
Disuatu tempat berkelas, berada di financial center Hong Kong. Ada sebuah café yang aku gemar belama lama duduk sambil memonitor transaksi pasar melalui laptop kesayanganku. Sore itu aku memesan redwine segelas , juga makanan kecil. Aku bukan pemabuk , redwine memang harus kuminum setiap hari untuk menjaga collestrol didalam tubuhku tetap stabil. Minum untuk sehat. Itu alasanku kepada teman teman. Mereka kadang hanya tersenyum bila sekali kali melihat aku jalan terhuyung setelah meninggalkan tempat itu. Ketika aku meneguk Redwine , mataku tertuju kepada wanita yang duduk tepat didepan mejaku. TIdak begitu jauh hanya 2 dua meja. Wanita berusia tidak lebih 30 tahun. Wajahnya cantik oval. Lebih mirip wanita Indonesia dengan rambut hitam dan mata bulat. Baju yang dikenakannya adalah blazer hitam. Sangat sesuai sebagai wanita karir yang berkelas. Ketika mata kami beradu pandang, dia memalingkan wajahnya. Aku tersenyum didalam hati , karena begitulah wanita yang terlalu pandai berpaling dari sikapnya.
Didepannya ada tas warna hitam. Tas yang biasa untuk menyimpan document sebagai standard para executive disini. Juga ada majalah Fortune tergeletak dimejanya. Dia tidak menyentuh majalah itu. Namun tangannya asik menulis diatas meja. Seakan menghitung angka karena kadang kepalanya terdongak keatas. Pertanda dia sedang berpikir. Barangkali. Tak berapa lama , wanita itu berdiri meninggalkan meja dengan tas dan majalah yang tergeletak begitu saja. Kemana wanita ini pergi ? mengapa dia membiarkan tasnya tertinggal. Mungkinkah dia pergi ke toilet ? Aku hanya diam , menanti harap agar dia kembali. Benarlah, tidak lebih limat menit dia kembali melangkah menuju mejanya. Langkahnya sangat anggun dan tubuhnya nampak seksi. Sangat sempurna. Ketika dia melewati mejaku , aku mencium aroma perfume lembut. Entah kenapa mata kami kembali beradu pandang. Aku mengangguk dan tersenyum. Dia membalasnya dengan simpatik.
‘’ Saya pikir anda sudah pergi dan lupa dengan tas anda ‘’ kataku dalam bahasa indonesia. Mata dan perasaan ku mengatakan hal yang sama bahwa dia adalah wanita indonesia.
‘’ Sorry. Idont understand what you say ‘’ katanya dalam kebingungan namun senyumnya tetap membayang. Maka tahulah bahwa mata dan perasaanku tidak tepat. “ I am from Nepal ” sambungnya.
“ Oh sorry. I guess you are from Indonesia. ‘’ kataku . Seketika tanganku tergerak , mengulurkan tangan untuk berjabat tangan , dia menanggapinya dengan hangat. Kamipun berkenalan.
“ saya pikir tadi anda mau pulang “ Kataku
‘’ belum. Saya masih senang disini. “ Mata bulatnya nampak semakin indah.
“ Anda nampak asik nulis tadi. Nulis apa? ‘’ Tanyaku
‘’ Anda juga asik dengan laptop mu. Ngetik apaan ? Dia balik tanya.
‘’ ya , Saya hanya monitor harga dibursa London dan sebentar lagi Wallsteet buka , makanya saya suka berlama lama disini....’’
‘’ Anda pialang ? “ Sergahnya dengan cepat.
‘’ engga juga. Anda ? “ Aku mengangkat bahu.
‘’ Konsultant “ Jawabnya dengan tegas.
“ Bidang apa ?“
“ Finance “ jawabnya dengan raut anggun berwibawa.
Kemudian pelayan cafe datang menghampiri wanita itu ‘’ maaf , apakah pesanan anda saya antar ke meja anda ? “ wanita itu terdiam sambil menatapku “ bagaimana kalau anda gabung dengan meja saya “ aku menawarkan diri. Dia tersenyum dan mengangguk “ Ya , sudah tarok disini saja “ katanya kepada pelayan. Kemudian dia berjalan kearah mejanya untuk mengabil barang barannya dan kembali kemejaku dengan tersenyum,
“ Saya memperhatikan anda dari tadi “ kataku.
“ Saya juga “ Jawabanya.
“ saya melihat anda menulis sesuatu dengan sangat serius “ Kataku.
« Saya melihat anda memelototi screen komputer dengan serius « Katanya.
‘’ dan anda ke toilet “ Kataku lagi.
‘’ anda berdiri sambil memperhatikan langkah saya ‘’. Katanya tangkas.
‘’ anda tersenyum kearah saya.’’ Kataku tidak kalah tanggap.
‘’ anda mengangguk dan mengajak saya bergabung dengan meja anda“
Katanya enteng. Kamipun akhirnya tertawa. Dia cantik sekali kalau tertawa. Suasana menjadi lebih santai.
