11/01/12

Mencari Wanita ?

Musim berganti dan tahun demi tahun terlewati. Wanita dalam hidupnya datang dan pergi begitu saja. Semudah meraih , semudah berlalu. Easy come , easy go. Kadang dia menganggap betapa berpihaknya keberuntungan dalam hidupnya bila semua apa yang dia mau dapat dengan mudah dia peroleh. Tapi semudah dia dapat semudah itupula menimbulkan kebosanan. Kering tanpa warna. Namun , kini masalahnya lain. Dia disudutkan oleh sang waktu. Lima jam lagi , dia harus bisa mendapatkan wanita untuk memastikan kehadirannya dalam suatu acara tidak dipermalukan. Satu persatu wanita yang selama ini dikencaninya , dihubunginya. Tapi tak ada satupun yang punya waktu untuk acara itu. Mereka semua sibuk. Tentu begitulah keadaan sebenarnya tentang wanita yang selama ini dia kenal.. Yang begitu mesra ketika mereka membutuhkan biaya tagihan atau lainnya.Semua mereka yang tercantik selalu manja. Selalu ingin diperhatikan dan dimaafkan. Walau kadang dia ingin marah. Namun akhirnya dia menyadari bahwa dia tidak lebih hanyalah pecundang dihadapan wanita wanita itu.

Bila sudah begini benarlah apa kata sahabat dekatnya “ Kau tidak pernah bisa memiliki mereka selagi kau menganggap mereka bisa kau beli dengan uang mu. Cobalah melihat wanita dari sisi lain. Setidaknya , dari apa yang ada dalam dirimu sendiri. Bukan karena apa yang terkemas dari penampilan mu. Mungkin dengan begini kau akan dapat merasakan arti sesungguhnya dari kehadiran wanita. “. temannyai ada benarnya. Tapi dia belum dapat menerima sepenuhnya. Karena semua wanita yang ditemuinya dalam hidup adalah mereka yang membutuhkan kualifikasi seperti apa yang dia miliki. Untuk itu temannya punya penilaian sendiri “ Keluarlah dari lingkunganmu. Karena dunia ini terlalu luas dan kehidupan bukan hanya ada dalam lingkunganmu. Masih ada dunia lain yang harus kamu kenal. Mungkin dari dunia ini kamu akan menemukan sesuatu yang lain. Sesuatu yang berbeda, yang akan membuat kamu lebih bijak menyikapi hidup. “Masalahnya sekarang dalam lima jam dia harus menentukan sikap untuk tetap dalam dunianya atau keluar.

Dalam kebingungan seiring berjalannya waktu detik demi detik, akhirnya dia memaksakan diri untuk keluar dari Hotelnya. Seorang diri berjalan menyusuri kota. Berjalan kaki dimalam hari. Sesuatu yang hampir tidak pernah dia lakukan..Pakaian yang dikenakanpun sangat sederhana. Tidak bermerek seperti yang selama ini dia gunakan. Dia ingin tampil seperti orang yang berjalan kaki dikota ini. Masalahnya kemana langkah akan diayunkan untuk mendapatkan seorang wanita ditengah kerumunan penduduk kota ini. Dia tidak mau berlama lama dalam pencarian. Uang ditangannya tentu dapat menolongnya. Disalah satu Mall , dia melihat ada wanita berjalan seorang diri. Berpakaian muslimah. Entah mengapa dia begitu tertarik dengan pancaran aura dibalik wajah wanita itu. Usia wanita itu ditaksirnya tidak lebih dari 25 tahun. Sangat anggun. Seperti ada magnit yang memaksanya terus mengikuti wanita itu berjalan. Ada pertarungan didalam dirinya untuk menyapa atau membiarkan wanita ini berlalu dari hadapannya. Sebagai bisnisman yang selalu tangguh menangkap setiap peluang maka keberanian untuk mengambil resiko mendorongnya untuk menyapa wanita itu.

“ Maaf. Apakah anda dapat menolong saya “ tanyanya kepada wanita itu.

