lalu. Ketika itu musim dingin. Setelah empat hari bersibuk diri, hari sabtu tak ada kegiatan apapun. Kesempatan ini kugunakan untuk mengunjungi objek wisata Great Wall. Tapi tak ada teman yang bisa mengantar. &lt;i&gt;Business Center&lt;/i&gt; yang terdapat di Hotel mengetahui rencanaku ke Great wall. Mereka menawarkan guide. Segera kusanggupi. Honornya USD 100 per hari. Tak lebih satu jam menunggu, petugas business center sudah mengabarkan bahwa guide sudah tersedia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seorang waninta belia berwajah opal dengan tinggi tak lebih 165 Cm. Menurut ukuran Asia dia tergolong tinggi. Dengan ramah dia memperkenalkan dirinya. “Sebut aku, Ling” katanya. Gadis itu bercerita dia kuliah tingkat terakhir jurusan Financial and banking. Kerjaan sebagai guide adalah sampingannya untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup sebagai mahasiswi dikota besa seperti Beijing. Dia berasal dari kampung di&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;provinsi Hobey. Berulang ulang dia mengaku bahasa inggerisnya tidak sempurna. Dia minta saya berbicara tidak terlalu cepat agar mudah dimengerti. Tak lupa agar saya bersabar mendengar dia berbicara. Bila ada yang yang tidak dimengerti mohon diberitahu, katanya. Kesungguhannya melayani tamu dengan profesi guide free lance membuatku respect. Kenyataanya memang bahasa inggerisnya sempurna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sehari dalam kunjungan itu, dia berusaha sebaik mungkin menjadi guide professional. Dengan lancar dia&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menceritakan sejarah dinasti china yang terlibat membangun tembok china. Sedikit banyak dia paham soal budaya china namun berulang ulang kali ku ajak bicara soal politik , dia dengan halus menghindar percakapan itu. Baginya pemerintah lebih tahu banyak dibanding rakyat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Pemerintah tahu mau dibawa kemana china ini dimasa depan. Kami percaya dengan pemerintah dan memang tak ada pilihan”. Katanya bergaya diplomasi. Ketika kusinggung soal keluarganya. Dia becerita tentang kemiskinan dan hasratnya untuk sukses dikota demi membantu keluarganya. Sore kami kembali ke Hotel. Ketika berpisah, aku memberi uang jasanya sebagai guide. Dengan berat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dia menerima USD 100. Menurutnya itu terlalu banyak. Sebetulnya tarifnya hanya USD 30. SIsanya diambil oleh agent. Kalau saya bisa menghubungi dia langsung, dia berjanji akan memberikan tariff setengahnya. Saya hanya tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keesokannya aku kembali sibuk dengan aktifitasku. Ketika sore menjelang malam ,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kembali ke hotel, kulihat dia sudah berada diloby hotel. Bersegera dia menghampiriku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;“ Pak, apakah anda membutuhkan saya hari ini atau mungkin besok. “ Katanya dengan wajah nampak ramah. Nampak wanita ini wajahnya agak pucat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Hari ini tidak, dan juga besok tidak. “ jawabku singkat. Dia menundukan wajah. Ada raut sedih namun berusaha tegar dihadapanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ok, Kalau saya butuh guide, tentu saya akan telp kamu. Tapi belum bisa pasti kapan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya. Saya paham. Tapi saya tidak punya hp untuk anda menghubungi saya. Kecuali anda menghubungi agent saya. Itupun belum tentu dia akan menugaskannya kepada saya. Mungkin kepada orang lain”&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dia menunduk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;" Maaf saya harus segera kekamar saya. Bye " kataku sambil melangkah membiarkan wanita itu berdiri memandangku berlalu. Ketika berjalan menuju lift, Duty Manager hotel menyapaku dengan ramah. Sambil menanti pintu lift terbuka, Duty manager itu mengatakan bahwa wanita yang tadi kutemui berada  di loby hotel sejak jam 11 pagi. Duty Manager itu mengira wanita itu adalah sahabatku. Aku tersentak. Artinya delapan jam wanita itu menunggu untuk sesuatu yang belum pasti. Sementara itu dia tak beranjak dari tempat duduknya. Tanpa minum, tanpa makan. Suatu pertarungan hebat untuk meraih peluang. Tak kenal lelah dan tak berputus asa. Aku terharu. Kulihat wanita itu sedang melangkah menuju pintu keluar. Bersegera aku kembali menghampiri wanita itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“ Tunggu sebentar " seruku. Dia berbalik menghadapku " Ok. Sekarang kamu ikut saya” kataku dengan lembut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kemana ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Temanin saya makan malam” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya lapar dan kebetulan teman saya batal undang saya makan malam. Gimana “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia mengangguk dengan ceria.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Usai makan malam , Karena terniat untuk membawa oleh oleh untuk sibungsu dirumah yang berpesan HP. aku minta dia mengtarku kepusat perbelanjaan Elektronik. Dia membawa kekawasan &lt;i&gt;Wangfujing&lt;/i&gt;. Sebelum beli hp, aku telp ke rumah untuk memastikan pilihan ku agar tidak salah. Tapi sibungsu dengan tegas menolak Hp buatan China. Ya sudahlah. Tapi wanita itu matanya tak pernah putus melihat hp di etalage. Seketika aku ingat andaikan wanita ini punya hp tentu tidak perlu dia harus menunggu berlama lama di hotel, hanya untuk memastikan aku menggunakan jasanya atau tidak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kuputuskan untuk membeli satu HP Nokia. Harganya RMB 1200. Aku beli satu hp tanpa memberi tahu untuk siapa hp itu. Setelah itu , kami kembali ke Hotel. Sebelum berpisah di loby hotel aku memberi bungkusan Hp itu kepadanya. Dia nampak terkejut. Dengan mulut menganga dan mata melotot dia memandangku dan kemudian bungkusan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Saya pikir kamu butuh hp ini. Besok besok kalau aku butuh jasamu aku tinggal telp. Kamu tidak perlu lagi menunggu lama di loby hotel,” kataku dengan tersenyum. Wanita itu berlinang airmata. Akupun segera masuk kedalam hotel sambil tak lupa menyisipkan tiga lembar sepuluh dollar ketangannya ketika salaman. Aku tidak tahu bagaimana lagi reaksinya atas pemberian itu. Aku hanya berpikir sederhana , Aku yakin bila wanita itu punya sedikit access seperti HP, tentu dia akan mudah mendapatkan pelanggan. Akan lebih banya uang dia terima. Tentu cita citanya lebih mudah tergapai.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keesokannya , pagi pagi aku harus kembali ke Hong Kong. Enam tahun setelah peristiwa itu, baru hari ini bertemu kembali dengan wanita itu. Walau setelah itu aku acap berkunjung ke Beijing namun tak berkesempatan untuk menghubungi wanita itu dan lagi aku tidak tahu nomor Hpnya. Pada pertemuan tadi sore, walau aku sudah melupakannya namun dia tidak pernah lupa akan aku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Jam 8.15 malam, dia sudah menanti diloby untuk bersamaku makan malam. Temanku sudah menanti juga di loby untuk membawa kami ke restoran di west beijing. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Enam tahun lamanya aku ingin bertemu lagi dengan kamu, bang. Ingin sekali” Katanya ketika didalam restoran sambil menunggu makanan terhidang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa kamu ingin sekali bertemu denganku? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dulu ketika kamu memberiku HP , ,sangking senangnya aku lupa berterima kasih. Itu baru kesadari ketika dalam perjalanan pulang ke apartement. Aku menyesali diriku. Sulit untuk memaaftkan diriku sendiri. Aku membayangkan kebaikanmu dan kehinaanku yang tak pandai berterimakasih. Itu sebabnya keesokan paginya aku kembali ke hotel tapi menurut petugas hotel kamu sudah check out untuk penerbangan pertama ke Hong Kong."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Engga usah bilang terimakasih. Dan lagi ketika itu saya hanya berpikir normative bahwa kamu memang butuh hp untuk melancarkan pekerjaanmu. Itu aja. “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia segera mengeluarkan hp didalam tas kecilnya “ Sampai hari ini hp pemberian kamu masih saya pakai. Tak pernah rusak. Selalu saya jaga dengan baik.”  Saya terkejut. Dia memberikan Hp itu untuk kulihat. Oh, Enam tahun hp itu masih bagus dan terawat dengan baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Loh ini  kan sudah ketinggalan model. Kenapa kamu engga beli yang baru” Kataku diliput haru dengan sikapnya yang begitu menghargai sebuah pemberian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Memang saya bisa membeli yang baru. Namun tak akan bisa mengganti nilai hp ini. Setiap saya melihat hp ini saya melihat kamu, bang “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Sampai kapan kamu akan menjaga HP itu ? kataku sambil tersenyum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Sampai aku bertemu dengan kamu. Bang “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Nah, sekarang kamu sudah bertemu denganku. Ya kan “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya. Dan besok aku akan beli yang baru. Tapi yang lama tetap akan abadi di hatiku. “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kenapa sih kamu terlalu terbawa perasasaan soal pemberianku. ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Masalahnya gara gara hp pemberian kamu itu, aku lebih mudah mendapatkan pelanggan. Setelah itu kehidupanku agak berubah. Dalam sebulan aku bisa mendapatkan 15 hari kerja. Itu lebih dari cukup untuk menyelesaikan biaya akhir kuliahku." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh I see”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘ Dan lihatlah kini aku “ katanya setengah berseru dengan mata melebar. ‘ Setamat kuliah aku bisa bekerja di Bank dan kini jabatanku manager. Terimakasih Bang…” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku mengangguk berwajah cerah sebagai ujud aku bahagia melihat perjalanan hidupnya semakin baik. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Usai makan malam, dia minta saya bertemu dengan keluarganya. Ternyata dia sengaja meminta suaminya membawa anaknya yang berusia 3 tahun untuk berkenalan denganku di loby hotel. Setelah saling bersalaman, suaminya minta saya berphoto bersama dengan mereka. “ Boleh photo ini kami perbesar dan pajang diruang tamu kami” kata suaminya dengan bahasa inggeris yang terpatah patah. Saya hanya tersenyum dan bingung karena sikap keluarga kecil ini yang begitu berlebihan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘Mengapa” tanyaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Namamu selalu disebut oleh istri saya. Kami ingin kamu menjadi saudara tua kami. “ Kata suaminya dengan tersenyum ramah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah sedikit beramah tamah, aku segera kembali ke kamar. Relasiku  yang sedari tadi menyaksikan pertemuan itu nampak tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam kesendirian saya membatin diatas rasa hormat kepada wanita itu. Hikmah terbentang didepanku. Tak mudah mengungkapkan rasa terimakasih dengan tulus. Tak mudah. Apalagi harus menanti sekian tahun untuk sepenggal hutang berkata "terimakasih".Lewat peristiwa ini Allah berdialogh dengaku tentang rasa Syukur. Semakin tinggi rasa terimakasihnya semakin tinggi nilainya sebagai manusia yang bermatabat. Dibanyak kehidupan, betapa kebaikan orang begitu mudah terlupakan hanya karena sepenggal kesalahan yang tak menyamankan. Tak terbilang nikmat Allah kita terima namun sedikit saja derita datang,  kita mulai mempertanyakan kasih sayang Allah. Kita lupa bersyukur, lupa berterimakasih kepada Allah. Menanamkan terimakasih tak lain mengingat kebaikan orang lain dan memaafkan kesalahannya.  Itulah nilai akhlak disisi Allah. Yang juga akan menjadi bagian dari hidup kita yagn tak henti mengingat segala nikmat pemberian Allah dan bersyukur dalam kondisi apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Memberi bukanlah suatu yang luar biasa.Ketika ada kesempatan dan memang moment nya tepat kita harus berbuat maka berbuatlah. Jangan pernah berpikir soal untung rugi. Mungkin uang sebesar itu tak begitu besar manfaatnya bagi anda yang berlebih. Tapi bagi sebagian orang ,khususnya bagi simiskin&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang harus berjuang ditengah keterbatasan , itu sangat bernilai. Mungkin bagi orang berduit , sekali makan direstoran jepang bisa menghabiskan Rp. 6 juta tapi ada sebagian keluarga yang bisa bertahan hidup dengan uang sebanyak itu sebagai modal usaha atau untuk membeli motor ojek bekas. Masalahnya,  bisakah kita berbagi secara pantas untuk manfaat yang jelas. Itulah yang lebih penting. Soal nilai pahala, itu soal hak Allah. Kewajiban kita adalah menghidupkan empati didalam hati kita untuk berbuat demi cinta kepada semua. Dalam bentuk apapun selagi perbuatan diiringi oleh cinta maka itulah nilainya disisi Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disisi lain bagi yang diberi, rasa terimakasih itu tidak hanya diungkapkan dengan kata kata tapi bagaimana memanfaatkan pemberian itu dengan semaksimal mungkin. Setidaknya bagaimana potensi didalam dirinya bisa bangkit hingga kelak dia akan menjadi orang pemberi pula. Yang jadi masalah begitu banyak orang ketika diberi , pandai berterimakasih dengan kata kata namun sikapnya ketika menggunakan pemberian itu seperti orang tidak pandai berterimakasih. Bahkan sebagian menjadikan seni meminta sebagai ladang hidup. Padahal &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rasul pernah bersabda bahwa serendah rendahnya pribadi adalah tangan dibawah. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-2555171534380462339?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/2555171534380462339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=2555171534380462339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2555171534380462339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/2555171534380462339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/10/terimakasih.html' title='Terimakasih'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bmP-CJ1VO4c/TpVWzSZ1lJI/AAAAAAAAB5c/hH7aJyry1q4/s72-c/mebijing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-7067303340068531963</id><published>2011-10-03T14:48:00.015+07:00</published><updated>2011-10-05T05:36:33.292+07:00</updated><title type='text'>Menanti maaf...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-LIt2qLgeTbw/TolqUji5iwI/AAAAAAAAB4s/JtTtwzYkqs4/s1600/waiting2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LIt2qLgeTbw/TolqUji5iwI/AAAAAAAAB4s/JtTtwzYkqs4/s200/waiting2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659171308139285250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelumnya wanita itu tidak berdiri didepan gerbang tapi dia duduk dipojok ruangan cafe itu bertemankan segelas soda sambil matanya menatap kearah pintu masuk. Setelah itu entah mengapa dia tak lagi didalam cafe tapi berdiri diluar. Dari luar dia memandang kearah pintu cafe dengan pakaian lusuh. Setiap sabtu malam ,pengunjung cofe yang berada dijantung bisnis keuangan shanghai akan terbiasa melihat seorang wanita berdiri didepan pintu gerbang Cafe itu. Siapakah wanita itu. Tak banyak orang yang tahu. Para pengunjung tidak peduli dengan kehadiran wanita itu. Begitupula dengan saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk kesekian kalinya saya kembali berkunjung ke Shanghai tapi wanita itu tidak nampak lagi didepan cafe. Pandangan mata saya menyapu &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kesekitar gerbang cafe seakan mencari cari wnita itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Wanita itu tidak akan pernah lagi menunggu. “ Kata teman yang mendampingi saya di cafe itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Siapa yang kamu maksud” tanya saya pura pura tidak tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Wanita yang selalu ada didepan pintu gerbang cafe itu. Ya kan. Jangan boong. Aku ini wanita punya indra kesepuluh tahu” Mata sipitnya berusaha melotot didepan wajahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya “ Saya bermerah wajah menahan malu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mau tahu mengapa wanita itu selalu didekat pintu masuk ? tanyanya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa ? Saya penasaran untuk mengetahui lebih jauh tentang wanita itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namanya Wang Nie. Dia kelahiran Xinjiang. Dengan berbekal ijazah Academy Bahasa , dia mengadu nasif di Shanghai. Memang shanghai kota kapitalis yang bernaung dalam system komunis. Geliat kota sanghai tak ubahnya Hong Kong, New York, Dubai. Semua orang berkompetisi. Begitulah yang dirasakan oleh Wang yang terjepit diantara arus kota cosmopolitan. Dia hanya bisa mendapatkan peluang sebagai SPG disalah satu Mall yang banyak tersebar di Shanghai. Kehidupan Wang berubah ketika berkenalan dengan pria berkembangsaan Amerika. Pria itu bekerja sebagai tenaga ahli disalah satu bank asing di Shanghai. Cinta mereka bertaut seakan tak terpisahkan. Wang pun pindah ke Apartement pria itu setelah menikah. Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat. Tak lebih 1 tahun. Pria itu harus kembali ke Amerika. Mereka berpisah untuk janji akan berkumpul kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebulan setelah kepergian Pria kekasihnya, Wang hamil. Seiring membesar kandungannya Wang terpaksa berhenti bekerja dan hidup dari bekal pemberian pria kekasihnya itu. Wang terus menanti dan berharap pria itu akan kembali kepadanya. Tak terbilang surat , kartu Pos, serta email dikirm. Namun balasan tak kunjung datang. Wang tak pernah putus asa. Dia tetap berprasangka baik bahwa kekasihnya akan datang menemuinya dengan cinta. Bayi wanita cantik lahir dalam kesendirian tanpa suami pendamping ditengah kerasnya kehidupan kota shanghai. Wang harus berpikir untuk bertahan hidup sambil berharap suatu saat pria kekasihnya akan datang. Dia berusaha bekerja keras apa saja untuk bertahan hidup. Sampai batas dayanya, akhirnya dia harus menerima kenyataan untuk berpisah dengan putrinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dengan langkah berat dia menyerahkan putri kecilnya kepada agent adopsi anak. Semua surat yang diperlukan untuk menyerahkan putri kecilnya dia tanda tangani. Tentu dengan airmata berurai melepaskan buah cinta kasihnya bersama pria kekasihnya. Itulah sisi lain betapa kejamnya kehidupan kota kapitalis. Wang merasakan itu namun dia berkayakinan itulah yang terbaik untuk putri kecilnya, untuk masa depan anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teman itu terdiam sebentar. Saya terharu mendengar cerita yang sangat menyentuh itu. “ Apakah Wang membenci pria itu ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Wang tidak pernah membeci.Dia selalu mencintai pria itu. Dia berharap dan berharap suatu saat pria itu datang kepadanya. “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Untuk apalagi ? Bukankah buah cintanya dengan pria itu telah diberikan kepada orang lain. Apakah ada istri yang pantas disebut ibu untuk di cintai seperti Wang itu ? Tanya saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Itulah persoalannya.Dia selalu menanti dan menanti” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh…” saya tersekak. “ Lantas gimana kelanjutan ceritanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teman itu tersenyum melihat saya penasaran. Lima tahun setelah dia menyerahkan putrinya kepada agent , lanjut cerita teman itu. Lima tahun pula setiap sabtu dia datang berkunjung ke caffee ini. Sampai pada batas dimana penantian itu ada akhirnya. Pria itu kembali ke Shanghai menemui Wang. Tapi tahukah kamu bahwa pria itu datang tidak sendirian tapi dia datang bersama istri yang dinikahinya di Amerika. Mereka datang ke Shanghai karena anak yang di adobsi  melalui agent di AS&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;, &lt;i&gt;ternyata DNA anak itu sama dengan DNA pria itu; Anak kecil yang lahir di Shanghai, yang juga putri dari Wang , buah dari cinta dengan pria itu.