“ Ceritakan padaku apa yang kamu cari dalam hidup ini “ Kataku
“ Aku mencari laki laki sejati."
Kamipun tertawa lagi.
‘’ Serius ? Kataku
‘’ ya serius. Aku mencari pria sejati untuk mendampingi hidupku. ‘’
‘’ Apa kriterianya ‘’
‘’ Hem...." matanya menerawang seakan sedang membayangkan sesuatu yang diidamkannya. " Seorang laki-laki sejati. Seseorang yang dapat melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan Bila aku menemukannya maka aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malu-malu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi suamiku , kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya ‘’
Aku tercengang ‘’ terlalu ideal dan hampir tidak mungkin anda dapatkan pria seperti itu didunia ini. Kalau anda berharap maka harapan itu akan berakhir dengan kesia siaan. Lihat disekeliling kamu. Yang kamu ketahui tentu laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati yang tersedia dan siap untuk kamu miliki. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya gombal, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu. “ Kataku yang membuat dia tercengang. ‘’
" Mengapa anda katakan ini. Bukankah kamu juga seorang laki laki ?
“Aku hanya ingin memberikan batasan untuk kamu ketahui tentang harapan dan kenyataan. Agar kamu tidak kecewa.. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu harus kamu mengerti. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan. “
“ Kalau begitu , kamu meminta saya realistis. “
“ ya “
“ lantas bagaimana saya harus bersikap. Usia saya tidak muda lagi..” Sekarang dia mulai tergiring dengan emosinya. Ada kecemasan diwajahnya. Namun aku berusaha untuk tetap tersenyum.
“ Jangan tempatkan criteria dan harapan ketika kamu memilih pria. Raihlah ketulusan cinta seorang pria dimana kamu dapat merasa nyaman untuk menempatkan cintamu. Setelah itu berjuanglah untuk menjadi belahan jiwanya. Ditanganmulah kelak pria itu akan menjadi apa. Dia akan menjadi beban atau pelindungmu ? kamulah yang membentuknya. Siapapun wanita , akan mampu membentuk pria menjadi laki laki sejati. Kenalilah kekuranganmu dan temukan pelengkapnya pada pria pilihanmu. Kenalilah kelebihanmu dan lengkapilan kekurangan pria pilihanmu.Jadi berhentilah mencari yang sempurna tapi berusahalah menciptakan sendiri kesempurnaan itu. Bukankah hidup adalah perjuangan dan proses itu harus kamu lalui agar kelak kamu mendapatkan kebijakan dan menghargai setiap hasil yang di peroleh.Maka hidupmu akan lebih berarti ”
“ Kamu benar. Kamu telah menyadarkan saya. Ini kali pertama saya mendapatkan nasehat terbaik dalam hidup saya. “
“ Oh ya? Saya hanya sekedar menyampaikan suatu fakta. Memang kenyataan tidak selalu enak didengar tapi begitulah ..” Kemudian wajanya nampak serius. dan berkata “ Benarlah adanya bahwa seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati!” Katanya yang seakan membenarkan kata kataku barusan.
“ Ternyata kamu lebih memahami daripada saya. “ kataku
“ Pengalaman saya mengajarkan itu semua. Saya lelah mencari dan saatnya sekarang saya harus menciptakan laki laki sejati bagi diri saya sendiri. Siapapun dia , asal dia mencintai saya dan saya mencintainya maka selanjutnya saya akan berjuang menjadikannya sesuai apa yang sesuai untuk saya. Mungkin inilah kesempurnaan yang sesungguhnya."
Hari mulai berangkat malam. Suasana cafe semakin ramai. Tua dan muda mulai berdatangan. Group band yang mengiringi penyanyi dari philipina melantunkan lagu begitu apiknya. Kami melihat ada sepasang, pria setengah tua dan wanita muda masuk kedalam cafe. Bergandengan dengan mesra. Tanpa memilih tempat duduk ,langsung duduk dtempat yang kosong menghadap kepintu masuk.. Mereka bercengkrama. Kemudian , masuk seorang wanita setengah tua yang langsung menghampiri pasangan itu. Kami melihat pria itu berteriak kepada wanita yang barusan datang. Kemudian wanita setengah tua itu berlari keluar dengan mengusap airmata dengan sapu tangannya. Kulihat dia tersenyum dan kemudian entah mengapa kamipun akhirnya tertawa. Kemudian dia terkejut ketika telp selularnya bergetar. Ada keraguan diwajahnya untuk menerima telp tersebut. " Ya..Baik. Kamu boleh jemput saya sekarang. " Kata wanita itu dengan senyum penuh keyakinan.
" Ada apa ? " Entah mengapa kuberanikan untuk bertanya padahal bukan urusanku.
" Berkat kamu , berkat pertemuan malam ini. Saya telah mengambil keputusan. Sebentar lagi ada pria yang akan menjemput saya dan inilah awal walau tidak mudah namun saya akan berjuang menciptakan laki laki sejati bagi diri saya sendiri.
0 komentar:
Poskan Komentar