“ Tentu. Katakan “ jawab wanita itu dengan senyum.“ Saya membutuhkan wanita untuk menemani saya dalam suatu acara. Apakah anda dapat membantu saya “ Entah mengapa kata kata itu keluar dari mulutnya.

“ Maksud anda ? “ wanita itu mengerutkan kening

.“ Maaf. Saya hanya ingin , kalau mungkin anda dapat membantu saya mendapatkan wanita. Hanya untuk acara malam ini. Itu saja. “ Dia sekarang nampak bodoh dihadapan wanita itu. Tidak nampak rasa percaya diri yang selama ini dia banggakan sebagai businessman.

“ Acara apa ?” Wanita itu mulai menampakan sosok kepolosannya.

“ Teman baik saya mengundang saya untuk acara resepsi pernikahannya. Saya butuh wanita mendampingi saya. Itu saja. “

“ Jam berapa ? “

“ jam 7 “

“ Artinya empat jam lagi “ wanita itu melirik jam tangannya.

“ ya. “‘

“ Mengapa anda tidak membawa pacar atau istri anda “ Tanya wanita itu

“ Saat ini tidak ada yang dapat saya ajak untuk menemani saya. “

“ Mengapa “

“ Karena memang tidak ada “Wanita itu terdiam. Namun matanya melirik kearahnya. Sepertinya sedang memperhatikan sosok dirinya yang nampak bodoh. Atau wanita ini tidak mempercayainya.

“ Maaf. Kalau anda tidak bisa membantu , ya tidak apa. Saya hanya berusaha ditengah keterasingan dikota ini.” Dia segera ingin mengakiri kebodohannya dihadapan wanita ini dan keluar dari percakapan adalah lebih baik daripada ditertawakan . Diapun segera berlalu.

“ Pak, eh Mas ...” terdengar suara wanita itu yang membuatnya menghentikan langkahnya. Dilihatnya wanita itu tersenyum. “ Saya punya teman yang mungkin tidak cantik dan tidak sepadan untuk mendampingi anda dalam acara itu. Dia sangat membutuhkan uang untuk kekasihnya. Mungkin anda dapat membantunya.“

“ Berapa dia butuh uang. “ tanyanya.
“ Berapa anda bisa membantunya”

“ Saya tidak tahu. Katakan. Mungkin saya dapat membantunya. “

“ walau dia tidak cantik. “

“ Tidak masalah. “

“ Mungkin Rp. 500,000 cukup “ kata wanita itu.

“ Baik. Saya akan bayar setelah usai acara. “

“ Tidak ada masalah. Itu akan saya bayar dulu. Yang penting anda setuju. “

“ Terimakasih. “

“ Tapi ada lagi yang harus anda ketahui tentang teman saya ini “ Kata wanita itu yang membuat dia terkejut “ Dia sudah punya kekasih yang tidak mungkin dia khianati.”

“ Tidak ada masalah. Saya hanya ingin dia mendampingi saya untuk acara itu “

“ Ada lagi “ kata wanita itu.:”

“ Sebutkan “

“ Umurnya tidak muda lagi. Tapi juga tidak terlalu tua untuk anda. “

‘ TIdak ada masalah. ““ Dan yang terakhir adalah dia lumpuh.. “ kata wanita itu yang membuat dia berpikir bahwa wanita ini sedang mempermainkannya “ Apakah anda setuju “ lanjut wanita itu.

“ Baik. Bagaimana dia bisa datang dalam acara itu bila dia lumpuh. “

“ Andalah yang akan menuntunnya. “ jawab wanita itu dengan senyum. “ Kalau anda setuju maka saya akan memberikan alamatnya. Jemputlah dia satu jam sebelum acara. Saya akan pastikan dia untuk siap siap menanti anda. Bagaimana ?“

Dia terdiam sambil menatap keanggunan wajah wanita ini.

“ Cepatlah ambil keputusan. Karena waktu anda tidak banyak” Kejar wanita itu.

