Cause I've lost loved ones in my life. Who never knew how much I loved them. Now I live with the regret. That my true feelings for them never were revealed. So I made a promise to myself. To say each day how much she means to me. And avoid that circumstance. Where there's no second chance to tell her how I feel.
***
Tahukah kamu bahwa bulan hanya nampak indah ketika malam. Cahayanya membiaskan warna perak berkilau pada langit. Terutama ketika dia tampil utuh bulat. Sang pujangga memandang kebulan, syair dan prosa tercipta. Sang pencinta akan mengurai bait bait cinta. Walau orang telah pergi kebulan dan telah pula menginjak bulan ternyata taka da yang luar biasa namun bulan tetaplah lambang cinta, lambang perasaan terdalam untuk mengungkapkan sepatah kata tentang cinta. Tentang makna dari sebuan kerinduan yang tak bertepi. Pernahkah kamu melihat bulan bulat mengkilat cahaya keperakan? Mungkin pernah, yak an. Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan. Pada saat itu orang Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam.
***
Tahukah kamu bahwa bulan hanya nampak indah ketika malam. Cahayanya membiaskan warna perak berkilau pada langit. Terutama ketika dia tampil utuh bulat. Sang pujangga memandang kebulan, syair dan prosa tercipta. Sang pencinta akan mengurai bait bait cinta. Walau orang telah pergi kebulan dan telah pula menginjak bulan ternyata taka da yang luar biasa namun bulan tetaplah lambang cinta, lambang perasaan terdalam untuk mengungkapkan sepatah kata tentang cinta. Tentang makna dari sebuan kerinduan yang tak bertepi. Pernahkah kamu melihat bulan bulat mengkilat cahaya keperakan? Mungkin pernah, yak an. Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan. Pada saat itu orang Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam.
Bagi orang china ketika bulan penuh adalah saatnya untuk bertemu dan melabuhkan hatinya. Mengapa ? ada hikayatnya, pada suatu waktu, ada seorang putri terkurung di bulan. Namanya Chang Erl. Kekasihnya, Hou Yi, si pemanah ulung yang berhasil memadamkan sembilan matahari dengan anak-anak panahnya. Mereka hanya bisa bertemu sekali dalam setahun, bertemu pada saat bulan paling sempurna untuk rindu yang tidak pernah purna, tidak pernah punah. Orang-orang Cina menyebut saat itu sebagai zhong qiu ye wan. Konon, pada saat itu Chang Erl akan menjatuhkan kembang bulan untuk sepasang sejoli. Begitulah ceritanya. Tak lebih berbicara tentang kekuatan cinta, Power of love.
Tapi bagiku dan kamu , bagaikan bulan diatas sana dan aku dibumi ini. Jarak yang terlalu jauh untuk bersidekat kecuali hanya sekedar memandang dengan sejuta imaginasi tentang cinta. Seperti ungkapakan lagu Yue Liang Dai Biao Wo De Xin ( Sang bulan perwujudan hatiku ). Lagu itu pernah dipopulerkan oleh Teresa Tang. Lagu yang sangat dalam maknanya. Tentang sebuah cinta. Tentang harapan. Tentang sesuatu yang tak mudah dilupakan. Betapa tidak ? Ni wen wo ai ni you duo shen ( kau bertanya padaku betapa dalam cintaku padamu? ) Wo ai ni you ji fen, (betapa aku benar benar mencitaimu). Namun bagaimana bila tanya itu tidak pernah sampai kepada wanita yang dicintainya ? entah apakah wanita itu sadar atau tidak bahwa seorang pria mencintainya. Kamu tidak akan pernah mengerti betapa aku tak henti menanti untuk sebuah kata yang sebetulnya tak sulit aku katakan. Namun ketika itu, tiga puluh tahun yang lalu aku terlalu lemah untuk bersikap. Aku hanya bisa memandang mu dari jauh dan jauh. Karena aku dibumi dan kamu dibulan.