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tersentak. “ Bagaimana mungkin? Ini miracle. Suatu kebetulan yang langka.” Kata saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teman itu tidak meresponse kata kata saya namun dengan analogi hebat dia berkata “ Tahukah kamu ada miliaran sperma yang berjuang melintasi kanal uterus untuk sampai ke ovarium membuahi ovum. Tapi hanya satu yang berhasil. Dari satu inilah terjadi proses pembetukan manusia didalam rahim ibu. Begitupula dengan ada puluhan jutan anak ditawarkan untuk di adobsi oleh agent tapi hanya satu jatuh kepelukan orang tua angkat, pria itu yang ternyata adalah putrinya sendiri. Tidak ada yang luar biasa soal itu. Yang luar biasa adalah proses terbentuknya manusia. ITulah yang miracle tapi banyak orang lupa bahwa keberadaannya sebagai mahkluk memang miracle. Itulah kehebatan Allah yang tak tertandingi oleh apapun.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Dan karena itulah , Pria itu berusaha untuk bertemu kembali dengan Wang?&lt;span&gt;.  &lt;/span&gt;Tanya saya. &lt;/span&gt;“ Lantas setelah mereka bertemu ? Saya penasaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Wang hanya inginkan maaf dari pria itu. Hanya itu. “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;” Hanya itu ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ ya!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mengapa Wang tidak marah kepada pria brengsek itu? Kata saya kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bagi Wang,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada yang perlu dimarahi atau disesali terhadap pria itu. Ketika dia mencintai pria itu, dia tidak berharap banyak seperti cinta yang kita persepsikan selama ini, yang selalu meminta. Baginya anugrah cinta pria itu lebih dari cukup yang harus disyukurinya. Kegagalannya menjaga anak buah cinta mereka itulah yang membuat dia merasa bersalah dan berdosa. Dia hanya inginkan maaf. “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apakah pria itu memaafkan Wang? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tentu memaafkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Terus”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Bagi Wang Nie, semua sudah usai. Dia tidak sedih bila pria itu mengaku telah menikah kembali dan kini anaknya ada dalam pelukan pria itu lewat proses miracle. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dia mengikhlaskan pria itu untuk kembali ke negerinya bersama anaknya serta istrinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Power of love” kata saya singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Tepat sekali. Cinta bukanlah soal mimiliki tapi adalah memberikan sesuatu yang pada waktu berasamaan kita sangat menginginkannya. Bertemu karena Tuhan, berpisahpun karena Tuhan. Mengapa ini semua terjadi, itupun rahasia Tuhan. Tak cukup akal untuk menjelaskan itu semua. Semua orang melewati takdirnya masing masing dan Wang sadar itulah kini yang terbaik baginya untuk sepatah kata tentang Cinta.” Kata teman dengan mata sipitnya yang menari nari melihat kedalam mata saya untuk mencoba menyatukan kata katanya dengan bahasa oralnya. Untuk saya pahami, tentunya. Saya hanya tersenyum. Semua wanita , mempunyai kekuatan cinta lebih dibandingkan pria. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setelah usai bersantai di cafe itu, sebelum berpisah dengan teman itu, saya kembali bertanya” Bagaimana kamu bisa tahu kisah wanita itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Teman itu tersenyum sambil berkata “ Pada acara talk about the love di Radio. Mungkin karena setiap hari sabtu dia datang ke Cafe ini mengundang perhatian orang banyak. Salah satunya adalah petugas Radio yang merasa pantas mengajaknya berdialogh dalam acara menjelang pagi” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh I see. &lt;/span&gt; Dan mengapa wanita itu selalu menanti di cafe ini? Tanya saya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Karena di cafe inilah Pria itu pernah berjanji akan kembali untuk Wang. Dan Wang percaya. Akhirnya mereka bertemu disini”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Dan.." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ah. Sudahlah. Capek jawab pertanyaan kamu. Nih, udah malam. Besok harus kerja. Dan lagi  wanita itu berkat kisahnya di radio membuat salah satu pria muda kaya raya di Shanghai  tersentuh dan akhirnya menikahinya. " kata teman itu dengan tersenyum dan mengajak saya berlalu dari cafe itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam kehidupan, ketika diri &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berlumuran dosa karena maksiat dan pintu tobat memang terbuka lebar dari Allah. Allah maha pemaaf. Namun proses maaf itu tidak dijemput dengan mudah. Harus diperjuangkan dengan sungguh sungguh. Sampai pada puncaknya ketika orang tak lagi berharap banyak dari Allah kecuali ampunan dari Allah. Maka ketika itulah Allah tahu bahwa sesal kita karena kecintaan kita kepada Allah tanpa syarat. Tak berharap apapun kecuali cinta dan cinta kepada Allah. Karena cintalah kita melepaskan segala keinginan kecuali sebuah kebutuhan untuk dimaafkan. Bapak Adam dan Bunda Hawa telah membutikan ratusan tahun terpisah setelah terlempar dari sorga akibat melanggar larangan Allah. Selama itupulan mereka tak henti&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berdoa memohon ampun kepada Allah. Tidak ada henti, ratusan tahun lamanya sampai akhirnya dipertemukan Allah di Arafah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berkat kecintaan kita kepada Allah lah maka Allah memaafkan kita. Sebagaimana Nabi Yunus yang lari dari kaumnya dan akhirnya terlempar disamudra,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terjebak didalam perut ikan paus.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam sesal &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ditengah rintihan doa “ Tiada tuhan selain Allah sesungguhnya aku termasuk orang yang zolim”. Hanya itu rintihan yang keluar dari mulut dan hatinya, tak berharap apapun kecuali ampunan dari Alllah….&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya benarlah kata orang bijak bahwa Cinta manusia hanyalah kepada Allah , yang lain hanyalah cobaan dari Allah untuk menguji kesempurnaan iman kita. Bila cinta Allah yang kita jemput maka dunia dan akhirat akan menjadi tempat sebaik baiknya untuk kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-7067303340068531963?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/7067303340068531963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=7067303340068531963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7067303340068531963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/7067303340068531963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/10/menanti-maaf.html' title='Menanti maaf...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LIt2qLgeTbw/TolqUji5iwI/AAAAAAAAB4s/JtTtwzYkqs4/s72-c/waiting2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-9060176510223340834</id><published>2011-09-20T01:45:00.008+07:00</published><updated>2011-09-22T07:58:39.851+07:00</updated><title type='text'>Bako</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pEEr-iTTezg/TneRfz6a-3I/AAAAAAAAB3Q/eawQrKLa140/s1600/minang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pEEr-iTTezg/TneRfz6a-3I/AAAAAAAAB3Q/eawQrKLa140/s200/minang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654147832884165490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Elok elok ya nak dirantau. Pandai pandai menempatkan diri dirumah &lt;i&gt;bako&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;etek-&lt;/i&gt;mu. Jangan tinggalkan sholat dan kirimi mandeh surat setiap bulannya” demikian pesan mandeh yang tak pernah kulupakan. Abak mengantar kepergianku sampai di terminal Bus. “Setiap pria minang harus merantau. Panjangkan cita cita, lapangkan hati, perkuat tekad, insya Allah kau akan berhasil. Bila &lt;i&gt;sansai&lt;/i&gt; yang didapat, perbanyak sabar, bila rezeki datang , banyak banyaklah bersyukur kepada Allah. Jadikan harta itu untuk mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang dekat. , Ingat , kau ditakdirkan sebagai &lt;i&gt;mamak rumah&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Anak dipangku kamanakan dibimbing, orang kampung di patenggangkan.&lt;/i&gt;  Sudah tugasmu &lt;i&gt;mambangkikan batang tarandam&lt;/i&gt;. “ demikian pesan Abak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku dapat maklum bila Abak berkata tentang &lt;i&gt;batang tarandam&lt;/i&gt;. Karena sejak kejatuhan Abak dalam bisnis , sanak familinya banyak yang tak lagi memberi rasa hormat kepadanya. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Padahal semasa jayanya Abak tak sepi direpotkan oleh kamanakannya juga familinya. Abak tak pernah berkeluh kesah soal ini. Baginya sudah takdir pria minang yang harus bertanggung jawab kepada kamanakan , ando basamando. “ &lt;i&gt;Bila kau tak berharta, yang dekat menjauh dan yang jauh menghilang. Makanya pandai pandailah hidup&lt;/i&gt;. ” Demikian kata kata Abak yang tak pernah bisa kulupakan. Soal &lt;i&gt;batang tarandam&lt;/i&gt;, mungkin Abak &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berharap agar aku bisa mengembalikan kehormatannya yang sudah terlupakan oleh keluarga besarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sejak menikah Abak dan mandeh sudah direpotkan dengan mengurus tiga orang adik. Aku dan adik adiku sangat akrab dengan adik adik Abak. Maklum saja , sejak aku lahir mereka semua sudah tinggal bersama kami menjadi tanggungan Abak. Adik dibawah Abak , Enggi, kemudian etek ago dan yang bungsu Iris. Walau mereka adalah paman dan tante bagi kami namun sampai dewasa kami tetap memanggil mereka dengan panggilan kebiasaan kami sedari kecil. Entah sudah nasip Abak pula, Ago dan Enggi, sangat lemah untuk hidup mandiri. Orang kampung mengatakan mereka &lt;i&gt;“ kurang sasen”&lt;/i&gt; artinya mereka tidak gila, juga tidak idiot hanya memang lemah otak. Kurang cepat mencerna persoalan dan lemah bersikap bijak. Selebihnya mereka normal. Hanya Iris yang sempurna. Berlalunya waktu, adik Abak satu demi satu menikah. Namun satu