“ Baiklah, Saya setuju” Jawabnya tegas. Wanita itu menulis alamat dan menyerahkan kepadanya. Diapun berlalu.Yang terbayang olehnya adalah dia akan dipermalukan oleh teman temannya dalam acara itu. Karena membawa wanita invalid. Tapi pengalamannya dalam negosiasi bisnis memang mengajarkan banyak hal bahwa tidak selalu keputusan yang buruk akan menghasilkan yang buruk. Karena tidak ada manusia yang dapat menjamin masa depan. Bersikap dengan jelas adalah lebih baik daripada tidak sama sekali. Apalagi dia bersikap karena seorang wanita yang telah membuatnya terpesona.

Segera dia kembali kehotel untuk bersiap siap menjemput wanita yang akan mendampinginya dalam suatu acara resepsi.Tepat satu jam sebelum acara dimulai dia sudah berada didepan rumah wanita calon pendampingnya. Rumah itu tidak berada dikawasan mewah. Terlalu sederhana. Dia tetap datang dengan kesederhanaannya. Datang dengan angkutan umum dan berpeluh karena harus meradang panas ditengah himpitan banyak penumpang didalam bus. Dia sudah merencanakan untuk membawa wanita pendampingnya dengan taksi. Tadi sebelum dia berangkat menjemput, dia sempat menelphone sahabatnya. “ Temuilah wanita itu. Suka atau tidak suka , kamu telah mengambil keputusan yang benar. Itulah dunia lain yang harus kamu kenal.” Saran ini pulalah yang menguatkan niatnya untuk datang kealamat yang diberikan wanita yang tadi ditemuinya di Mall.

Pintu terkuat dan nampak wanita setengah baya didepannya “ Anda yang ingin menjemput anak saya . ya. “ Wanita itu melirik keseluruh tubuhnya tapi tetap dengan pancaran wajah keibuanya.

“ Betul. Seseorang yang saya lupa menanyakan namanya telah memberikan alamat ini kepada saya. “

“ ya. Silahkan masuk. “ wanita itu membawanya keruang tamu yang sederhana “ Duduklah, Sebentar lagi anak saya akan menemui anda. “

Dia terkejut. Didepannya nampak wanita cantik telah berdiri. Dengan berbalut pakaian muslimah , maka lengkaplah keanggunan wanita ini. Tapi dia tenangkan pikirannya karena wanita yang ada didepannya bukan wanita yang akan dijemputnya. Dihadapannya kini adalah wanita yang tadi ditemuinya di Mall.

“ Saya menepati janji saya untuk menjemput wanita yang ada recomendasikan,” katanya yang tak berani menatap wanita itu berlama lama.

“ Aku wanita yang akan mendampingi mu. “ Kata wanita itu dengan tenang dan tersenyum.

“ Tapi anda lumpuh “ katanya dalam kebingungan

“ Benar. Saya hanya bisa melangkah bersama pria yang dapat menuntun saya kejalan yang benar.” Kembali wanita itu berbicara tentang sesuatu yang membuat dia tersudut

“ apakah mungkin saya dapat menuntun anda “ tanyanya.

Wanita itu tidak menjawab tapi langsung berdiri “ Apakah anda akan terus disini atau pergi ketempat acara teman anda”

“ Tentu. Tentu dan itu bersama anda. “

Dia menjawab sambil berdiri.“ ya..”

Kehadirannya bersama wanita ditengah acara dimana para sahabatnya hadir telah membuat dia merasa memiliki seisi dunia. Wanita ini memukau seluruh pria yang meliriknya. Ada kebanggaan sebagai pria karena didampingin wanita anggun. Dapat berbaur dengan berbagai kalangan namun tetap santun bersikap. Ketika acara usai, Dia mengantar wanita itu pulang.