Akhirnya sampai pada saatnya aku tak lagi bisa memandangmu dari jauh. Aku sadar jarak kita terlalu jauh. Tak elok bagi pria hidup dalam imaginasi. Memang aku butuh kekuatan itu , untuk sekedar meyakinkan bahwa aku bisa menjadi pemanah hebat. Namun aku bukan pemanah. Aku terlalu lemah. Aku pergi dengan perasaan hatiku dan kamu entahlah. Kucoba untuk melupakan semua kenangan terindah walau hanya sekedar bertatapan. Tahukah kamu bahwa perjalanan hidupku tak sepi dari kesulitan yang mendera dan aku selalu bisa berdamai dengan kesulitan itu. Namun hal yang tersulit bagiku adalah melupakanmu. Aku sadar mungkin inilah yang disebut dengan bertepuk sebelah tangan. AKu berharap lebih dan kelebihan itu tak kumiliki.
Masih lekat dalam ingatanku betapa berbunganya hatiku ketika kamu memintaku datang kerumahmu untuk membantumu menyelesaikan tugas dari sekolah. Hatiku berdetak kencang ketika berdekatan denganmu, berdua saja. Tak sanggup aku melirikmu kecuali hanya menatap lembaran kertas. Waktu berlalu begitu singkatnya dan akhirnya aku harus pulang setelah tugas dari sekolah usai dikerjakan. Setiap langkah pulang kerumah, terasa ringan. Hatiku berkata, ruang hatiku ada untukmu.There is always space for you in my heart. Semoga kamupun merasakan itu. Ya kan. Benarkah ? entahlah. Keesokan harinya aku hanya bisa mencuri pandang dari kejauhan. Kadang menatap punggungmu dari belakang. Kau tersenyum indah, tapi bukan untuk ku. Kamu tertawa dan bercengkrama tapi bukan bersama ku. Aku hanya bisa memandang dari kejauhan.
Berpuluh tahun setelah itu, setiap kali bertemu teman sekolah kita dulu, ingin aku bertanya tentang mu tapi aku tak sanggup untuk bertanya. Padahal tak mengapalah bila aku bertanya tentangmu. Sekedar memastikan kamu bahagia bersama pria yang kamu cintai dan tentu juga mencintaimu. Tapi itupun aku tak sanggup. Mungkin aku sanggup mengarungi samudra, melintasi lima benua, membenamkan diri dalam dunia yang keras tak bersahabat ini, berada ditengah tengah orang yang rakus dan siap memangsa silemah. Namun aku terlalu lemah bersikap untuk sepatah kata tentang cinta, walau hanya sekedar kata terucap...aku tetap tidak sanggup. Waktu berlalu, tentu kamu tak lagi mengingatku. Mungkin kamu sudah sibuk dengan anak anakmu dan cucumu. Dan itu pasti. Aku sadar sesadarnya. Tapi aku tetap mengingatmu, selalu.
Entah kenapa menjelang musim dingin , diujung musin gugur ketika kaki menjejak cafĂ© lounge executive Paninsula Beijing, terdengar lagu Yue Liang Dai Biao Wo De Xin begitu merasuk kedalam hatiku, wajahmu membayang. Ya, Dalam usia yang semakin menua, sampai kini aku hanya mampu mengingat , untuk ku tetap bisa tersenyum dengan perjalanan hidupku. Salahkah itu ? Oh cinta bukanlah dosa. Cinta adalah anugerah terindah dari Allah. “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy). Kesalahanku hanya satu, aku tidak pernah punya keberanian untuk mengatakan perasaan hatiku, bahwa aku mencintaimu. Inilah takdirku. Walau jiao wo si nian dao ru jin. Mengapa ? akupun tidak tahu..
***
Kehidupan didunia ini serba fana dan tak ada satupun orang berhak memilikinya kecuali Allah. Karena Allah, pesan cinta datang kepadaku dan karena Allah pula aku berdamai dengan kenyataan bahwa cinta tidak harus memiliki. Semua berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Tahukah kamu...
***
Kehidupan didunia ini serba fana dan tak ada satupun orang berhak memilikinya kecuali Allah. Karena Allah, pesan cinta datang kepadaku dan karena Allah pula aku berdamai dengan kenyataan bahwa cinta tidak harus memiliki. Semua berasal dari Allah dan kembali kepada Allah. Tahukah kamu...

0 komentar:
Poskan Komentar