demi satu akhirnya bercerai. Etek ago menjadi tanggung jawab Abak setelah diceraikan oleh suaminya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menurut cerita, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Babo-ku&lt;/i&gt; pergi merantau kekota lain dan termasuk orang kaya terpandang dikampung kelahirannya. Hampir semua adik dan kamanakan disenangkan olehnya. Begitulah cara babo menempatkan diri sebagai &lt;i&gt;urang samand&lt;/i&gt;o dan &lt;i&gt;mamak rumah&lt;/i&gt; yang berbudi. &lt;i&gt;Rumah pusako tinggi&lt;/i&gt;,dirombaknya menjadi indah. Harta pusako tinggi tak berkurang bahkan bertambah. Orang minang menyebut penambahan harta untuk rumah gadang oleh urang samando disebut dengan&lt;i&gt; pusako randah&lt;/i&gt;. Itu menjadi hak sepenuhnya harta dari anak anak dan tak bisa dijadikan harta adat. Hanya setahun setelah Abak menikah dengan mandeh, babo meninggal. Rumah gadang dikampung &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dihuni oleh &lt;i&gt;Maktuo&lt;/i&gt;, kakak sepupu dari keluarga ibu Abak. Abak tinggal di kota lain, dirumahnya sendiri menanggung tiga orang adik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Abak hanya mendapat sebagian kecil dari harta warisan babo&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan sebagian besar dikuasai oleh kamanakan babo. Pembagian warisan itulah yang digunakan Abak untuk memulai usaha sebagai pedagang. Ketika usaha itu berkembang, kamanakan , &lt;i&gt;ando basamando&lt;/i&gt; ditolongnnya. Menurut mandeh , apa yang dilakukan oleh Abak percis seperti apa yang dilakukan Babo semasa hidupnya. Dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;istilah orang minang Abak berusaha menjadi mamak rumah yang baik. &lt;i&gt;Anak dipangku ,kamanakan dibimbing, orang kampung dibela&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum Abak meninggal, Iris sudah lebih dulu dipanggil Allah. Dia meninggal dibawah perawatan Mandeh. Ketika meninggal dia dalam kemiskinan dan dilupakan oleh keluarga istrinya. Karena mungkin menurut cerita mandeh “ sudah tak berharta dia, dicampakan oleh keluarga istrinya. Kemana lagi dia akan pulang kecuali kerumah kita” Aku tak tahu banyak bagaimana sampai Iris bercerai dengan istrinya. Karena aku sudah pergi merantau ke Jakarta ketika itu. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Yang kutahu ketika bercerai dengan istrinya , semua anak diambil oleh keluarga istrinya. Itulah adat minang. Bila laki laki bercerai maka tak ada hak apapun kecuali pergi membawa baju yang melekat dibadan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Enggi setelah bercerai kembali kerumah kami. Namun karena keadaan ekonomi kami sulit, hanya berselang beberapa tahun, Enggi memilih untuk tinggal dikampung. Karena berhitung tak pandai apalagi berdagang maka pekerjaanya yang cocok untuknya hanyalah menerima upah membajak sawah orang. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Soal ini mandeh sempat berucap kepadaku “ harta pusaka rendah yang menjadi hak Enggi-mu lebih dari cukup untuk hidup senang. Tapi itu dikuasai semua oleh maktuo-mu. Tak ada sedikitpun menetes ke Enggi-mu. Padahal dia orang lemah dan butuh perlindungan. Babomu dulu menambah harta tak lain berharap agar dapat menjadi tempat sandaran bagi anak anaknya. Tapi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lihatlah nasip anak anaknya kini. Diacuhkan oleh maktuo-mu. “.Hampir semua orang kampung berpikiran sama dengan mandeh. Mungkin untuk menghilangkan pegunjingan orang kampong, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;maktuo meminta agar anak anaknya dirantau membawa Enggi kerantau. Enggi diboyong oleh anak maktuo ke Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika Abak meninggal. Aku tidak tahu banyak soal perkembangan Enggi yang tinggal di Bandung bersama kamanakannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Aku tahu Enggi punya anak dari perkawinannya. Tapi mereka tidak mau mengurusnya. Rumah pembelian Abak untuk Enggi diambil alih oleh istrinya ketika bercerai. Belakangan rumah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu dijual oleh anak anaknya untuk modal berdagang. Hanya itu cerita yang kutahu. Pastinya aku tidak tahu banyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebulan setelah Abak meninggal, Ago &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang selama ini tinggal bersama kami &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dijemput oleh &lt;i&gt;maktuo&lt;/i&gt; untuk tinggal dikampung. Ketika itu mandeh tak bisa berbuat banyak walau pesan Abak agar mandeh manjaga adiknya apabila dia meninggal.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;“ bagi orang minang , bila suami meninggal maka istri tak lagi punya hubungan istimewa dengan keluarga suami. Sudah sepantasnya pula &lt;i&gt;etekmu&lt;/i&gt; dijemput oleh keluarga Abakmu” AKu hanya diam ketika itu. Walau sebetulnya aku dan juga adik adik serta uni keberatan Ago dibawa oleh &lt;i&gt;Maktuo&lt;/i&gt;. Ago lemah dan kadang kelakuannya seperrti anak anak. Apakah mungkin &lt;i&gt;Maktuo&lt;/i&gt; bisa mengurusnya. Demikian pikiran kami. Kutahu cerita dari mandeh berat hati Ago untuk berpisah dengan mandeh Karena sejak kecil dia dirawat oleh mandeh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sepuluh &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tahu setelah Abak meninggal. Kami adik beradik telah tumbuh dewasa. Lima,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sudah berumah tangga dan mempunyai rumah sendiri. Sedang dua masih tinggal dirumah bersama mandeh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kau sudah tahu cerita tentang &lt;i&gt;pak etek-&lt;/i&gt;mu “ kata temanku ketika bertemu dalam pesta perkawinan keluarga bako “ Dia terlunta lunta di Bandung. Setiap hari dia tinggal diemperan toko orang. Hidup mengais sampah. Ditambah lagi dia sudah tua dan penyakitan. Tak ada kamanakannya yang peduli dengan dia. Padahal dia dulu dijemput dari kampung dengan janji akan dirawat oleh kamanakannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sudah saatnya kau bertindak. “ Sambung temanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hal ini kucoba ceritakan kepada istriku. Tapi istriku dengan tangkas menjawab bahwa itu hanya cerita kosong. Dia tidak yakin Enggi diperlakukan seperti itu oleh kamanakannya. Apalagi kamanakannya hidup berkecukupan. Maklum saja karena istriku juga adalah &lt;i&gt;bako-ku&lt;/i&gt; yang tentu tak ingin familinya dipersalahkan. Juga mertuaku dengan tegas mengatakan itu tidak benar. Dalam satu kesempatan aku ceritakan soal ini kepada mandeh. Mandeh tak bisa berbuat banyak. “ Bukan urusan kita. Itu urusan &lt;i&gt;bako&lt;/i&gt; kalian. Mandeh apalah, janda dari Abakmu yang tak punya hak suara apapun lagi dikeluarga besar Abakmu” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bersamaan itu, mandeh mengabarkan kepadaku di Jakarta bahwa Ago kembali kerumah mandeh. Mandeh bercerita bagaimana penderitaan Ago selama sekian tahun tinggal dengan &lt;i&gt;maktuo&lt;/i&gt; dikampung. Bahkan menurut mandeh, Ago tak mau lagi pulang kekampung. Dia seperti trauma. Mandeh minta pendapatku. Dengan serta merta aku menyetujui. Begitupula dengan adik adiku “Kalian berhak atas etek kalian. Karena bagaimanapun dia adalah adik kandung Abak kalian.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jangan karena adat membuat yang wajib menjadi tak wajid. Sudah menjadi tanggung jawab kalian untuk menjaga adik Abak kalian. Soal bako kalian yang tak senang soal ini, itu tugas mandeh akan menjelaskan. Bahwa etek kalian tinggal bersama mandeh karena pemintaan kalian” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Atas dasar itu , aku berkeyakinan bahwa cerita soal Enggi yang terlunta lunta di Bandung mungkin ada benarnya. Tak lagi kupikirkan soal kehormatan keluarga bako, walau aku sendiri menikah dengan keluarga bako. Bagiku ini soal perintah agama, Enggi adalah bagian dari keluargaku dan aku harus menjaganya. Benarlah, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ketika kuminta agar &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Enggi kembali kekeluarga kami, tak ada satupun dari keluarga &lt;i&gt;bako-&lt;/i&gt;ku yang keberatan. Mungkin mereka segan menolak karena aku urang &lt;i&gt;samando&lt;/i&gt; mereka atau mungkin juga mereka memang tdak lagi punya perasaan adat untuk menjaga mamaknya dikala tua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Benarlah ketika Enggi berhasil dijemput untuk kembali kekeluarga kami, semua adik adiku, uni, mandeh menangis menyaksikan keadaanya yang begitu memprihatinkan. Badannya kurus dan penyakitan. Baju hanya yang melekat dibadan. Untuk menjaga perasaan adat minang, Enggi tidak tinggal bersama mandeh tapi aku kontrakan rumah untuknya yang tidak begitu jauh dari rumah mandeh. Adikku semua berikhlas hati mengurus. Sementara &lt;span&gt; &lt;/span&gt;biaya makannya dan sewa rumah setiap bulan aku kirim dari Jakarta. Aku dan adik adiku tak ingin membahas soal harta &lt;i&gt;Babo&lt;/i&gt; di kampong yang menjadi hak Enggi yang dikuasai &lt;i&gt;bako-ku&lt;/i&gt;. Juga tak mempersoalkan bila bako-ku tidak lagi peduli dengan Enggi. Kami tak ingin hubungan keluarga terputus. Bagaimanapun mereka adalah &lt;i&gt;bako&lt;/i&gt; kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sampai ajalnya menjemput Enggi ada dalam perawatan kasih sayang mandeh dan adik adiku serta Uni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kini&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mandeh dirumah bersama etek Ago dan menjadi tanggungan kami adik beradik.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tak ada satupun diantara kami adik beradik mempermasalahkan harta yang ada dikampung, yang menjadi hak etk Ago. Tak ada.