“ Semua yang hadir menghormati anda. “ kata wanita itu ,sambil meliriknya

“ Karena sebagian dari mereka berharap sesuatu dari saya ‘’

‘’ Apakah anda menyukai mereka ‘

’“ Saya tidak tahu. Mereka adalah kumpulan orang yang pandai berpura pura. Samahalnya dengan saya. Tolong jangan lihat saya dari apa yang mereka lihat terhadap saya.’’ Dia tertunduk dihadapan wanita itu. ‘’ Anda harus segera pulang karena saya tidak ingin kekasih anda marah. “ Kemudian dia menyerahkan cek ketangan wanita itu.

‘’ Anda salah menulis cek.’’ Wanita itu kembali menyerahkan cek setelah menerimanya. “ Saya minta lima ratus ribu ‘’ Wanita itu mengingatkan jumlah yang harus diterimanya.

‘’ Oh maaf. Saya tidak tahu. Karena cek itu diantar oleh staff saya tadi, tanpa saya periksa terlebih dahulu’’ Katanya tergagap. Sebetulnya dia sudah berencana untuk menggoda wanita ini agar tertarik dengannya. Uang sebanyak itu berharap dapat membeli perhatian wanita ini.

‘’ Jumlahnya bukan Rp 500 ribu tapi Rp 500 juta ‘’ kata wanita itu mengerutkan kening’’begitu tidak berartinya jumlah uang bagi anda. Sehinga anda tidak bisa membedakan ribu dan juta “ sambung wanita itu.

‘’ Maaf. Saya tidak memperhatikan cek itu. Tapi terimalah. “ Hanya itu yang dapat dia katakan karena menyadari bahwa wanita ini memang tidak mudah dibeli

‘’ Terimaksih. " Wanita itu menjawab dan memasukan cek itu kedalam tasnya. Dari balik wajah wanita itu nampak kesan ringan tanpa berlebihan ketika menerima uang sebanyak itu dan berkata , " Mari antar saya pulang karena kekasih saya sudah menunggu saya. " Wanita itu agak sungkan melangkah masuk kedalam mobil mewah yang sudah siap didepan gedung pertemuan itu. “ Silahkan masuk. .Kalau anda tidak berkenan, kita bisa naik taksi atau angkutan umum, atau terserah apa yang anda mau “ Dia berusaha membuat wanita itu nyaman dengan sikapnya. Tapi wanita itu hanya tersenyum dan masuk kedalam mobil. Tidak duduk dibalakang tapi didepan. Sama seperti tadi ketika pergi naik taksi. Dia hanya diam tanpa protes walau dia ingin sekali bersama wanita itu duduk berduaan dibelakang.

“ Dimana alamat kekasih anda. “ Tanyanya. Wanita memberikan alamat kepada supir. Dia hanya terdiam.Kendaraan berhenti tepat didepan sebuah gedung yang bertuliskan” panti asuhan.” Dia merasa aneh. Mungkinkah kekasih wanita ini pengurus dari panti asuhan. Kalau benar maka dia pantas cemburu. Tapi dia tetap tegar.

“ Apakah saya boleh turun menemani anda kedalam atau saya harus menunggu didalam mobil “ tanyanya.

“ Saya akan sangat senang bila anda mau masuk kedalam bersama saya” jawab wanita itu dengan senyum indahnya.

“ Apakah kekasih anda tidak cemburu dengan kehadiran saya “

“ Mari ” sahut wanita itu sambil keluar dari kendaraan tanpa berusaha menjawab pertanyaannya. Dia menuruti langkah wanita itu dari belakang. Namun wanita itu berusaha berjalan disampingnya tanpa merapat ketubuhnya. Kehadiran dia bersama wanita itu disambut oleh pengurus Panti Asuhan. Seorang ibu setengah baya. Yang langsung merangkul tubuh wanita itu dengan hangat. Yang kemudian menyalami dia.

“ Maaf , Bu. Saya tidak bisa berlama lama disini. Ini ada uang untuk anak anak yang minggu lalu saya janjikan. Maaf saya terlambat karena honor menulis saya belum juga turun dari redaksi.” Kata wanita itu.

“ Uang ini terlalu banyak, anakku. “: Kata ibu itu sambil membaca cek yang diserahkan wanita itu.