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bagi kami diberi kesempatan menjaga mandeh dan etek Ago dimasa tuanya adalah nikmat tak terbilang. Ini adalah ladang ibadah yang teramat mulia dihadapan Allah. Apalagi ini bagian dari tanggung jawab kami melaksanakan pesan Abak untuk &lt;i&gt;mambangkik batang terandam&lt;/i&gt;; masalah besar &lt;i&gt;tabuntang&lt;/i&gt; yang tak mudah diselesaikan dengan akal kecuali dengan hati , bahwa berkorban karena Allah tanpa perlu ada penghormatan manusia yang diatur oleh adat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ada hikmah dibalik itu semua sebagaimana tutur Mandeh. “Ketika Abak kalian meninggal , tak ada harta berlebih yang ditinggalkan kecuali rumah reot. Tapi mungkin kebaikan hati Abak kalian kepada kamanakan serta ando basamandonya dibalas oleh Allah dengan tumbuhnya kalian menjadi anak yang berbudi. Mandeh tak merasa sulit mendidik 7 orang kalian. Sifat tolong menolong diantara kalian telah membuat yang berat menjadi ringan, yang pelik terselesaikan. Urusan dunia menjadi mudah bagi kalian. Mandeh berpesan agar kalian tetap hormat kepada adat kita namun agama tetaplah menjadi sandaran utama bersikap. Bila adat tak sesuai dengan agama, maka bijaklah bersikap, seperti kalian memperlakukan adik adik Abak kalian dan menjaga hubungan baik dengan bako kalian.” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-9060176510223340834?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/9060176510223340834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=9060176510223340834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/9060176510223340834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/9060176510223340834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/09/bako.html' title='Bako'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pEEr-iTTezg/TneRfz6a-3I/AAAAAAAAB3Q/eawQrKLa140/s72-c/minang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-749448311818516067</id><published>2011-09-15T21:04:00.029+07:00</published><updated>2011-10-05T18:51:59.645+07:00</updated><title type='text'>Pria itu..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MKWKKrUcwhY/TnIHzBTHB4I/AAAAAAAAB20/ZpQ3dTFgxrY/s1600/tulis.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MKWKKrUcwhY/TnIHzBTHB4I/AAAAAAAAB20/ZpQ3dTFgxrY/s200/tulis.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652589055406704514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“ I am in Hong Kong currently.&lt;/i&gt; “ Hanya itu SMS yang diberikan kepada pria “temannya”. Dia tidak menyebutkan hotelnya. Karena pria temanya itu sudah tahu dimana dia biasa menginap. Selepas itu jantungnya bergetar hebat. Tangannya terasa dingin, juga kakinya. Dia gelisah. “ Mengapa ? “ itulah pertanyaan yang selalu disesalinya namun tak pernah dia bisa membendung kerinduannya untuk bertemu pria temannya itu. Tadi siang memang melelahkan. Meeting dengan ralasi berjam jam dalam negosiasi yang melelahkan. Tapi itulah dirinya yang harus bertanggung jawab sebagai executive puncak perusahaan Publik.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dia bersyukur sebagai wanita karir yang belum genap usia 40 tahun sudah mendapat posisi bergengsi yang membuat iri banyak orang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pria temannya itu sudah berada didepan pintu kamar hotel.. Sebagaimana biasanya dia tak sanggup untuk berkata’ Tidak” walau batinnya menolak. ‘ Win, I miss you” &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kata pria itu sambil menyalaminya. Pria itu terlalu bijak menyikapi persahabatan mereka. Tidak ada &lt;i&gt;kiss friendship&lt;/i&gt;, tidak ada &lt;i&gt;hug. Selalu begitu.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku suda siap.” Katanya kepada pria itu. Dengan gaun malam , dia nampak begitu anggun. Pria itu menampakan wajah terpesona. Dia senang tapi juga cemas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ditempat biasa,kan dinner nya “ Kata pria itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia hanya tersenyum. Selalu pria itu tahu bagaimana membuat dia merasa remaja dan diperlakukan begitu istimewanya. Restoran itu berada diartas atap hotel berbintang Lima. Suasana Summer dibawah temaram lampu lilin dengan hamparan cahaya malam Hong Kong. Membuat suasana begitu romantisnya. Alunan music lembut dari biduanita asal Filiphina membuat suasana begitu larut dalam gelora cosmopolitan yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berkelas. Pria itu selalu senang memandangnya berlama lama. Kadang dia risih tapi begitulah pria temannya ini mengaguminya. Dia tersanjung tentunya. Dia memikirkan jauh ribuan mill suaminya yang harus bergelut dengan perjuangan mendapatkan Phd. Sudah lebih dua tahun mereka terpisah oleh jarak dan kesibukan masing masing. Namun hubungan mereka baik baik saja. Mereka keluarga modern yang paham menghargai privasi masing masing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Win..” seru temannya. Membuat lamunannya buyar. “ bagaimana kabar Mas mu “ Lanjut pria itu dengan lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mungkin tahun ini pulang. Semoga” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh , syukurlah. Artinya kamu tidak perlu kekeringan dimusim hujan kan” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia tersentak. Karena pria itu bicara tentang kekeringan dimusim hujan. Tanah yang subur tak pernah disemai sementara pria itu selalu ada untuk dia , untuk menyemai. Tidak ! Biarlah kering, Biarlah semai tertunda. Dia suka pria itu. Dia suka semua perlakuannya. Tapi tidak harus menyemai,kan. Bukankah persahabatan itu begitu indahnya tanpa harus ada semai menyemai. Pemilik ladang telah dilegitimit oleh Allah bahwa itu adalah suaminya. Bukan pria itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia berusaha mengalihkan pembicaraan ke soal lain. Pria itu dapat cepat memakluminya. Mereka bicara tentang &lt;i&gt;financial engineering&lt;/i&gt;. Tentang &lt;i&gt;corporate structure&lt;/i&gt;, tentang &lt;i&gt;Corporate Social Responsibility&lt;/i&gt;, juga tak lupa membahas soal politik Asia. Kehebatan pria itu bisa membuat pembicaraan yang serius menjadi lelucon segar. Membuat dia tertawa lepas. Tak terasa makan malam itu telah berlangsung lebih satu jam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia berdiri dari korsinya menuju teras melihat panorama hongkong dari atas puncak hotel. Pria itu membiarkannya dalam kesendirian. Kembali dia memikirkan suaminya. Salahkah aku ? pikirnya. Sudah dua tahun kedekatannya dengan pria temanya ini. Mereka bertemu dipesawat dan setelah itu pertemuan terus berlanjut. Dia menemukan semua yang tak dia dapatkan dari suaminya. Suaminya yang serius. Tak romantic. Tak pandai memanjakannya. Tak pandai menciptakan humor segar. Pria temannya itu serius namun santai. Romantis, pandai memanjakannya, juga pandai menciptakan humor segar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Win” Dia kembali terkejut. Pria itu sudah ada dibelakangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku lelah. Baiknya aku kembali kekamar. Mau istirahat” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Oh baiklah. Memang seharusnya kamu istirahat. Apakah kamu inginkan aku menemanimu malam ini ? “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia tak menjawab. Tak sanggup berkata tidak dan juga tak bisa berkata iya. Seperti biasanya kebersamaan itu selalu berakhir dalam tekanan diatas kebijakan teman prianya itu. Kebersamaan dalam kesendirian. &lt;/span&gt;Pria itu dengan sigap membayar bill walau dia berusaha untuk menahannya. Selalu pria itu begitu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disibaknya selimut dan diliriknya diseberang &lt;i&gt;twin bed&lt;/i&gt;  nampak pria temannya masih pulas. Dia berdiri dan berjalan malas kearah jendela kamar dan membuka tirai. Sinar pagi menyeruak kedalam kamar hotel berbintang lima itu. Dia membungkukkan tubuhnya sambil berbisik. “ &lt;i&gt;Good morning&lt;/i&gt; ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Jam berapa ? “ jawab pria itu yang masih nampak berusaha memejamkan matanya menolak cahaya pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Jam 8. Aku harus pergi. Ada janji &lt;i&gt;breakfast &lt;/i&gt;dengan &lt;i&gt;clients&lt;/i&gt; “ Jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Gimana tidurnya? “ tanya pria itu sambil berusaha beranjak dari tempat tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Sangat pulas dan pagi ini terasa segar sekali. Doain ya semoga pagi ini dapat &lt;i&gt;a good&lt;/i&gt; &lt;i&gt;deal&lt;/i&gt; dengan clients. “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku doakan selalu. Kamu selalu bisa dan selalu tampil sebagai pemenang, Ya, kan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ah bisa saja kamu. Bukannya kamu yang &lt;i&gt;fighter&lt;/i&gt; sejati. Menjadi inspirasi bagiku. Selalu tampil sebagai pemenang “ jawabnya sambil tersenyum. Ditanggapi oleh pria itu dengan tersenyum pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Aku rencana minggu depan baru bisa ke Jakarta. Hari ini harus ke Beijing. “ Kata pria itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Jangan lupa bawa suplemen untuk jaga kesehatan kamu “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Terimakasih udah diingatin terus !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Janga lupa loh, aku ini wanita bersuami dan ibu dari anak anakku. Udah kebiasaan para ibu rewel. Jaga kesehatan kamu. Jangan terlalu keras dengan dirimu, ya. ? Jawabnya “ Aku juga hari ini  kembali ke Jakarta. Gimana kabar keluargamu “ sambungnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Baik baik saja. Aku  merindukan mereka “ Nampa pria temannya itu berwajah sendu ketika mengatakan "merindukan mereka". Segera dia memegang bahu teman prianya itu dan berkata &lt;/span&gt;“ My dear, I know you always miss your family. You are a good fathers, good husbands. Obviously you work hard for them, right."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ You too!. Best wife and nice mother ” Timpal  pria itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"&lt;/span&gt;Let me say to you my dear, even though you are busy but you give me your caring and attention which are more then enough. I understand us and I am not expecting much from you...."Dia segera masuk kekamar mandi. Sebetulnya berat untuk berkata seperti itu tapi itulah  yang bisa dia katakan ditengah pergolakan batinnya sebagai seorang istri yang terjebak kedekatan dengan pria temanya itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seusai mandi dan menggunakan pakaian &lt;i&gt;blazer&lt;/i&gt; terbaiknya, dia bersegera melangkah menuju pintu kamar  untuk pergi" You take care my dear" Terdengar suara pria itu dari belakang. Dia melambaikan tangan dan menghilang dibalik pintu. Dia melangkah cepat meninggalkan pria "temannya" dalam kesendirian tanpa pernah dapat menyentuhnya walau hubungan mereka telah lebih dari dua tahun. Dia pergi dan dia merindukan pria itu. Selalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setiap malam dia tak dapat menikmati tidurnya dengan nyaman ketika membayangkan dirinya terperangkap dalam "kedekatan" dengan pria itu. Dia meradang dan dikuasai oleh paranoia. Walau "temannya" tak pernah  menyentuhnya namun pertemuannya dengan pria yang kini menjadi temannya adalah suatu kecelakaan ditengah upayanya untuk menjaga kesucian rumah tangganya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Masya Allah, bayangkan bila suaminya memergoki dia dalam berduaan dengan pria temanya apa yang akan terjadi ? dia membiarkan imaginasi menyeruak seliar mungkin. Pertama tama,yang akan dilakukan oleh suaminya adalah membunuh temannya. Kemudian, suaminya akan memakinya dengan menyebutnya sebagai wanita kotor dan najis untuk didekati. Atau suaminya akan membacakan rentetan tuduhan ketidak setiaannya. Suaminya akan mengumbar berbagai kata kata philosophy untuk dia pahami tentang arti kesetiaan. Cintanya seperti lautan yang tak bertepi , langit tak berbingkai dan seterusnya seterusnya. Kalimat itu akan meluncur dengan deras hingga dia tak mampu membendungnya dengan berbagai pembelaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Patutkah dia melakukan pembelaan. Memberikan bukti walaupun dia berteman akrap dengan pria itu namun tak sehelai rambutpun ia pernah disentuh. Apa yang harus ditakutkan bila kenyataanya memang begitu. Tapi apakah suaminya cukup bijak untuk menyadari tentang hal yang sebenarnya terjadi antara dia dan teman prianya. Apalagi pria itu berkali kali mengatakan ‘Persahabatan kita tak seharusnya melukai orang yang mencitai kita. “ Sangat bijak. Apakah ini bisa dipahami oleh suaminya yang sebentar lagi menjadi Phd ? Entalah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Diruang tunggu kedatangan dia nampak gelisah. Sebentar lagi pesawat suaminya akan datang setelah tiga tahun mereka berpisah.. Seminggu sebelumnya dia telah membeli gaun terbaik untuk menyambut kedatangan suaminya. Dari arah kuridor kedatangan namupak suaminya melangkah cepat dan setengah berlari ketika melihat dia dan anak anaknya. Tidak henti hentinya kedua anaknya dicium dan digendongnya. Ada kecemburuan karena suaminya lebih memperhatikan anak anaknya daripada dia. Terbukti suaminya tidak memberikan ciuman kerinduan padanya. Suaminya lebih merindukan anak anaknya. Sejenak kemudian , suaminya menatapnya dan menggandeng tangannya melangkah keluar airport.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malam terasa panas. Membuat dia tak dapat tidur. Kegelisahannya semakin menjadi jadi ketika suaminya masih asik dengan teman temannya diluar rumah. Suaminya lebih merindukan teman temannya daripada dia. Apakah suaminya tidak pernah merasakan betapa beratnya dia menanti dalam kesendirian menahan segala gelora dari kehadiran teman prianya. Saat ini dia sangat membutuhkan sentuhan pria. Dan itu dia rindukan dari Suaminya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘ Sayang , Maaf aku terlambat pulang “ Wanita itu tersentak dan terjaga dari tidurnya. Dilihatnya suaminya sudah berada disisinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Eh, Mas, sudah pulang. Maaf aku ketiduran. Sudah Makan ? “ Dia berusaha berdiri namun suaminya memegang tangannya. “ Sayang, aku sudah makan. Tidurlah lagi “ langkahnya terhenti dan ditatapnya suaminya. Ingin rasanya dia memeluk tapi suaminya asik dengan buku bacaan ditangannya. ‘&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Sayang…” seru suaminya. Dia tersentak dan berharap …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Banyak suami menilai istrinya bagaikan mutiara. Tetapi sebenarnya, mereka justru merusak dan tidak menghargai kebahagiaan istrinya? Mereka memuliakan istrinya, mereka cintai sebagai barang berharga, mereka anggap 'mutiara', tetapi sebagaimana orang selalu menyimpan mutiara di dalam kotak, demikian pula mereka menyimpan istrinya dalam kurungan atau 'pingitan'. Bukan untuk memperbudaknya, bukan untuk menghinanya, bukan untuk merendahkannya, begitu katanya. Melainkan untuk menjaga, untuk menghormati, untuk memuliakan. Perempuan mereka anggap sebagai Dewi, tetapi selalu mereka jaga, awasi dan selalu 'dibantu' sehingga menjadi insan yang sampai mati justru tidak akan pernah bisa menjadi dewasa. Tapi aku menempatkanmu sebagai srikandi yang agar kamu dapat menjadi sahabatku, kekasihku dan ibu dari anak anakku. “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suaminya meluncurkan kalimat itu sambil memegang tangannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia terdiam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Wanita itu lebih kuat daripada pria dalam menjaga dirinya. Tiga tahun kamu dalam kesendirian. Aku yakin kamu selalu kuat untuk tetap kering ditengah hujan deras, tetap kuat bila harus mendaki gunung. “ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dia terpesona.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Tapi aku laki laki. Sebetulnya laki laki adalah makhluk yang paling renta bersikap terhadap cinta. Coba bayangkan , ketika dia diberi akal maka dia banggakan rasionalistasnya untuk menjadi unggul tapi tak berdaya ketika dia harus memalingkan wajahnya dari wanita cantik yang lewat didepannya. Walau mungkin istrinya lebih cantik. Memang pria kadang tak mampu menggunakan rasionya bila berhadapan dengan nafsunya terhadap wanita. Mungkin karena pria dikodratkan untuk dengan mudahnya mengumbar nafsu sahwatnya kepada wanita wanita yang ditemuinya tanpa harus merasa berkianat.. Beda sekali dengan wanita yang selalu mampu menahan diri dari nafsunya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Wanita itu menatap bibir suaminya yang begitu sibuk dengan dirinya sendiri. Dia menanti cemas suaminya akan melanjutkan kata kata seperti “ Namun sayangku, bagaimanapun, demi formalitas dan perstiseku sebagai suamimu, demi harga diriku dan juga pandangan sacral masyarakat terhadapku, adalah sesuatu yang wajar jika aku mempertanyakan tentang kesetiaan, kesucian dan ketegaranmu sebagai seorang wanita. Sayangku, dibelahan dunia lain, dimana hubungan persetubuhan dilakukan begitu mudah dan permisif, semudah engkau membeli kangkung dipasar, aku patut mempertanyakan tentang mu selama tiga tahun kita berpisah.? Kata kata tiu tidak pernah keluar dari suaminya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun dimatanya terbayang suaminya berada dipelukan wanita lain. Sebetulnya dia ingin bertanya pula “ Mas, apakah selama kita berpisah , kamu tak pernah tergoda untuk bersetubuh dengan wanita lain” .Tapi pertanyaan itu tidak pernah terlontar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Didekap erat suaminya ketika terdengar bisikan suaminya. “ Aku pulang untuk mu dan anak anak kita. “.Dia terbayang akan pria temannya itu tentu mengatakan hal yang sama kepada istrinya " aku pulang untuk mu dan anak anak kita". Dia terasa berada dalam ruang kosong. Disisi kiri kanan ruang itu terdapat ruangan lain yang ditirai  oleh dinding tebal, dimana suami dan pria itu berada. Terlalu sulit bagi wanita untuk berbagi perasaan , beda dengan pria. Itulah takdir wanita yang kebanyakan wanita tak menyadarinya. Baru tersadarkan ketika semua pergi. Perlukah kebebasan bagi wanita. Seperti apa kebebasan itu ? &lt;i&gt;like her&lt;/i&gt; ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-749448311818516067?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/749448311818516067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=749448311818516067' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/749448311818516067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/749448311818516067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/09/i-am-in-hong-kong-currently.html' title='Pria itu..'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MKWKKrUcwhY/TnIHzBTHB4I/AAAAAAAAB20/ZpQ3dTFgxrY/s72-c/tulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-5664608566464194432</id><published>2011-09-14T21:08:00.003+07:00</published><updated>2011-09-15T07:38:59.209+07:00</updated><title type='text'>Karena Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SoIpGW4Mvog/TnC2Av1r-JI/AAAAAAAAB2c/TYeZWjb_qyY/s1600/quran.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SoIpGW4Mvog/TnC2Av1r-JI/AAAAAAAAB2c/TYeZWjb_qyY/s200/quran.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652217656307873938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seperti biasanya, setiap malam sebelum tidur , dia membuang waktu didepan komputernya. Apalagi, kalau bukan chatting. Sekarang Ini memang lagi “in” dikalangan anak muda. Bahkan bagi sebagian orang yang belum tergolong tua, kegiatan ini juga mengasikan. Setidaknya membangun jaringan secara global dengan siapapun. Hanya saja, apakah bermanfaat atau tidak , tergantung dari niat masing-masing. Begitulah yang diyakini oleh Rini ketika setiap malam membuka yahoo messenger. Dia hanya berharap ditengah kesibukannya bekerja , masih ada kesempatan untuk tetap berkomunikasi secara santai dengan siapapun , dibelahan dunia manapun. Berbagi informasi dan sekalian kalau mungkin dapat terjalin hubungan lebih intim. Bukankah jodoh itu kehendak Allah dan kita diwajibkan untuk berusaha mendapatkannya. Apalagi , Rini adalah anak tertua dari tiga orang besaudara. Mereka semua adiknya sudah berkeluarga. Hanya Rini seorang yang belum mendapatkan pendamping hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Hii&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : asl&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : 32/f/bdg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kuliah apa kerja ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Kerja dan kuliah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : mmm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : aku lagi ambil S2 dan kerja di Bank&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Wah , hebat..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Thanks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kok, kamu engga tanya aku. Kenapa kamu selalu menjawab pertanyaanku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Aku tidak tahu harus tanya apa ? Ya aku harus jawab karena kamu Tanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok. Aku 35/m/Jkt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Kerja ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Tidak .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Kuliah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ketuaan. Tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Udah merit ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Udah., Kamu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Belum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Mengapa ? Bukankah usia kamu sudah lebih dari cukup untuk berkeluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Hanya Allah yang tahu mengapa aku belum dapat jodoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kok, Allah. Apakah kamu tidak berusaha untuk mendapatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Aku terus berusaha. Tapi jodohku belum bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Pernah pacaran ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Pernah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Terus, kenapa dengan pacar mu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Dia meninggalkan ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kenapa ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 L Karena Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kok, Allah terus yang jadi penyebabnya. Bukankah Allah itu pengasih dan penyayang. Kalau Allah semudah itu memisahkan kamu dengan orang yang kamu cintai, maka lebih baik kamu cari aja Allah lain yang dapat mendukung kemauan kamu. Sudah berapa kali Allah berperan memisahkan kamu dengan orang yang kamu cintai.?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Empat kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : wah keterlaluan Allah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Allah itu maha tahu dan maha berkuasa. Aku akan mencintai apapun karena aku mencintai Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Tapi , nyatanya kamu masih sendiri. Sampai kapan kamu harus bersikap seperti ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Tergantung Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Allah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya, Kenapa ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok, Bagaimana type pria yang kamu suka ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Aku tidak peduli dengan Type. Siapapun dia akan aku terima sepanjang mendapat restu dari Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok, Andai pria itu tidak bekerja, Apakah kamu suka dia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya , bila itu kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Andai pria itu lumpuh. Apakah kamu suka dia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya , bila itu kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Andai pria itu tuli. Apakah kamu suka dia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1ni : Ya , bila itu kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Andai pria itu sudah punya istri. Apakah kamu suka dia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya , bila itu kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Mengapa kamu terlalu percaya dengan Allah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Karena dia maka aku ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Terus..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Dia lebih tahu apa yang pantas untuk ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Terus..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Dia tidak mungkin menganiaya ku karena dia pengasih dan penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Bagaimana kalau pria itu adalah aku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya, bila itu kehendak Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Apakah kamu mau betemu dengan ku yang tuli, lumpuh dan tidak bekerja dan..sudah beristri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Mengapa ? Bukankah kita baru pertama kali chatt. Mengapa kamu langsung mau?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Karena aku harus berbuat sesuatu untuk mendapatkan jodohku. Namun tetap percaya kalau itu semua akhirnya Allah yang menentukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 :Kapan ada waktu kamu bisa bertemu dengan ku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Sabtu akhir pekan tapi minggu depan., ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Dimana kita jumpanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1: Bandung Plaza.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0: .Baiklah. Aku akan usahakan datang dengan kereta. Tapi, bila kita berjumpa dan ternyata tidak jodoh , apakah kamu mau tetap menjadi sahabat saya ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya , karena tuhan mengharuskan kita untuk menjaga silahturahmi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Signed out&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tepat pada waktu yang ditentukan untuk bertemu. Rini berusaha datang lebih awal. Dia sengaja berdiri didepan kuridor Mall, agar dapat langsung memperhatikan setiap orang yang datang ke Mall itu. Dia hanya memperhatikan orang yang datang dengan korsi roda atau dituntun oleh orang lain. Menit demi menit berlalu. Yang ditunggu , tidak juga datang. Setelah 1 jam menunggu. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Malamnya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Hiii&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Marah ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Mengapa harus marah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : karena aku tidak jadi datang sesuai dengan janji kita…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : ah.. biasa saja. Itu artinya Tuhan belum mengizinkan kita untuk bertemu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kamu tidak tanya , mengapa aku sampai tidak datang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Aku tidak akan tanya. Karena tentu kamu punya sejuta alasan untuk itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Kamu tidak percaya aku…?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Aku percaya pada tuhanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Terus , mengapa kamu masih mau OL dengan ku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1: Karena kamu call aku duluan.. jadi kamu tamu ku. Ya aku harus melayani tamu sebaik mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : walau aku telah mengecewakanmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : ya..kamu tetap tamuku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Masih mau bertemu dengan ku..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1: ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : : ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Sekarang kamu yang tentukan tempat dan waktunya. Aku akan mengikuti Kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 :Aku mau kamu datang ke Jakarta. Beri tahu aku kapan kamu ada rencana ke Jakarta. Aku akan tentukan tempat pertemuan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;BUZZ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Sebentar aku liat buku agenda ku dulu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1: Hari Rabu. Minggu depan aku ada tugas kantor ke Jakarta. Kita ketemu waktu lunch ya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok, tempatnya …..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Ok.. Aku tentukan tempatnya.Kita ketemuan di Dome Café , Plaza Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena tidak jauh dari kantor pusatku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok. Kamu selalu menggunakan cam. Jadi aku dapat melihat wajah kamu. Mengenal kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Mengapa kamu tidak request untuk aku juga pakai Cam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : Itu hak kamu. Mau gunakan cam atau tidak .Aku hanya berusaha jujur. Siapa aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Mengapa ? Karena tuhan mu yang mengharuskan kamu untuk jujur, ya ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;R1n1 : ya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;D0n0 : Ok bye now.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Signed out..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sesuai waktu yang sudah ditentukan. Rini datang lebih awal. Seperti biasa. Dia memilih tempat yang langsung menghadap ke pintu masuk. Setelah 30 menit berlalu. Belum juga nampak orang masuk dengan korsi roda. Sesaat sebelum dia hendak meninggalkan restoran. Terdengar suara pria menegurnya dari belakang. Dia menoleh. Pria muda. Gagah dengan baju lengan panjang berdasil. Tampan. Dan keliatan sangat berwibawa. Rini bingung. Siapa pria ini. Tapi bagaimana pria ini mengenal dia. Ditengah kebingungan itu ..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Aku , Dono Setiady . Anda Rini, Kan " sapa lelaki itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" ya, Aku Rini. " Jawab Rini tergagab. " Dan kamu D 0 n 0 " tanya Rini sambil sedikit kawatir tebakanya salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ya " jawab Dono mantap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Tapi …. " Mata Rini melirik kesekujur tubuh Dodo.. " Tidak sesuai dengan ciri yang kamu berikan " Kata Rini dengan mimik bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ok, Kita duduk dulu. Pesan minum dulu atau langsung pesan makan.. ? Kata Dono. Sambil menarik korsi untuk Rini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Mengapa ? kamu kaget ya. Kamu kira aku bohong ? tanya Dono sambil tersenyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Ya..memang kamu bohongi aku. " jawab Rini singkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Aku tidak bohong. Aku jujur "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Kamu bilang kamu lumpuh. Nyatanya kamu dapat berdiri tegak dan berjalan dengan gagah "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Kaki ku lumpuh untuk berjalan ketempat yang salah. " jawab Dono tenang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Kamu bilang kamu Tuli ‘&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Aku memang tuli. Telingaku tidak dapat mendengar pembicaraan yang tidak perlu "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Kamu bilang kamu tidak berkerja. Tapi pakaian kamu…."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Aku memang tidak bekerja. Aku menyediakan orang lapangan pekerjaan "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Dan kamu punya istri kan "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Aku memang punya istri. Istri ku yang sekarang adalah Business ku. Aku tidak bisa meninggalkan businessku karena aku mencintai wanita sebagai istriku, Aku tidak dapat menentukan siapa yang harus diutamakan. Yang jelas ..alasan cintaku pada business sama besarnya dengan cintaku kepada wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mendengar jawaban simpatik dari Dono , Rini berlinang air mata. Dono tersenyum sambil memberikan sapu tangan kepada Rini. " Mengapa Rini. Kamu masih marah karena merasa dipermainkan oleh kata kataku. Maafkan aku " Tutur Dono dengan nada menyesal. Rini berusaha tetap tersenyum dibalik wajah harunya. Maha benar Allah dengan janjinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Apakah kamu masih mau bertemu dengan ku.? " tanya Rini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;" Tentu. Akulah pria yang dikirim Tuhanmu. Penantian mu dalam kesabaran telah memberikan kesempatan bagiku untuk mendapatkan wanita sebaik kamu.".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Enam bulan kemudian. Dono melamar Rini. Seluruh sahabat dan handai tolan berdatangan memberikan restu kepada mereka. Dono dan Rini , adalah dua orang manusia yang masih percaya dengan prinsip ketuhanan. Bahwa yang terbaik akan tentu mendapatkan yang terbaik. Tuhan tidak akan pernah salah menjodohkan manusia . Berlian hanya dimiliki oleh pria yang tekun dan kerja keras untuk dipersembahkan kepada wanita terbaik pula. Wanita adalah penghias dan cahaya rumah tangga , tempat dimana laki laki merasa pantas untuk dilahirkan. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7840315288932639151-5664608566464194432?l=yangtercecer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yangtercecer.blogspot.com/feeds/5664608566464194432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7840315288932639151&amp;postID=5664608566464194432' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/5664608566464194432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840315288932639151/posts/default/5664608566464194432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yangtercecer.blogspot.com/2011/09/karena-allah.html' title='Karena Allah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SoIpGW4Mvog/TnC2Av1r-JI/AAAAAAAAB2c/TYeZWjb_qyY/s72-c/quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840315288932639151.post-7284134592423029394</id><published>2011-09-14T20:20:00.004+07:00</published><updated>2011-09-15T07:27:23.128+07:00</updated><title type='text'>Hidayah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--9lDOb2whSE/TnCvQoDYTDI/AAAAAAAAB2U/mnBf_X8oeWc/s1600/muslim.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--9lDOb2whSE/TnCvQoDYTDI/AAAAAAAAB2U/mnBf_X8oeWc/s200/muslim.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652210232514333746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mas, aku numpang tidur ya malam ini ditempat mu ‘’ Itu tandanya dia memang lagi tidak ada tamu yang mau bookingnya. Juga takut pulang karena ditunggu uang kontrakan Atik, namanya. Bertubuh mungil dengan raut wajah yang sebetulnya cantik. Hanya karena kemiskinan membuat auranya mengabur. Kami bersahabat karena merasa senasip.. Aku dan Atik memang terdampar ditempat yang salah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Aku bekerja sebagai kuli digudang sebuah expedisi. Karena kebaikan hati pemilik gudang, akupun tidak perlu pusing untuk memikirkan tempat tinggal. Pemilik gudang mengizinkan ku membangun ruang kecil dibelakang halaman gudang. Dinding kamar itu menempel ditembok pagar gudang dan pintunya menghadap kepintu belakang gudang. Tinggi tembok pagar itu hanya 1,5 meter. Hingga tidak terlalu sulit untuk dilewati. Ini juga pertimbangan pemilik gudang mengizinkan aku membangun ruang kecil agar sekalian dapat menjaga kemungkinan orang melompati pagar itu. Didalam kamar itu hanya berisi tempat tidur yang tingginya lebih dari 80 cm dari lantai. Di dinding kamar terdapat lemari tempel yang berisi buku pelajaranku. Biasanya, aku baru tidur setelah menjelang dini hari. Karena harus belajar untuk mendapatkan certifikat Penata Buku. Ini adalah jalan yang dapat kuharapkan untuk merubah nasip yang hanya berbekal izazah SLTA. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Biasanya menjelang dini hari , akan terdengar suara langkah diluar tembok. Itu artinya Atik dan teman temannya sedang berusaha menaiki pagar tembok. Akupun segera menyediakan kayu yang disenderkan ditembok agar mereka mudah masuk kedalam pagar. Setelah itu mereka masuk kedalam kamarku. Mereka tidur dibawah tempat tidur. Kadang pernah berjumlah lima orang. Mereka berjejalan diruang sempit itu. Sementara aku terus asik belajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum tidur sudah menjadi kebiasaan wanita untuk saling ngobrol. Mereka berbicara berbisik bisik. Kawatir mengganggu aku yang sedang belajar. Kadang yang mereka ceritakan adalah sangat menyedihkan tapi setelah itu merekapun tertawa. Ya mentertawakan penderitaan itu dengan polos. Seperti cerita mereka digaruk oleh petugas namun dapat diselesaikan setelah bersedia untuk melayani nafsu petugas. Selalu begitu setiap malam. Mereka datang mengendap ngendap dan pagi pagi sebelum gudang buka, mereka sudah pergi entah kemana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suatu hari.. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mas, bantu kami “ teriakan suara dibalik pagar. Aku terkejut segera melompat keluar pagar. Nampak Atik dipapah oleh teman temannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kopral bangsat itu, gebukin Atik. “ Kata temannya. Tentu yang dimaksud Kopral adalah petugas yang berkuasa diwilayah itu. Yang selalu datang setiap malam untuk minta uang setoran dari preman preman yang menjadi “ jago” diwilayah itu. Para preman mendapatkan uang setoran dari para pelacur. Pria berkuasa dan wanita diperas. Sangat ironi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Kenapa masalah nya.Kok sampai jadi begini. “ kataku sambil memapah Atik naik melewati pagar. Kepalanya mengeluarkan darah. Kening dan tangannya nampak lebam. Atik hanya meringis. Aku tahu dia snagat menderita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Tidak tahu sebabnya, tahu tahu Kopral itu sudah menyeret Atik ketengah jalan. Dia menendang dan memukul Atik dengan sepatu bot nya. “ Kata temannya. Aku segera memberi bubuk kopi ketempat luka yang menganga agar dapat menghentikan pendarahan. Sementara teman temannya melap tubuh Atik dengan air hangat. Tak berapa lama Atik tertidur. Semalaman itu mereka tidak ada yang tidur. Atik tidur diatas tempat tidurku. Kami hanya duduk diam memagut kaki sambil jongkok didinding kamar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Terlalu sulit hidup seperti kami. Setiap hari kami diperas oleh preman, kopral. Padahal penghasilan kami tak seberapa. Mengapa ? Apa salah kami ? . Tidak adakah rasa kasian mereka itu kepada kami” Kata teman Atik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Apakah tidak sebaiknya kalian berhenti saja bekerja seperti ini. Pulang kampung aja. Karena disini tidak aman bagi kalian. “ kataku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Pulang ? ‘’Mereka berpandangan satu sama lain. ‘’ tidak ada yang dapat kami lakukan dikampung. Hidup terlalu sulit dikampung. Apalagi dengan status kami sebagai janda. Keluarga kami kuli tani. Tak punya sawah untuk digarap sendiri. Ah , Mas..jangan pernah bicara tentang kampung.’’ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;‘’ Tapi sampai kapan kalian akan begini terus ?. Coba, apa yang kalian dapat setelah sekian lama berkerja ‘’ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Kami tetap hidup sampai sekarang dan engga tahu sampai kapan. Aku engga pernah mikir tuh ...Biar aja dilalui hidup ini dengan apa adanya. ‘’ Kata temannya. Pagi ketika fajar menyingisng dan suara azan menggema. Aku berwudhu untuk sholat. Atik terjaga dari tidurnya ketika aku usai sholat. Sementara teman temanya semua terlelap. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Mas “ serunya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ ya , Tik. Gimana rasanya keadaan kamu sekarang “ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“ Ya engga apa apa Mas. Hanya perih aja. Terimakasih ya Mas. “ katanya sambil berusaha untuk berdiri. Aku segera menahan tubuhnya “ mau kemana Tik, ? “ kataku. Dia menatapku dengan tersenyum. Akupun terdiam dan dapat memaklumi bila akhirnya dia membangunkan teman temannya untuk segera keluar dari kamarku, Dia mengkawatikan kemarahan pemilik gudang bila mengetahui aku membawa orang lain kedalam kamar ini. Mereka pergi. Aku mengikuti mereka sampai keluar. Mereka duduk diwarung kopi yang berada tepat didepan gudang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seminggu kemudian Atik sudah nampak baikan. Dia kembali dengan pekerjaannya. Diatas jam 7 malam dia sudah berada didepan losmen menjajakan dirinya. Aku selalu melihatnya ketika pulang makan dari warung. Tapi malam itu aku tak dapat menyembunyikan kek