“ Ya terimalah uang itu”

“ Darimana kamu dapatkan uang sebanyak ini “

“ Dari seseorang hamba allah “ kata wanita itu sambil melirik kearahnya. Dia tersipu namun tetap diam tanpa komentar namun terselip kekaguman yang luar biasa. Karena wanita ini barusan saja melepaskan Rp. 500 juta dari genggamannya hanya untuk kebahagiaan penghuni panti. Sementara dia tahu betul bahwa wanita ini bukankah dari keluarga yang berlebih harta

“ Katakan pada seseorang itu. Kami dan anak anak yang ada di panti ini akan selalu mendoakan agar hamba allah itu diberkati hidupnya dan dimudahkan rezeki , juga jodohnya.”

“ Amin.. “ jawab wanita itu, Kemudian dipeluknya ibu itu sambil pamit untuk pulang.

Mereka melangkah keluar dari panti itu. Sementara dia masih bingung. Dimanakah kekasih yang dimaksud oleh wanita ini. Permainan apalagi yang dibuat wanita ini yang selalu membuat kejutan dan membuat dia bodoh.

“‘ Dimana kekasih mu ‘’

‘’ Ditempat ini " kata wanita itu menunjuk kearah panti " dan ditempat dimana saja ada orang yang teraniaya, dikejar hutang, kelaparan dan terjajah, sakit, terkena musibah. Disitulah kekasih saya hadir. Kepadanyalah saya berhutang seumur hidup untuk berbakti kepadanya.’’ Kata wanita itu yang membuat dia bertambah bingung.

‘’ Katakan pada saya, siapakah yang telah membuat wanita secantik kamu bertekuk lutut’’ tanyanya. Wanita itu menatapnya sambil menoleh kebelakang. Sejurus kemudian dia kembali menghadap kedepan tanpa suara. Tidak ada jawaban keluar dari mulut wanita itu. Diapun tidak ingin memaksa. Ketika kendaraan sampai didepan rumah. Wanita itu keluar sambil berkata‘’ Terimakasih untuk segala galanya ‘’

‘’ apakah mungkin saya mendapatkan jawaban tentang siapa kekasih anda sebenarnya “

‘’ apakah itu perlu ‘’

“ Ya. Kalau anda tidak keberatan”

“ Dialah Tuhan. Dialah yang selalu saya kejar cintanya. KepadaNyalah saya menggantungkan hidup dan mati saya. Hanya kepadanya saya berharap perlindungan’’ Kemudian wanita itu melangkah masuk kedalam rumah.Dia terdiam lama dan terus menatap rumah wanita itu.

“ Pak, apakah kita bisa pulang sekarang “ Tanya supirnya yang membuat dia terkejut”

“ Pulang kemana??? “ tanyanya bingung

“ Kembali ke hotel bapak.”

“ Tdak !.Antar saya kemesjid. “ katanya tegas.

Supir itu melajukan kendaraannya ketempat dimana dia harus menyapa sang kekasih pemberi cinta yang sesungguhnya. Yang selama ini selalu terlupakan hingga membuat dia terjerat dalam kesendirian ditempat ramai dan kekeringan ditengah hujan lebat.“ Tuhan, beri aku kekuatan menerima kelemahanku. Beri aku kebijakan melawan nafsuku. Beri aku keikhlasan menerima apapun darimu. Hidupkanlah aku hanya karena ingin mengejar cintamu tanpa berharap sorga mu karena aku tidak sanggup menerima beratnya siksa neraka. “ Terdengar suaranya berdoa dalam isak tangis. Berharap dipenghujung tahun ini dia dapat mengakiri semua kebodohannya. Semoga ditahun depan adalah tahun tahun yang akan mengantarkannya kepada kemenangan seiring dengan lantunan “ Marilah sholat, Marilah sholat, Marilah menuju kemenangan... dan agar dia pantas untuk menjadi penuntun bagi wanita yang kelak akan mendampinginya menuju keridhoan Allah

0 komentar: